29 Juni 2021

Rekomendasi Serial Barat Penghibur Hati Tim Rebahan

Semenjak pandemi memaksa kita untuk bekerja dan bersekolah dari rumah, jadi lebih banyak serial dan film yang kita bisa tonton ya?

Ngaku deh..jadi lebih sering rebahan nonton series dan movies kan? List series dan movies yang sudah ditonton jadi lebih panjang dari list yang mau ditonton.

Iya kan? Iya kan? Kan?

Iya aja lah… biar aku ada temen. Soalnya aku begituuu huhuhu.

Tapi buat para orangtua yang harus Bekerja + Mendampingi anak sekolah online, mungkin ngga berlaku ya hihihih

Semangat, moms and dads diluar sana!!!

 

Anyway, bicara soal serial, buat saya pribadi yang dari dulu emang hobinya nonton tuh sekarang malah merasa agak overwhelmed dengan (terlalu) banyaknya pilihan. Too many choices, so little time hahahah.

Layanan streaming aja udah ada banyak..walaupun akhirnya saya nyangkut hanya di 3 :

Amazon Prime, Disney+ dan Netflix.

Oh sama sesekali suka dadakan ambil premiumnya Viu deng.

Genre yang saya suka ya comedy, crime / thriller, atau paduan comedy and crime. Kebayang ya banyaknya pilihan tontonan hanya dari 3 genre itu.

Kamu yang lagi baca tulisan aku ini, suka ngerasa bingung ngga mau nonton yang mana dulu? Aku sih bingung hehehe.

Jadi, buat kamu yang iseng lagi cari rekomendasi tontonan series, lalu nyangkut di blog post aku yang ini, anda beruntung sekaliiii. Karena disini emng lagi mau nge-list series-series favorit aku!

Tapi ada Disclaimer dulu sebelumnya yaaa.

1.       List ini berisi series lama yang udah tamat. Karena begitulah aku, Sukanya oldies but goldies. Naon sih…

2.       Tidak akan ada Korean Drama disini. Bukan anti ya. Aku sesekali ada kok nonton series Korea. But it’s just not my cup of coffee. Got it? Jadi untuk cari rekomendasian series Korean Drama, bisa cek postingan temenku lainnya.

Karena kebetulan postingan kali ini yang bertema series dan movies favorit adalah kolaborasi barengan temen-temen aku di Bandung Hijab Blogger. Daan mereka banyak yang ngasih rekomendasian serial Korea yang oke-oke. Jadi, jangan lupa cek yaaa. Tapi nanti ceknya, setelah baca dulu list aku dibawah ini hehehe

 

1.    PSYCH (2006 - 2014)

Dulu pertama serial ini keluar, masih jamannya beli dvd gitu. Daann tau kan cara melafalkan ‘Psych’ itu gimana? Jauuhh berbeda dari penulisannya, jadi susaaaaahh pisan hanya untuk sekedar bertanya ke si aa yang jualan :

“a, ada serial Psych?”

Jadi biasanya kalau mau hunting dvd season terbarunya Psych, aku udah nyiapin mental.

Atau minimal nyiapin tertulis di kertas deh biar ngga terulang lagi dialog berikut ini :

“A, ada Psych?”

“hah?”

“Psych”

“hah?”

“Psych,a…nu ditulisna P-S-Y-C-H”

“Oohhh pisikh..” (atau terkadang : pesikh)

 

Daann entah kenapa ini serial kok saat itu ngga popular loh disini. Padahal menurut aku, series ini seger bangettt.

 


Karakter utamanya : Shawn Spencer.  itu kelakuannya slengean pisan tapiii matanya tajam terhadap detail  dan punya kemampuan deduktif ala sherlock holmes. Hasil dari didikan bapaknya yang pensiunan detektif. Dulu bapaknya pengen banget Shawn ini jadi detektif seperti dia, bahkan lebih baik dari dia. Tapi yaaa seiring waktu, nanti kita juga tahu kenapa Shawn ngga mau dan ngga bisa jadi pulisi. Bersama sahabatnya sejak bocah, Burton Guster (Gus), mereka buka Psych Detective Agency. Jadi Shawn ini terpaksa bepura-pura jadi cenayang supaya bisa bekerja sama dengan polisi untuk memecahkan kasus-kasus. Gus ini sebenenrya punya karir yang cemerlang sebagai Pharmaceutical Sales. Karakter lainnya adalah Detective Carlton Lassiter dan Juliet O’hara.



Dinamika hubungan antara mereka ber-4 tuh sangat menarik! Ditambah lagi karakter somplak lainnya seperti si ahli coroner yang sayangnya menurut aku kurang banyak dimunculin.

Oya, ini genrenya Crime/Comedy gitu. Banyak pisan kelakuan konyol Shawn and Gus dalam memecahkan kasus.

Dan eratnya persahabatan mereka tuh kadang bikin aku iri..kok aku ngga punya sobat yang se-loyal Gus yak.

 

Anyway, salah satu ciri khas mereka tuh salah satunya adalah Shawn setiap memperkenalkan Gus ke orang-orang tuh ngga pernah pake nama asli, selalu ngarang. Dan buat para fans Psych diluar sana, nama-nama gelo yang dipake Shawn tuh banyak yang membekas dan pada hafal loh.

Oya,series ini ada easter egg nya juga di tiap episode yaitu : NANAS.

 

Buat yang ngga ngerti maksudnya easter egg, googling aja yah. Aku agak bingung mencari kata-kata buat jelasinnya.

 

Khusus serial ini, I would say :  KAMU HARUS NONTON.

Dan tontonlah dengan teks Bahasa Inggris.

Karena bagian lucunya tuh banyak yang permainan kata (pun intended!), yang kalau diterjemahin ke Bahasa Indonesia jadi ngga dapet lucunya. Dan aku lihat, di PSYCH ini sering banget teks Bahsa Indonesia tuh ngga sesuai sama makna sebenarnya.

Aku udah nonton belasan kali kayaknya, dan ngga pernah bosen. Sampe dvdnya rusak. Untung sekarang ditayangin di Amazon Prime Video dan channel FoxCrime hehe.

 

Ini tuh udah lama tamat tapi udah ada 2 film nya loh keluar. Untuk film, hanya ditayangkan di layanan streaming milik CNBC, yaitu  Peacock TV, yang belum masuk Indonesia.

Jadi aku terpaksa nonton cari di telegram hehehe…

 

2.       FRIENDS (1994 - 2004)

Well…could I BE more obvious?



Ngga usah dijelasin lah ya kenapa ini recommended dan bahkan setelah puluhan tahun kemudian, series ini masih relatable untuk ditonton. Aku udah nonton lebih dari 5x deh kayaknya. Yang paling membekas ke aku tuh lebih ke persahabatan dan karir mereka masing-masing dibanding percintaannya.


Dan mereka udah hampir tiap hari nongkrong di coffee shop, jauuuhhhh sebelum coffee shop booming di kita hhaha.

 

3.      MONK (2002  -2009) 

Another series about detective and crimes. Dan lagi-lagi, ini series udah lama tamat tapi masih relatable untuk ditonton. Ngga setua Friends jadi secara teknologi ngga keliatan jadul banget. Cuma ini tepe old school crime solving. Ngga ada teknologi facial recognition, dll yang terlalu sophisticated seperti di CSI atau serial lainnya yang lebih baru. Tapi ini ngga kerasa jadul juga kok. Malah asik, kadang kita kebawa mikir.

 


Karakter utamanya yaitu Adrian Monk dulunya adalah seorang detektif andal. Dengan bawaan OCD (Obsessive Control Disorder) justru dia jadi sangat perhatian dengan detail, daann bisa deductive reasoning juga. Persis seperti Shawn Spencer di Psych, tapi ini lebih tua aja.

Semenjak kematian tragis istrinya, Trudy Monk, yang di-bom mobilnya, Adrian Monk jadi semakin parah kondisi OCD nya. Dan fobia-fobia yang dia miliki pun jadi bertambah banyak. Udah mah sebelumnya memang udah OCD dan banyak fobia, ini karena stress dengan kematian istrinya dan masih belum bisa dipecahkan juga kasusnya, jadi makin parah sampai Monk dikeluarkan dari kepolisian.

 

Monk pun buka jasa detektif swasta dan sering di-hire oleh kepolisian San Fransisco tempatnya dulu bekerja. Sama seperti Psych, konsepnya juga 4 orang. Monk dengan asistennya Sharona (yang lalu digantikan oeh Natalie Teeger di season 3). Dan mantan partner Monk yang sekarang udah jadi kapten yaitu Leland Scottlemeyer dengan Letnan Randy Disher yang sebenernya pinter tapi kadang polosnya itu bikin kita pengen nyubit.

Disini ga akan dapet good looking and young seperti Psych dan Friends, karena karakter-karakternya memang usia diatas 30an semua. Yang lumayan cakep pun cuma Randy Disher aja.


Tapiii kasus-kasus di tiap episodenya very intriguing, dari yang berat sampai yang lucu-lucu.  Monk dengan segala fobia dan rulesnya, Randy Disher dengan kepolosan dan kepedeannya adalah sisi komedinya. Cintanya yang ngga pernah luntur buat Trudy kadang di beberapa episode bikin aku berkaca-kaca. Obsesi Monk dalam memecahkan kasus istrinya adalah benang merah panjang yang mengikat seluruh season.

Kalau nonton ini pakai teks Bahasa Indonesia, masih dapet kok komedinya, ngga seperti Psych.

 

4.     Big Bang Theory (2007 - 2019)

Kalau aku coba rangkum dalam 1 kalimat : Ini adalah smart comedy yang menceritakan tentang orang-orang smart dengan kelakuan yang ngga selalu smart.


Sheldon Cooper dan Leonard Hofstadter adalah 2 ilmuwan di Caltech yang berbagi apartemen, kemudian muncul tetangga baru di seberang apartemen mereka, Penny. Yang berkebalikan banget dari mereka. Di Caltech mereka punya 2 rekan kerja sekaligus temen se-geng yaitu Howard Wolwotz dan Raj Koothrappali.


Sitkom ini tuh fresh deh komedinya, banyak selipan permainan kata yang relate ke science, tapi ngga bikin kita bignung. Kelakuan konyol, polos and sometimes stupid dari tiap karakter juga koplak pisan. Apa sih koplak tuh ya..itu aku bikin istilah sendiri aja hahaha.

Tonton deh. Ini kental nilai persahabatan dan kekeluargaannya. Kita juga bisa nambah banyak pengetahuan baru dari Sheldon, baik itu info penting ataupun ngga penting hihihi…

Salah satu dinamika hubungan yang saya suka disini adalah antara Penny dan Sheldon. Keduanya sering bentrok, sangat ngga nyambung, sangat beda. But in the end, they loved each other. NOT as a couple ya, karena Penny dipasanginnya sama Leonard.

 

Okey segitu dulu ya listnya. Sebenarnya masih ada beberapa series yang saya sukaaa banget. Tapi kalau semua dimasukin, kepanjangan nih tulisannya.

Dari 4 diatas, ada yang udah kamu tonton juga kah? And did you like it? Share your thoughts di bagian comment yak!

See you. Thanks for reading.

Stay healthy and happy.


11 Maret 2021

Review Hotel : Tebu Hotel - Bandung

Masih di urusan perhotelan, kali ini aku mau review Tebu Hotel Bandung yang berlokasi di jl. Riau, Kota Bandung.
Sebelumnya, udah baca review aku tentang 'sodaranya" Tebu Hotel Bandung ?
Maksudnya, Grand Tebu Hotel. Kalau belum, bisa klik disini yaa untuk perbandingan. 

Jadi, Tebu Hotel ini kalau dari namanya aku nebaknya dia semacam adiknya Grand Tebu Hotel. Dan ternyata dari harga pun memang adiknya. Selisihnya 100.000-200.000 an lah.ta.

Jadi publich rate nya di kisaran 380.000 - 400.000 an (aku lupa tepatnya berapa).
Tapi, seperti biasa, tiket.com is my hero jadi bisa dapat harga 300.000 lewat dikit. Nett ya.

Di tiket.com hanya ada 1 type yang dijual.
Based on picture, aku merasa : okey, this is gonna be worth the price.

And oh I'm so wrong.

Langsung aku list yaa.

Pro tentang kamar dan hotel :
1. Lokasi tengah kota. Cukup strategis.
2. Harga murah. Apalagi kalau lewat tiket.com. Apalagi kalau ditambah promo-promo kejutan dari tiket.com. Apalagi kalau lagi masuk ke diskon tambahan kategori member. Itu loh yang Silver Member, Gold, dll. Saya masih di Silver jadi diskon tambahannya 10%. Bukan untuk semua pilihan hotel yaa. Beberapa aja. Kayaknya ganti-ganti tiap bulan.
3. Kamar bersih.

Kontra : 
1. Mulai dari pintu masuk. Posisi lobby ini tersembunyi ya, bukan menghadap jalan raya. Agak aneh nih. Jadi kalau kalian cari di google maps, seakan-akan Tebu Hotel ini masuk gang. Padahal kagaaaa. Pinggir jalan raya banget. Sebelahan sama D'Pavilljoen Hotel . Cuma yaa untuk ke lobby, masuk alleyway gitu hehehe.
2. Lobby yang tidak seperti lobby hotel. More like lobby motel? atau lobby hotel melati. Very small dan cuma ada 1 sofa "basa-basi".
3. Protokol Kesehatan "basa-basi". Ada meja yang tersedia hand sanitizer, tapi ngga ada orangnya!. Jadi aku (dan tamu lainnya yang datangnya berdekatan dengan aku) melenggang masuk tanpa pengecekan suhu. Cuma ya aku inisiatif aja pake hand sanitizernya hehehe.
4. Ada 1 securty yang standby didepan pintu lobby. Tapi saat saya turun dari lobby, ya dia diem aja. Ngga ada bantu buka pintu, menyambut, atau bahkan menawarkan bawain bareng. Asli cuma berdiri aja. Bahkan ngga ngukur suhu kek atau ngingetin hand sanitizernya ada di mejaq kek.
5. Petugas Front Office yang ngga seperti petugas FO. Hahahaha.. Bukan maslaah seragamnya yang casual yah..itu kan emang style dari perusahaannya. Tapi tutur kata dn bahasa tubuhnya ituuuu. Ngegemesin bangettttt. I pay for my stay there. So treat me like a guest please.
Nah jadi ternyata ngukur suhunya itu disiniiii...di meja Front Office, saat kita check in. Ksrena keperluan untuk ngisi formulir.
GUNANYA APAAA??
Kalau saya suhunya ternyata 39 dercel, lalau ditolak check in nya. Gunanya apa? I-m already in your building. I already touch your lobby couch, your pen, your FO bar.
6. Hand sanitizer yang dirempel depan lift, beberapa kosong. Bahkan yang di depan lift lantai lobby pun kosong.
7. Kamar sempit. Bener-bener minimalis. Tapi ini sudah diperkirakan karena sudah ada kan infonya di tiket.com.
8. Saluran TV banyak yang jelek penerimaannya. Jadi ngga bisa enjoy tv di kamar. Masalah TV ini mirip-mirip sama di Grand Tebu Hotel.
9. Kamar saya di lantai 8. Ribut banget! Ngga tau suara mesin apa dan bersala darimana. Pokonya ribut sepanajng saya tidur.
10. Dan ini ngga tau halu atau apa. Tapi saat nonton tv, samar-samar denger suara siulan. Ngga tau darimana. 
11. Ini salah satu yang paling nyebelin. Saya telepon mau order makanan, tidak ada yang angkat. Lalu telepon FO, malah ditanya udah telepon ke nomor room service nya belum. Padahal saya udah bilang "Saya telepon room service kok ngga diangkat ya? mau order makanan". TRus dia malah nanya gitu.
Akhirnya orderan dicatat oleh si mba petugas FO tersebut dan diakhiri dengan kata-kata "Oke saya coba cek dulu ya bisa ngga. Nanti ditelepon lagi ke kamar".
WHAT???
Cuma pesen kentang goreg, dia masih harus check bisa atau ngga. 
LAlu aku tunggu telepon yang dijanjikan itu.
1 jam. 2 jam. 3 jam. Sampai saya checkout, ngga ada tuh telepon ke kamar untuk mengkonfirmasi pesanan bisa atau tidak. Ada atau tidak.
Speechless owe...


Entah apa lagi point kontranya.
Kayaknya cukup segitu aja.
Ngga ada maksud menjatuhkan atau apa ya. Tapi da emang begitu yang saya rasakan. Apa adanya.
Percaya deh, aku termasuk golongan yang mendukung untuk meningkatkan kembali industri hospitality di Kota Bandung. Karena banyak orang yang nafkahnya tergantung disitu.
Tapi kalau begini kan sulit mau dukungnya...
Besoknya aja aku skip breakfastnya. Bodo amat deh rugi juga. Udah pengen buru-buru checkout aja.

Sepanjang umur saya staycation, ngga pernah tuh saya melewatkan kesempatan untuk request late checkout. Temen deket pasti tau hahahaha.
Tapi kali ini, saya malah pengen buru-buru keluar. Jam 10an aku udah checkout.

Well, sekian reviewnya. Nanti pas salse, aku upload video dan fotonya. Ngga banyak. Since akunya juga udah ngga semangat.
Semoga bermanfaat.

See you on my next curhat.

10 Maret 2021

Review Hotel : Grand Tebu Hotel - Bandung

 Perasaan baru mulai membiasakan diri nulis tahun 2021 instead of 2020.

Eeehh ternyata udah bulan Maret aja, dan pertengahan bulan pula.

Blog ini sangat ngga produktif hahahaha.

Padahal bahan konten banyak loh. Ngumpulin konten itu menurut aku gampang. Yang susah adalah ngedit dan finishing hahaha.

Anyway..kali ini (sesuai judul) aku mau review hotel lagi yah.

Ini masih fresh banget karena saat aku ngetik ini baru banget checkout hehehe.

Jadi hotelnya adalah Grand Tebu Hotel yang berlokasi di Jl. Riau, Kota Bandung. Pasti banyak yang familiar lah ya. Ini bukan termasuk hotel baru kok. Kalau dari peringkat, ini termasuk hotel bintang 4.

Biar ngga banyak kata pengantar, langsung aku list aja info generalnya ya.

Type kamar yang aku pilih : Superior Double. (queen bed).

Harga : Publish rate 504.000 (weekday). Tapiii aku book lewat tiket.com jadi hanya 409.000 nett.

Luas Kamar :

Type Kamar mandi : Shower only. Kaga ada bath tub. Kalau ingin bath tub, ada di type Suite. Tapii type Suite ngga dijual di tiket.com

Pro dari kamar dan hotel ini :

1. Luas kamar. Lumayan agak "bernafas". Ngga sekecil sodaraya : Tebu Hotel.

2. Design kamar. Klasik dan masih belum terlalu ketinggalan. Walaupun sebenernya aku lebih seneng hotel yang kamarnya full carpet, tapi yaaa si Grand Tebu Hotel ini ngga berkarpet tapi masih nyaman lantainya.

3. Harga masih masuk akal. Agak tinggi untuk sekelas kamar type seperti ini tapi posisi hotelnya kan di tengah kota ya, jadi agak "terbayar" dengan lokasinya.

4. The View. Saya dapat kamar di lt. 11 (kamar 1109). Jadi lumayan dapat city view dan sebagian view jalan Riau. Btw, untuk yang ingin type smoking room, yanlokasinya di lt.11 ya kamar-kamarnya.

5. Marketing baik banget. Ngebantu saat request late checout. Room Service Crew juga sangat sangat ramah. 


Kontra dari kamar dan hotel ini :

1. Kunci slot rantainya rusak. Kenapa tidak diperbaiki??

2. Lampu di area meja juga tidak menyala.

3. Petugas Front Office kurang hangat sambutannya baik saat check in maupun check out.

4. Petugas yang menerima telepon room service agak terlalu santai ngobrolnya ahahahah...gimana ya..terbiasa dengan sopan santun yang formal di hotel lain. ini malah gaya bicaranya seperti ke temen. Saat saya order minuman dan minta extra ice cube, dijawab "hmm..esnya ya..bentar saya tanya dulu" dengan nada yang sepertinya kurang suka kalau saya minta extra es batu..Saat dia menginfokan minuman yang saya inginkan habis juga bahasanya gimana gitu ya.... Ngga judes sih.. tapi ya kurang nyaman juga dengernya.

5. Sepertinya understaffed. Karena tidak ada bellboy. Saat saya turun dari mobil pun tidak ada yang menyambut sambil menawarkan membawakan barang. Karena hanya ada 1 security didepan dan dia sudah riweuh ngebantuin rombongan keluarga yang turun didepan saya. Saat check in juga petugas FO tidak menanyakan saya membawa barang atau tidak, butuh dibawakan atau tidak. Harus saya yang minta. Itupun yang antar adalah security.

6. Masih soal understaffed. Saat breakfast, banyak wajah yang muda dan sangat muda. Sepertinya trainee atau PKL atau apalah. Karena selain wajahnya muda-muda, cara tutur kata dan bahasanya pun tidak profesional. Keliatan bangettt masih hijau.

7. Pilihan channel TV sangat sedikit. Hanya 38 channel. Itupun mostly lokal. Film cuma HBO dan FOX Movies. Channel anak-anaknya ada gambar tapi suaranya desis doang. Channel FOX yang isinya series semua itu juga sama, ada gambar tapi suara desis doang. Jadi sama aja ngga bisa ditonton. Masih mending di Tebu Hotel, at least pilihan channel lebih banyak. Walaupun banyak yang penerimaannya juga rada kacau hhahah.

7. Kontra terakhir. Saya kan sudah request late checkout saat order di tiket.com. Begitu saya check in, langsung konfirmasi. Bisa kan late check out jam 1? Bisa. Keesokan harinya jam 11an saya telepon FO untuk konfirmasi lagi. Dijawab Bisa. Lalu jam 12an ada yang nge-bell kamar untuk bertanya : Mau extend atau check out hari ini? 

Itu sudah cara ngusir halus pertama kan. Lalu jam 12.30an DITELEPON KE KAMAR  untuk menanyakan hal yang sama : Mau checkout atau extend?

I mean...

Ini bukan pertama kalinya saya request late checkout dari hotel. Kalau bisa ya Alhamdulillah. Kalau ngga bisa yaudah belum rezeki.

Tapi ini mah dibilang bisa, kemudian untuk "diusir" secara halus sampai 2x !!

Sangat ngga worth it extra 1 jam dengan 2 gangguan hahaha..


Buat kamu mungkin poin-poin kontra saya ini ngga penting atau ngga berpengaruh terhadap keputusan pemilihan hotel ya. It's okay. We have different preferences.

Tapi semoga poin-poin Pro nya membantu kamu mengambil keputusan untuk menginap di hotel ini. Karena sesungguhnya, mungkin beberapa kontra ini terjadi karena kondisi penjualan kamar yang menurun akibat pandemi. Mungkin mereka understaffed karena perusahaan harus menghemat.

In the end, mari kita dukung industri apapaun yang lokal, yang kira-kira menyediakan lapangan kerja untuk penduduk lokal. Staycation sambil memakmurkan oramg kaya lokal kan gapapa. Karena kalau mereka makmur, jadi bisa ngegaji orang banyak juga hehehe.

Oya, aku ada video room tour singkat ya buat ngasi gambaran real kamarnya gimana.

Sayangnya aku ngga inget untuk foto-foto di hotelnya hehehe.




Btw, jangan lupa, order kamarnya lewat tiket.com yaaa.

Banyak promo, banyak harga cantik, banyak payment channelnya. Hidup lebih gampang (dan murah) deh lewat tiket.com mah hihihihi

See you on my next review!

29 Desember 2020

Thank You, 2020


 Wuihhhh 2020 sisa beberapa hari lagi. 

Padahal rasanya baru beberapa bulan yang lalu saya menuliskan target-target bisnis dan pekerjaan saya di 2020. Juga target lainnya di kehidupan saya, you know lah, mentally and physically.

Ternyata semua itu saya tulis udah 12 bulan yang lalu hehehe

Bersama teman-teman dari Bandung Hijab Blogger saya mau bercerita tentang 2020-nya saya disini. But right now, sitting here in front of my laptop. I'm overwhelmed. 


Photo by Denise Karis on Unsplash

Iya saya kewalahan. Bingung mau memulai dari mana. Karena 2020 bagi saya tuh lumayan magical, banyak terjadi hal-hal di luar perkiraan saya.


Let's start from the beginning of the year.


Januari - Februari saya masih beraktivitas seperti biasa. Handle klien wedding, klien makeup, Catering, jual-beli Logam Mulia dan Perhiasan. Bahkan untuk 4 bisini tersebut saya udah bikin strategic planning untuk sepanjang 2020. Target transaksinya / penjualannya, jadwal social medianya, rencana rekrutmen, design dan budgeting promosinya daaaan lainnya.

Selain itu saya dan suami juga berencana untuk melanjutkan lagi program hamil setelah sempat break dulu.


Maret.

Saya berangkat ke Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Lebih tepatnya bukan 'berangkat" tapi pulang kampung. Walaupun saya ngga pernah tumbuh besar disana tapi ibu saya asli sana tulen. So I produly called myself orang Minang hehe.

Anyway, saya kesana untuk bantu mengurus pernikahan adik sepupu saya. Dengan senang hati dong pulangnya. Ya bekerja, ya liburan dengan keluarga juga.

\Saat itu saya ngga menyangka that it would be my last travelling for 2020.

Sadly, suami saya mendadak tidak bisa ikut karena sakit. Alhamdulillah bukan penyakit yang fatal, tapi sudah sangat mengganggu aktivitas regulernya.

Waktu itu rasanya hati saya terbelah 2. Harusnya saya ngurus suami. Tapi di sisi lain, walaupun ini pernikahan adik sepupiu, tapi ini tetap pekerjaan juga, harus profesional, ada tanggung jawab yang ngga bisa mendadak dibatalkan.

Begitu saya pulang ke Bandung, langsung antar suami untuk kontrol ke RS. Yang tadinya berencana hanya kontrol, melanjutkan obat yang habis, ternyataaa kita ngga pulang dong. Karena dokter bilang suami saya harus dioperasi besoknya. 

Oke. 

Buru-buru suami urus izin ke kantor, dan saya urus asuransi dan pendaftaran rawat inap dll. It was really a bad experience. Maksudnya, masalah ngurus rawat inapnya yang bad expreience. 

8 jam yang meresahkan,bund. 

Saya ngga akan cerita detailnya disini. Saya udah puas-puasin komplain di review google Rumah Sakit tersebut. Saya juga udah luapkan kekesalan saya di lokasi.

Okey, lanjut. 

Alhamdulillah operasi lancar. Dan tepat 2 hari setelah operasi, mulai berlaku WFH di kantor suami. Mulai disini nih saya bisa berkata ke diri sendiri : wow, there's a bless in disguise.

Kenapa saya bisa mikir begitu? Jadi, tadinya suami hanya izin 2 hari karena kata dokter ini luka operasinya ngga dijahit, harus sembuh sendiri dan ngga besar kok. Ternyata lebih besar dan lebih parah dari yang diperkirakan. Jadi sembuhnya akan lama dan penyesuain untuk kembali beraktivitas tuh lama juga.

Suami saya udah resah mikirin kerjaan. Ngga mungkin dikasih paid leave lebih dari 1 bulan. Kita hrus bersiap-siap ambil unpaid leave.

Jadi pas dapat pengumuman dari kantornya bahwa diberlakukan WFH selama 3 bulan itu aku dan suami sejujurnya lega banget. Bisa pemulihan tanpa ninggalin pekerjaan.

Alhamdulillah.

Bukan kami bahagisa dengan kondisi pandemi ya. Bukaaann. (lagipula, seminggu di Rumah Sakit tanpa boleh dijenguk itu rasanya sepiiii). Kami hanya merasa : masih ada kemudahan dan kenikmatan dibalik ini.


April - Mei - Juni

Suami masih proses pemulihan. Sementara pekerjaan saya satu persatu berantakan.

Klien wedding satu per satu mulai melakukan pembatalan atau pengunduran acara. Namanya perubahan acara, tentu berkaitan dengan budget juga. Mereka ingin refund sebagian atau refund full. Sementara di sisi lain, vendor-vendor keberatan untuk refund. Juga ada  masalah teknikal lainnya.

Dan karena belum pernah terjadi sebelumnya, di kontrak perjanjian kerja antara WO dengan klien dan antara WO dengan vendor, tidak ada pasal mengenai kondisi bencana pandemi.

Klien makeup pun mulai berubah-rubah tanggal dan konsep. Banyak yang berujung batal juga.

Klien catering event pembatalan semua. Go Food saya terpaksa tutup karena di komplek diberlakukan isolasi mandiri (yang menurut saya sia-sia karena agak "lucu" rulesnya) .

Rasanya saat itu : my life is falling apart. Oke mungkin lebay. Tepatnya : my business is falling apart.

Saat itu saya berpikir : 2020 saya seharusnya ngga begini. Seharusnya grafiknya naik walaupun landai, bukan terjun begini. Seharusnya..... Seharusnya..... Seharusnya....


Juli - Agustus - September

Suami masih pemulihan, luka operasi hampir seluruhnya menutup. Sudah mulai bisa beraktivitas normal. Status dari kantor masih Work From Home.

Usaha WO saya bagaimana? masih sama seperti sebelumnya tapi dengan tambahan kondisi baru : tidak ada klien baru.

Job Makeup bagaimana? masih sama juga, dengan tambahan : 2 klien baru. Ini rekor ter-sepi. 6 bulan hanya ada 2 klien.

Cateringnya gimana? Masih almost zero client,bund.

Selain itu, rencana program hamil di tahun ini yang awalnya direncanakan mulai di bulan April, terpaksa dibatalkan.

Di 3 bulan ini aku ngerasa ini titik dimana aku berbenah diri. Spiritually, Financially, Mentally. But definitely not physically.

Saya berusaha berhenti mengeluh, terus puter puter puter otak cari jalan. Perbaiki ibadah, perbanyak bersujud dan bersimpuh, terus menerus mohon diampuni dan ditunjukkan jalan. Berusaha lebih let go, lebih ikhlas.

Tapi secara fisik, saya malah lupa perhatiin. Dan tentu saja ada efek sampingnya dong. 


Oktober - November

Kami mulai merasa aneh, kenapa suami kok tidak kunjung pemulihan total ya? apa ada infeksi?

Kami kembali ke dokter. Daaann muncul masalah baru, jadi suami harus operasi lagi.

Oke, kembali urus izin ke kantor dan urus asuransi dan rawat inap.

Kali ini ngga pakai marah-marah karena dokter udah tahu saya komplain besar waktu operasi pertama.

Katanya sih sampai dibahas di rapat hehehe..

Tapi ada yang berbeda. Kali ini kami ditempatkan di poli anak. Karena ternyata sekarang RS tersebut diwajibkan menerima pasien Covid. Peralatan dan pelengkapan banyak dialihkan ke bagian gedung yang merawat pasien Covid. Jadi kamar untuk rawat inap Non-Covid pun berkurang.

Kondisi bisnis mulai bergeliat seiring new normal sudah mulai diberlakukan. Di grup WA vendor wedding tuh kita rameee banget ngebahas peraturan-peraturan baru yang rasanya terus menerus berubah atau bertambah. Bingung deh.

Alhamdulillah calon pengantin mulai berani berdatangan lagi. Klien yang dulu diundur sudah mulai ada yang dilaksanakan.

Catering mulai bernafas lagi.


Desember

Suami sudah hampir sembuh total. Akhirnya dokter mengetahui penyebab penyakit yang kemarin dan suami diberi obat yang tepat.

Kondisi bisnis membaik walaupun jauuhhh di bawah kondisi sebelum pandemi.

Sedihnya, Bandung kembali menjadi zona merah dan saya melihat masih banyak yang teledor dalam menerapkan protokol kesehatan di tempat umum.


Photo by Kelly Sikkema on Unsplash


Jadi... itu highlight 2020-ku.

Dibaca sekilas, bisnis terus ya yang saya bahas. Well, karena emang di sisi itu saya ngerasa banyak ketampar. 

Tapi diantara semua keluhan itu, saya sadar ada banyak nikmat yang kami dapat :

1. Di tengah banyaknya cerita tentang orang-orang yang terkena pemotongan gaji dan bahkan PHK, suami saya tidak terkena pemotongan apapun. Bahkan karena 10 bulan ini WFH, kami jadi lebih berhemat karena tidak ada biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah.

2. Walaupun 2x operasi, kami tidak keluar uang sepeser pun karena dicover oleh asuransi. Padahal biayanya hampir sama seperti program bayi tabung. Alhamdulillah.

3. Ternyata saya jadi sempet belajar bahas aasing baru, walaupun belum sampai level advance.

4. Saya bisa ikut banyak kelas baru di berbagai bidang : marketing, bisnis, human behaviour dan bahasa. Kelasnya online, tentunya.

5. Orang-orang di sekitar saya saling support bisnis satu sama lain. Saling mempromosikan dagangan teman, tetangga, saudaranya. It gives me warm feeling to see that eventhough each of them needs every penny, that did'nt stop them from helping and support each other. Bukan saling bersaing tapi malah saling membantu. 

6. Dan yang paling tidak tergantikan adalah : 24 jam bersama suami.

Hampir 1 dekade berumah tangga, kami bertemu hanya di weekend saja. Saya udah terbiasa jadi "weekend wife". Lalu Tiba-tiba 10 bulan ini kami "dipaksa" 24 jam bersama, di rumah mungil yang tiap berapa langkah udah liat wajah dia lagi dan dia lagi hahaha.

Dan lainnya yang tidak bisa saya tulis semua disini.

So, I choose to count my blessings. Selalu ada kemudahan dibalik kesulitan. Selalu ada kenikmatan dibalik kesusahan. Selalu ada pelajaran dibalik hantaman.

Dan setelah terus-menerus berjalan menuruni bukit sampai hampir ke dasar lembah, there's no other way but UP.

Bismillahirrohmanirrohiim,

Semoga 2021 menjadi tahun dimana grafik kehidupan kita membentuk garis keatas. Perbaikan di segala aspek hidup kita. Hantaman yang dirasakan semua orang menjadikan kita orang yang lebih kreatif dan tangguh. Aamiin.

Aminin bersama yukkk.

And with all that's written, I wanna say :

Thank you for the lesson, 2020.

It's been a great magical year. But I gotta move on to the next one.


19 November 2020

Spa Experience di Rumah (Review : Scarlett Whitening Bodycare)



Muter-muter dan guling-gulingan di dalam rumah udah jadi rutinitas sehari-hari aku selama beberapa bulan ini. Sekitar 8 bulan mungkin ya. Di rumah kami yang ukurannya sangat "luas" ini ada 3 spot yang selalu jadi sasaran aku dan suami untuk bersarang. Yaitu sofa, karpet dan tempat tidur tentunya. 

Suami yang masih WFH seringnya menguasai sofa untuk jadi tempat kerjanya. Alhasil, sofa kami yang memang sudah berusia sekitar 5 tahun pun mulai menyerah. Bayangin aja, 8 bulan belakangan ini dia dalam sehari sekitar 8-10 jam non-stop dipake duduk dan tiduran. Jadi sekarang kondisinya kalau kita duduk tuh bokong udah langsung bersentuhan sama rangka kayu di dalamnya hahaha..

Alhamdulillah...Walaupun spot didalem rumah itu mentok muter-muter disitu-situ lagi, walaupun sofa mulai jebol, kami ikhlas bahagia kok tetap #dirumahaja . Toh semua demi kebaikan diri sendiri dan keluarga kita. Lagipula kami yang menjalani Long Distance Marriage ini sejujurnya sangat menikmati kondisi work from home.

Tapi yaaa...ada tapinya nih.. aku ini kan manusia biasa yang sedari dulu memang sangat menikmati dan menyukai kegiatan nyalon, spa dan segala macemnya yang berkaitan sama pampering myself. Jadi selama 8 bulan dirumah aja tuh salah satu kegiatan yang aku rindukan adalah spa.

Kangen bangetttt dipijit, luluran, scrub sebadan-badan, dan lainnya. Bahkan sekedar ada di ruang remang-remang dengan wangi aromatherapy sambil dengerin musik lembut aja itu udah ngangein banget. 

Huhuhuhu...sempet sedih aku tuh...tempat spa pada belum berani buka kan ya.

Nah kesedihan aku akhirnya menghilang pas lagi scrolling-scrolling di instagram, aku menemukan lah 1 set produk body care yang kayaknya oke banget buat pampering myself at home..

Yaitu set bodycare dari Scarlett Whitening. Produk-produk body care ini ada 3 item yaitu : Body Scrub, Shower Scrub dan Body Lotion.


Jadi sejak awal aku cek-cek dulu kan harganya..eh buset..cuma RP. 75.000,- dong per itemnya. 

Iyaa cuma 75 rebuuu. Padahal isinya banyak. Shower scrub dan body lotion itu isinya masing-masing 300ml loh.

Malah kalau ambil yang 1 set isi 5 item, itu cuma Rp. 300.000,-.

Iyaaaa beneraann jadi cuma 60 rebu per item. Plus dapet exclusive box dan FREE GIFT pula.

Sengaja bagian gratisan digedein dan ditebelin. Itu kesukaan kita kaaann..

Selain harga dan size yang sangat murah hati, Scarlett Whitening ini packaging dan pengirmannya secure pisan.

Body lotionnya tuh ada penguncinya gitu di lehernya jadi ngga bakal kepencet-pencet dan ngebeleber kemana-mana. Bentuk pengemasan body scrub, shower scrub dan body lotion ini compact jadi mudah dibawa-bawa kalau kita lagi travelling atau staycation atau bahkan numpang mandi dimanaa gitu.

Pas pengiriman juga pengamanannya double. Leher botol dilakban, trus semua dibungkus bubble masing-masing dengan tebal. Jadi pas sampai di tangan aku tuh ngga ada setetes pun airmata..eh setetespun produk yang bocor. Ngga ada penyok-penyok. Alhamdulillah semua sampai dengan selamat dan utuh.

Satu lagi poin yang bikin aku yakin dan pede untuk langsung coba 3 produk dari Scarlett Whitening ini, yaitu sudah terdaftar di BPOM.

Okeyyy sepertinya untuk harga, packaging, dll udah cukup ya aku ceritanya.

Sekarang aku mau ceritain hasil aku cobain memanjakan diri aku pakai 3 item dari Scarlett Whitening ini. Aku review satu-satu ya biar jelas.


1. Body Scrub - Romansa


Scarlett-Body-Scrub-Romansa
Scarlett Body Scrub Romansa


Dari nama dan kemasan, udah kebayang ya niqmatnya ngerawat badan pakai body scrub Romansa ini.

MashaaAllah..body scrub ini wanginya lembut dan manis. Enaaak banget. Pas lagi pakai tuh aku seketika merasa lagi di tempat spa langganan aku. Karena di penciuman aku, type aroma wangi seperti ini tuh khas Spa banget.

Bagian the best-nya adalah butiran scrubnya ini haluuss jadi ngga ada rasa sakit saat dipakai. Walaupun halus, tapi tetap ampuh mengangkat sel kulit mati di badan.

Setelah pemakaian tuh badan auto lebih ringan 2 kilogram karena daki dan sel kulit  mati udah pada tersingkir hahaha..eh tapi bener sih aku merasa badan tuh lebih cerah dan ringan. Kulit mah udah pasti auto lembut ya. 

Setelah diselidiki, ternyata Body Scrub Romansa ini mengandung GLUTATHIONE dan VIT E yang terkenal ampuh untuk mencerahkan, melembabkan dan menutrisi kulit.


2. Shower Scrub - Pomegrante

Scarlett-Shower-Scrub-Pomegrante
Scarlett Shower Scrub Pomegrante

Warna ungu ini langsung menarik perhatian aku. Cantik dan cerah banget warnanya!

Aroma shower scrub ini manis banget tapi ngga annoying. Cukup lah porsi manisnya. Kayak senyum kamu......

.

.

.

Anywayyyy....

Bagian yamg paling aku suka dari Shower Scrub Pomegrante ini adalah teksturnya yang ada buliran scrubn halusnya. Jadi pas banget nih setelah kita gosok-gosok body scrub dan pretelin kulit mati dan kusam dari badan, dimaksimalkan lagi dengan shower scrub ini. Lembut kok jadi ngga ada tuh lecet-lecet kebanyakan kena scrub. Ditambah lagi, ini busanya rich jadi aduh berasa mandi tuh dimanjain banget deh.

Kalau ada bath tub ini bisa aku pakai berendem deh kayaknya. Soalnya busanya banyak udah mirip bath foam. Shower Scrub ini juga mengandung GLUTATHIONE dan VIT E yang melembabkan dan menutrisi kulit. Jadi setelah mandi juga ngga ada rasa kulit kering ketarik-tarik ya.


3. Body Lotion - Freshy

Scarlett-Body-Lotion-Freshy
Scarlett Body Lotion Freshy


Naahhh varian body lotion yang aku pakai ini adalah produk terbaru dari Scarlett Whitening.

Aku tuh penggemar berat body lotion, dan faktor pertama yang menentukan dalam pemilihan body lotion buat aku adalah wanginya dulu karena sangat mempengaruhi mood loh.

Jadi pas aku pakai lotion ini, asliiii langsung jatuh cinta sama wanginya. Karena persis pisan plek ketiplek sama wanginya Jo Malone English Pear & Freesia Eau De Cologne.

Tau sendiri kaaann gimana niqmatnya wangi itu? makanya sampai best seller dimana-mana.

Kalau aku coba jelaskan disini ,wanginya tuh segerrr dan somehow di kepala aku tuh kayak langsung mengingatkan ke masa muda. Mood langsung naik, seger dan semangat.

Naaahh wangi ini, ditambah sama manfaat body lotion, kebayang dong badan kita dimanjainnya kayak apa.

Selain wangi, karena Body Lotion Freshy ini mengandung GLUTATHIONE dan VIT E (sama seperti 2 produk sebelumnya) jadi semakin maksimal dong ritual pampering myself ini.

Aaahhh... Aku bener-bener merasakan Spa expreience in my own bathroom.

Ngga pake mahal, ngga pake keluar rumah

Scarlett-Whitening-Body-Care



Oya, aku bisa review begini bukan hanya dengan 1-2 kali pakai ya. Tapi ini pemakaian rutin selama 3 minggu. Shower scrub dan body lotion dipakai setiap hari. Sedangkan body scrub dipakai 3x seminggu.

Untuk channel pembelian ada Shopee ( Scarlett_whitening )Bisa langsung klik yaa biar kamu bisa segera merasakan yang aku rasakan. Karena 3 item bodycare ini perfect banget buat yang butuh me time atau pampering self time tapi tetap #dirumahaja demi kebaikan.

Btw, kamu masih tertib #dirumahaja atau mulai agak longgar nih? udah berani perawatan tubuh di luar atau sama kayak aku yang cari aman?

Sekian ya curahan hati aku hari ini. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Stay Healthy and Happy, geulis.

Mmmmuaachhhh

17 November 2020

Review : Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil


Merk Azalea memang udah ngga asing di telinga kita apalagi kalau sering main Instagram dan main-main keliling blog. Review dan testimoni dari produk-produknya Azalea Beauty Hijab banyak berseliweran disana. Varian produknya pun banyak, nyaris komplit from head to toe. Dari shampoo sampai krim untuk siku dan tumit.

Buat aku pribadi, ada kebanggan tersendiri memakai produknya Azalea, karena ini merk lokal yang diproduksi secara lokal juga daaann sudah ada label Halal dari MUI. Selain dapat manfaat perawatan, kita juga mendapat rasa aman.

Tapi kali ini aku mau bahas tentang salah satu produk yang multifungsi yaitu Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil .


Azalea-Zaitun-Oil-with-Habbatussauda-Oil
Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil 


Ini minyak zaitun untuk perawatan tubuh ya, bukan untuk dikonsumsi oral (diminum). Tertulis di packagingnya ini bisa digunakan unutk pijat dan lulur. Tapi namanya juga minyak zaitun jadi sebenernya bisa lebih dari itu. 

Aku pakai Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil untuk beberapa keperluan :

1. Sebagai first cleanser dari ritual double / triple cleansing aku. Zaitun oil ini efektif membersihkan make up.

2. First step juga untuk saat aku luluran. Sebelum pakai body scrub, aku ples dulu Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil . Hasilnya amaziiinggg. Butiran scrub terasa lebih lembut di kulit karena zaitun oil ini ibarat jadi barrier kulit. Dan setelah dibilas pun kulit jadi terasa lebih nyaman dan lembut.

3. Sebagai pelengkap body lotion. Kadang sebagai pengganti juga sih. Dioles di lengan dan kaki, dan di beberapa area seperti siku lebih aku konsentrasikan pijatannya. Cepat menyerap dan ngga meninggalkan rasa lengket.

4.  Salah satu oil di dalam campuran hair oil bikinan aku. 


Azalea-Zaitun-Oil-with-Habbatussauda-Oil
Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil

Pertama mengenal Zaitun Oil with Habbatussauda Oil dari brand ini sekitar tahun 2019. Awalnya aku kurang sreg dengan aroma wanginya. Kurang "zaitun" gitu aromanya, malah lebih ke wangi bunga. Tapi setelah dipakai ternyata wanginya melembut dan jadi lebih samar, lebih mudah diterima di hidung.

Berikut ini aku salin ingredientsnya ya :

Mineral Oil, Olive (Olea Europaea) Oil, Isopropyl Myristate, Fragrance, Caprylic / Capric Triglyceride, Nigella Sativa Seed Extract, Soybean Oil, Phenoxyethanol, Tocopheryl Acetate, BHT.


Azalea-Zaitun-Oil-with-Habbatussauda-Oil
Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil 

Nah jadi ini ngga murni Zaitun oil karena ada tambahan Habbatussauda oil. Nah seperti yang kita udah tahu, Habbatussauda ini banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan tubuh dan kulit. Jadi dnegan memakai Zaitun Oil with Habbatussauda Oil kita mendapat kebaikan dari 2 bahan yang wawww banget.

Buat aku pribadi sih, akan lebih senang kalau Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil ini ngga pakai fragrance, ngga ada wangi-wanginya. Biar aja aroma alami zaitun dan habbatussauda yang menonjol. 

Kalau kamu gimana? lebih suka body oil yang ada wangi-wanginya atau ngga?

Udah pernah coba Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil juga kah?

Share dong pengalaman kamu dengan body oil atau zaitun oil disini.

6 Oktober 2020

Menghasilkan Uang Melalui Blog


Berita gembira buat kalian tim rebahan yang masih tertib untuk #dirumahaja .

Sekarang, nyari duit pun bisa sambil gogoleran loh.

You know gogoleran? itu loh..... sleep-sleepan.

Nih dibawah ini contohnya :



Photo by Inside Weather on Unsplash

 


Jadiii...

Gimana caranya menghasilkan uang sambil selonjoran?

Ada banyak jalan menuju "dapat uang sambil rebahan".

Tapi yang saya bahas disini hanya salah satunya, yaitu melalui BLOG. Ini bukan cara instant dan bukan cara mudah juga. But at least ini salah satu ikhtiar.

Daripada rebahannya cuma buka-buka instagram, tik tok, dll hanya nontonin karya orang. Kuota abis, tapi ngga menghasilkan feedback berupa cuan. Mending create something kan.

Langkah pertamanya gampang kok , kamu cukup memulai dengan : Create a Blog.

Iya, bikin aja dulu blognya yaa.

Sebenernya profesi Blogger ini bukan cara baru atau ide baru sih. Tapi boleh lah ya kita bahas lagi salah satu cara menghasilkan uang ini. Karena momennya lagi pas nih, sis. Lagi kondisi begini, semua ingin mencari penghasilan tambahan, roda ekonomi harus terus berputar.


Okey kita lanjut ya.


Bikin blog nya dimana? 
Seperti yang kamu liat sendiri, kalau saya bikinnya di Blogspot..eh Blogger.
Walau sekarang namanya udah blogger.com tetep aja saya masi terbiasa nyebut blogspot hehehe..
Selain pakai Blogger ini, kamu bisa pakat platform lain kok semisal Wordpress.
Coba kamu banding-bandingkan sendiri mana yang kamu rsa lebih nyaman untuk kamu otak-atik.

Karena hubungan antara kamu dan blog-mu adalah hubungan jangka panjang, jadi pilihlah yang dirasa familiar dan nyaman.

Lalu, tetapkan tema.
Nah step ini bisa bahaya nih. Karena sebaiknya ngga sembarangan tapi kalau terlalu berlebihan dalam memikirkannya, bisa batal bikin blog karena ngerasa overwhelmed apalagi kalau kamu type orang yang banyak minat.

Memang kenapa tema kok harus ditentukan di awal?
Karena ini berkaitan dengan caramu menghasilkan uang dari blog.

Nah kalau kamu udah suka sama 1 type bahasan tertentu, bersyukurlah karena ngga harus linglung dan bisa langsung memulai.
Kalau kamu bingung karena terlalu banyak minat misalnya ingin bahas beauty tapi suka film juga. Ya sudah, masukin aja 2 tema tersebut di blog kamu, karena yang penting adalah : bikin aja dulu, nulis aja dulu.
Setelah yakin mau tema apa, tentunya langkah natural selanjutnya adalah menentukan Judul Blog.

Wuiiihh ini proses branding image juga nih. Choose your blog name wisely.
Bisa diganti belakangan sih tapi jangan terlalu sering. Bahkan kalau bisa jangan sampai pernah ganti.

Aku juga blogging dari tahun 2012, baru ganti judul di tahun 2019 (atau 2018?).
Dan berencana untuk tidak ganti judul lagi. Penasaran kenapa setelah sekian tahun ngeblog kok aku malah ganti judul blog?
Silakan klik artikel ini untuk cerita jelas dan detailnya.


Photo by Inside Weather on Unsplash



Okeee..bikin bog udah, tema dan judul udah. Sekarang saatnya mengisi blog kamu.
Isilah dengan jawaban yang benar.
eh...
Isilah dengan artikel atau postingan yang berkualitas. Kalau kamu membuat blog yang temanya sesuai dengan hobi atau passopn kamu, InshaaAllah membuat postingan adalah hal yang ringan.
Karena kamu seperti lagi ngebahas hal-hal yang emang biasanya kamu suka behas di kehidupans ehari-hari. Just like talking. Tapi isi pikiran dan omongan kamu itu diketik.

Naah tentu pertnyaan selanjutnya adalah kapan duit datang?
Dulu kita para blogger bergantung pada adsense. Ya, tinggal buat dan aktifkan akun adsense lalu pasang di blog kita. Cepat atau lambat, $100 pertama akhirnya akan diraih oleh kita.

Tapi diluar itu ada penghasilan yang bisa lebih "kerasa" dan agak lebih cepet daripada nunggui adsense masuk. Yaitu sponsorship atau bentuk kerjasama apapun dengan brand.
Tapi ngga bisa dibilang cepet juga sih ya. Karena brand baru meilirik kalau blog kita dinilai sudah cukup banyak pembacanya, bagus trafficnya.
That's why you blog content is important!
Ngga hanya kualitas konten blog kamu, tapi juga konsistensinya.

Saat blog mendekati kita, apalagi kalau di awal-awal, mungkin kita belum ditawari fee. Tapi biasanya free product dulu. Untuk kita review, kita ulas di artikel blog kita.
KAlau pekerjqan kita memuaskan, pasti lama-lama brand yang datang udah langsung nanyain Rate Card  kita.

Belum tahu rate card itu apa?
Nanti yaa dibahas di artikel terpisah. Atau kalau ngga sabar, boleh googling hehehe

Lalu dari blog ini, kamu bisa merambah ke Instagram atau Tiktok juga.
Langkah awal kamu bisa promote blog kamu di Instagram, rajin-rajin share link. Belum bisa swipe up? no problemo! share aja link di bio.
Ke depannya, kamu bisa dapetin review job di Blog dan Instagram loh.

Kembali lagi mengenai konten blog.
Kuncinya sederhana aja : Kualitas dan Konsistensi.

Konsistensi.
Buatlah jadwal posting. Apalagi kalau blog kamu masih baru, usahakan sebanyak mungkin.
Misalnya 3 artikel per minggu.
KAlau kejar tayang malah 1 artikel per hari hehehe
Supaya "perbekalan" blog kamu cepet banyaknya. JAdi saat brand lagi lirik-lirik, mereka ngga menganggap blog kamu tuh hampa.

Kualitas.
Membuat artikel sebanyak mungkin atau sesuai jadwal, bukan berarti ngasal ya isinya.
Usahakan setiap artikel itu memiliki manfaat. Baik itu review produk, review jasa, review lokasi, tutorial, informasi terkini dll.
Buatlah artikel yang jujur tapi terjaga tata bahasanya.
Kalau misalnya barang / jasa / lokasi yang kamu review atau ceritakan itu ngga memuaskan atau malah sangat mengecewakan, ngga perlu lah penghuni kebun binatang dibawa-bawa ya. Ngga perlu juga kata-kata yang sifatnya merendahkan. Ingat, tujuan tulisan kita itu supaya memberi informasi, memberi manfaat. Bukan menyebar kebencian.

Selalu menulis dari hati, curahkan isi pikiran yang sebenar-benarnya.
Blog ini milik kamu. Make it the best.

Jangan lupa, ada step 0 yang HARUS kamu lakukan sejak awal. Bahkan sebelum kamu mulai membuat blog, dan HARUS dilakukan setiap mau menulis, 
Yaitu : 
Ucapkan Bismillahirrohmanirrohiim. (bagi yang Muslim)


Well, goodluck yaa rebahannya. Semoga menghasilkan, semoga kamu bahagia selalu, dan sehat sehat terus. Semoga Corona Virus segera punah. Aamiin.

See you.

26 Juli 2020

Adakah Brightening Face Serum yang Halal dan Aman?


Aku seneng banget kalau dimintai rekomendasi face serum oleh teman-teman dan saudara. 
Bahkan ada juga DM dari follower Instagram. 
Karena aku sendiri termasuk serum addict yang ngga berhenti hunting face serum demi masa depan kulit wajahku.

Mereka yang nanya rekomendasi dari aku tuh tahu kalau aku skincare addict dan reviewer, jadi daripada repot (dan boros) beli untuk coba produk baru yang belum tentu berhasil, lebih baik tanya ke tukang nyobain skincare dan makeup kan hehehe

Dari semua yang minta rekomendasi, kebanyakan cari face serum yang bisa mengatasi :
Kulit kusam dan berkurangnya kekenyalan kulit.
Aku juga samaaaaa..nyari serum yang bisa bantu bikin kulit jadi lebih cerah dan lembap..

Tapi ada 2 faktor tambahan yang penting buat aku, yaitu : 
  • Halal. Sudah dinyatakan halal oleh MUI. 
  • Aman. Dalam artian isinya tidak mengandung alcohol, paraben dan parfum


Naah bagi aku, selama ini masih susssaaahhh nyari face serum yang bisa memenuhi 2 syarat diatas DAN juga ada efek ke kulit wajah aku.

Sampai…

Aku…

Menemukan…

Ini…!!




Azalea Brightening Face Serum




Azalea Brightening Face Serum
Yesss betul.. ini dari Azalea Beauty Hijab yang udah terkenal dengan produk-produknya yang Halal (bisa dilihat, semua produknya sudah terdapat logo Halal dari MUI), dan kandungannya yang aman (semua produk terdaftar di BPOM RI).

Pertama kali tahu tentang kehadiran Azalea Brightening Face Serum di dunia per-skincare-an,  aku langsung super excited pengen pakai karena berdasarkan produk lainnya yang udah aku coba dari Azalea Beuty Hijab itu semuanya memuaskan dan ada hasilnya.



azalea-brightening-face-serum
Azalea Brightening Face Serum

Alhamdulillah aku berkesempatan pakai brightering serum ini… and you know what? Sejak pertama kali banget pakai Azalea Face Serum ini, aku langsung jatuh cinta.

Hal pertama yang paling bikin terkesan : Cepat Meresap.
Jadi awalnya aku pikir karena teksturnya ini watery tapi kental jadi mirip semi-gel, bakalan ada sisa rasa lengket dan cepel gitu. Ternyata ngga doonggg. Ini ringan ke kulit dan dalam hitungan detik langsung “ditelen” sama kulit.
Seneng banget, jadi ngga takut mengganggu pemakaian produk skincare or makeup selanjutnya. Tapi walaupun cepat banget meresap, dia tetap bikin kulit berasa lembab dan kenyal.

Hal kedua yang bikin happy dari face serum ini adalah :
No Paraben, No Alcohol, No Fragrance.
3 ingredients ini adalah yang sebisa mungkin aku hindari dan hilangkan dari rangkaian skincare yang aku pakai.

Last but not least, Ini point ketiga yang ngga kalah pentingnya :
ingredients yang terdapat di dalam Azalea Brightening Face Serum . Serum ini mengandung  Vitamin C, Sodium Hyaluronate dan Olive Oil.
Vitamin C mampu membantu mencerahkan kulit wajah. Ini berita gembira buat yang suka ngeluh wajahnya kusam.
Sodium Hyaluronate dan Olive Oil diformulasikan untuk menutrisi dan menjaga kelembapan kulit wajah dan mengontrol minyak berlebih.

Nah 3 step yang aku lakukan dalam mengaplikasikan serum ini adalah :
Step 1, teteskan ke telapak tangan. Aplikasikan ke wajah secara merata
Step 2, pijat perlahan ke arah atas untuk penyerapan yang lebih maksimal. Pijat ringan ya! Biarkan kulit menyerap sendiri.
Step 3, gunakan rutin setiap pagi dan malam hari. Dalam perawatan kulit, RUTIN adalah koentji.

Sederhana banget kan?
Jadi buat kamu yang masih mencari serum yang bisa membantu mencerahkan wajah, mengontrol minyak berlebih dan menjaga kekenyalan kulit, aku rekomendasiin Azalea Brightening Serum ini.
Belinya dimana? Gampang banget! Tinggal ke SHOPEE aja.

Kalau lihat packaging, ini kelihatan seperti produk mahal ya. Botolnya kaca tebal berwarna putih buram dan di leher dalamnya itu ada pelapis karet lagi jadi super secure untuk menangkal bakteri masuk.
Padalah kalau kalian cek di SHOPEE , serum 30ml ini harganya hanya Rp 95,000 loh.
Ramah banget khaaann di kantong. Cantik ngga harus mahal.
Oya, nanti pas lagi beli serum ini di Shopee, sekalian beli facial wash dan skincare lainnya deh. Ngga bakal nyesel!
Okey deh, semoga review ini bermanfaat yaa.
Stay geulis, darling.
See you.


#AzaleaBeautyHijab #NaturalRadiantAndGlowing #AmazingBrightSkin 

30 April 2020

Tetap Waras Selama #dirumahaja

2020 adalah tahun yang cukup ajaib, sejauh ini.
Saya ngga pernah nyangka berita yang saya dengar hanya dengan setengah perhatian mengenai virus baru di negeri seberang sana, ternyata akan sangat luar biasa dampaknya.
Dalam hitungan bulan, semua rencana yang sudah diplot sejak jauh hari, berantakan semuanya.
Gara-gara virus yang ngga bisa dilihat dengan mata telanjang.

Buat yang belum tahu, saya menjalani 2 usaha utama. Wedding Organizer dan Kuliner.
Selain WO, saya juga berprofesi sebagai Make Up Artist.
Untuk 2020 ini klien yang sudah booking jasa Make Up dan jasa WO saya ada yang berencana mengadakan acara di bulan April, Juli, Agustus, September.
Ada klien Leins Wedding , ada klien Studio Rias Letisia , ada juga yang menyewa baju, ada makeup untuk photoshoot.
Semmmuaaaa klien yang di bulan April dan Juli, terpaksa diundur ke akhir tahun, bahkan ada yang batal. Beberapa yang di bulan Agustus pun sama.
Sementara karyawan yang bukan freelance tetap harus dibayar setiap minggu.

Untuk di Leins Kitchen lebih (agak) parah.
Go Food saya terpaksa tutup. Kenapa? padahal kan ngga ada larangan jualan.
Karena eh karena...komplek aku berinisiatif menutup gerbangnya untuk orang selain warga komplek.
Jadi kalau ada urusan apa-apa dengan pihak luar, ya janjian di pos.
Jarak dari rumah saya ke post sekitar 300-400 meter saja.
Tapi dagangan di Go Food adalah masakan rumahan. Rendang daging, soto ayam,dll.
Kebayang ngga gimana mau jualan kalau drver ngga boleh ke rumah aku?

Selain Go Food, klien catering yang untuk event pun batal sebatal-batalnya karena acara mereka pun batal.
Asisten untuk urusan catering memang semua freelance, mereka dibayar per hari dan per job.
Jadi saya merasa sedih udah ngecewain mereka, ngga bisa ngasih job.
Mostly mereka adalah ibu-ibu penunjang keuangan keluarga dan bahkan ada yang kepala keluarga. Strong women deh.

Honestly, 1 bulan terakhir ini adalah yang paling berat terasa oleh aku. Dari segi bisnis dan pencapaian diri. Merasa bener-bener ngga produktif.

Tapi.


Selalu ada sisi positif dan negatif dari segala sesuatu.

Sejujurnya, saya seneng jadi bisa barengan sama suami terus-terusan 24 jam.
Karena di kondisi normal, kami hanya ketemu di weekend.

Setelah awalnya kesel sama situasi, akhirnya memaksakan diri untuk ikhlas dan cari cara untuk bahagia.
Pokoknya gimana caranya jangan kesel melulu... kasian suami.
Cuma nanyain lakban dimana aja kena omel.
Maap yaaaa suamikuuuuuu...



So I ended up doing these things :

1. Belajar Bahasa Asing (lagi)
Hahahaha ini agak absurd sih.
Gara-gara "Money Heist" kuping aku jadi ngerasa enak dengan bahasa mereka.
Terus sempet kepikir pengen belajar. Tapi kalau kondisi normal, si rasa kepengen belajar itu hanya tinggal kepengen aja.
Kapan lagi waktu paling tepat?
Ya sekarang.
Sampai sejauh ini pengetahuan Bahasa Spanyol aku masih sangat pre-basic..malah kalau ada level pre-pre-basic, sepertinya aku di level itu.
Tapi aku happy...merasa ada achievement walau setitik.

Selain Bahasa Spanyol itu, aku juga buka-buka lagi buku aku jaman belajar Bahasa Korea.
Terakhir belajar tuh jaman kuliah (ngga usah nanya taun berapa kuliahnya).
Terus jadi berasa nostalgia gitu...
Berasa seperti sesuatu yang debuan di otak kembali digosok.


2. Menyelesaikan Buku
Bukan selesai menulis buku ya. Tapi membacanya hehehe..
Dalam 1 bulan ini aku berhasil menamatkan 7 buku.
6 fiksi, 1 non-fiksi.
Ngga amazing kalau dibandingin ke history membaca aku jaman gadis.
Bisa sehari 2 buku. Serius.
Tapi kalau baca buku pelajaran tuh 3 halaman udah ketiduran...kenapa ya.




3. Re-Arrange Furniture
Sebenernya bukan hanya atur ulang furniture ya.
Selain geser sana - geser sini, aku juga ngedandanin ulang.
Apa sih istilahnya...
Jadi furniture aku yang warna hitam, aku amplas dan cat putih.
Intinya gitu doang.

Alhamdulillah suami sabar ngeliat :
Rumah berantakan selama beberapa hari.
Istrinya mondar mandir mindahin furniture, ngerubah storage management.
Declutter, dll.
Padahal setiap hari kan dia kerja di rumah.

Hasilnya?
Not so bad.
Tapi ngga sebagus itu sampai aku mau post disini hasilnya hahahah



4. Declutter Declutter Declutter
Aku nulis sampai 3x karena saking banyaknya yang saya declutter dirumah.
Hampir semua sudut !
I'm not a minimalist  dan sepertinya tidak akan menuju kesana karena aku ngga merasa Minimalism = Tesya.
Mungkin kalau aku mah lebih ke simplifying life kali ya.
Menyederhanakan. Mengurangi.

So, di rak buku.
I manage to get rid of approximately 8 books.
Iya 8 buku aku dieliminasi dari rak.
Itu sedikit. Karena dulu pernah 18 buku dikeluarkan. Sadis.
Kalau ngikutin nafsu, butuh 3 rak buku ukuran medium untuk nampung semua koleksi buku aku.
Saya maksain harus cukup di 1 rak saja.
Nanti kalau rumahnya udah gedeeeee, I will dediczte 1 room for my personal library.
Salah sau cit-cita aku tuh punya perpustakaan sendiri hahaha

Lalu, di rak tv.
Puluhan DVD out. Sekitar 30an ada tuh kayaknya. Belum lagi CD photo dll.
I'm a movie freak, and a collector.
Sekarang dibatasi harus cukup dalam 1 laci aja kleksi film dan serial yang disimpan, berarti sekitar 40 judul. Termasuk 1 diantaranya adalah DVD pas acara nikahan aku hihihi..

Lalu declutter di dapur, lemari baju, laci elektronik, meja rias, dll.

Setelah berhari-hari mencicil declutter, rasanya capeeeee.
Tapi hati lebih ringan dan plong.
Rasanya kayak bisa bernafas dengan lega.
That's why normally aku rutin declutter tiap 2-3 bulan.
Selain karena takut dihisab, juga karena perasaan lega dan puas setelahnya itu loh.

5. GIVEAWAY
Last but not least. Aku ngadain giveaway di channel Youtube aku.
Ini juga salah satu bentuk usaha aku untuk tetap #tetapwarasselamadirumahaja
Rasanya seneng aja bisa bagi-bagi walau pun sedikit.

Kalau kamu mau ikutan, check video ini dan baca description box-nya yaa
Good luck!!




Well, that's it.
Sepertinya itu aja hal-hal major yang aku lakukan supaya tetap waras selama masa pandemi ini.
Sejenak melupakan keresahan karena merasa sangat tidak produktif.

Hal lainnya yang ngga signifikan tapi menghibur adalah :
Netflix dan Game di HP hahahah.

Mungkin kalian bisa share versi kalian biar #tetapwarasdirumahaja apa aja?
Dan jangan lupa sambil intip juga versi temenku Puspa , juga teman-teman lain dari Bandung Hijab Blogger karena tema artikel kali ini merupakan kolaborasi bareng mereka semua!

Stay geulis, stay healthy, and happy.

18 Februari 2020

A Better Me






Siapa yang paling bisa menilai apakah kita udah jadi orang yang lebih baik atau justru lebih buruk?
Siapa yang paling tahu sebenarnya kita udah di jalur yang benar atau justru lagi belok ke tikungan yang salah?
If you ask me, then the answer is : Nobody.
Karena setiap manusia menilai dari sudut pandangnya masing-masing.

Take me, for example.
Buat orangtua saya, semakin saya tua ya semakin kalem diri ini, jadi rada lebih eling dikit lah hihi..
Beda di mata beberapa teman saya, bisa jadi mereka menganggap saya jadi "ngga asik" dan ngga sefleksible dulu. Karena beberapa hal yang saya rubah seiring dengan bertambahnya beberapa hal yang saya ketahui.
Tapi di mata teman lainnya mungkin saya justru udah jadi orang yang rada bener dan lurus.
Everyone judging by their own point of view.

Jadi, point of view siapa yang mau kita gunakan?
Saya sih milihnya : My own POV.
Kamu juga pasti gitu kan? iya kan? iya aja lah..ngakuu..

Setiap harinya saya coba untuk jadi lebih baik, lebih baik, lebih baik.
And I decided, tahun 2020 ini, makna a better me versi saya adalah : a happier me.

Terus biar happy, kudu piye?
Rencananya sih kudu gini nih :

1. Let it Go
Ada orang yang pas lagi ngobrol, suka kurang terfilter dan berujung bikin kita dongkol? let it go.
Ada teman atau saudara yang bercandaannya menyayat hati kita? let it go.
Ada teman yang datang pas butuh, ngilang pas ga butuh? let it go.
Perbuatan beberapa orang di sekeliling kok nyakitin kita ya? kurnag menghrgai kita ya? Let. It. Go.
Jangan terlalu banyak curhat saat kita disakiti. Jangan banyak drama.
Nikmatin sesaat lalu katakan : ah udahlah biarin aja.

2. Kurangi Kepemilikan
Ini agak berkaitan sama kebiasaan declutter saya. Dari kecil tuh bunda saya selalu membiasakan  untuk bongkar dan seleksi besar-besaran setiap 3 bulan sekali. Itu berarti dari jaman belum mengenal kata Decluttering. 
Sampai sekarang kebiasaan itu terus berjalan. Malah saya lakukan 1x/bulan. Rasanya ada yang mengganjal aja gitu kalau belum declutter. Rasanya mumet liat barang banyak atau numpuk.
I'm not a minimalist. No. Honestly, I love stuff. I love having stuff around me.
Tapi yaaa..yang berguna dan terpakai.

Kebiasaaan declutter bulanan ini membantu saya untuk mengurangi kepemilikan.
Somehow, berkurangnya barang yang dimiliki membuat hidup terasa lebih ringan.
Ngga perlu menjadi seorang minimalist. Ngga perlu ekstrim merubah semuanya, atau ekstrim mengurangi setengah dari barang- barang yang kita miliki. NO.
Mulai dari sedikit dulu. Duh kalau saya jelasin detail, butuh post tersendiri nih.
Intinya mah, dengan berkurangnya tumpukan barang, berkurang juga rasa mumet.
Berkurangnya rasa mumet = B. a. h. a. g. i. a.

3. Bergerak
Sejak dari baru bangun pagi, sampai menjelang tidur malam, saya selalu usahakan banyak bergerak, apapun kegiatannya.
Stretch ringan saat bangun pagi, ini membuat tubuh hangat dan saat mulai beraktivitas, kaki ngga "kaget".
Lagi banyak pekerjaan di depan laptop atau hp, sesekali berdiri jalan bolak balik didalam rumah dan diselingin stretching lagi, ini membuat peredaran darah lancar dan mengurangi resiko terkena penyakit-penyakit yang disebabkan terlalu lama dalam posisi yang sama.
Pokoknya walalupun dalam sehari tidak keluar rumah, bergerak itu terus-terusan.
Biarpun jarangg olahraga karena terhambat kesibukan harian, badan tetap lincah dan ngga kaku karena terbiasa bergerak.
Jadi walaupun gendut, tapi lincah hihihi

Ini diluar aktivitas olahraga yaa. Itu beda bahasan.
Kenapa kok ngga olahraga?
Oh aku olahraga kok, tapi sejujurnya ngga sesering yang seharusnya.
Targetnya sih 30 menit per hari, dilakukan setiap hari.
 Realitanya : 30 menit per hari, dilakukan 2-3x seminggu hihihihi

Jadi ceritanya saya sedang dalam proses mencoba menjadi istri yang ngga banyak keluar rumah kalau suami lagi ngga ada. Kebetulan suami saya bekerja di luar kota dan pulang hanya saat weekend. Jadi selama Senin-Jumat saya berusaha apa-apa di rumah saja.
Kecualiii untuk urusan pekerjaan yang memang ngga bisa saya lakukan dari rumah.
Untuk Blog dan Catering, saya bisa banget kerjakan dirumah semuanya.
Tapi untuk urusan Make Up dan Wedding Organizer saya, ngga bisa sepenuhnya dari rumah.

Ujung-ujungnya saya jadi  lebih suka melakukan HIIT dan weightlift aja karena bisa dilakukan di rumah.
Padahal dulu sejak SMA saya tuh penyuka lari. Tapi sejak lari menjadi olahraga dan hobi yang trending, saya malah jadi ilfeel. hehehe..aneh ya.

Nah selama dirumah, saya usahakan ngga nyangkut di sofa nonton netflix seharian.
Panjang amat ya buat ngejelasin bergerak aja..dasar bawel hahahahah


Yaudah deh sepertinya 3 itu dulu saja yang sedang saya gencar lakukan ke diri sendiri.
Bukan resolusi 2020 karena dilakukannya sejak kisaran akhir 2019 kemarin.
Tapi mudah-mudahan bisa tercapai a happier me di tahun 2020 ini.

Karena kalau kita udah bahagia di dalam, kita bisa menyebar dan membagikan kebahagiaan ke orang-orang di sekitar kita. Inshaa Allah.

Dongeng di blog hari ini adalah hasil kolaborasi bersama temen-temen cantik di Bandung Hijab Blogger
Cek blog post lainnya dari mereka yaaa...pasti inspiring!!.

Stay happy, darling.
Mmmuachh

Post of The Month

Akhir Tahun 2022 : Sudah Punya Apa Saja?

Saat saya menulis ini, Tahun 2022 tersisa 19 hari lagi. Jujur, rasanya pedih ke hati. Juga takut. Pedih karena merasa ngga ada perkembangan ...

Yang Ini Juga Menarik...