29 Desember 2020

Thank You, 2020


 Wuihhhh 2020 sisa beberapa hari lagi. 

Padahal rasanya baru beberapa bulan yang lalu saya menuliskan target-target bisnis dan pekerjaan saya di 2020. Juga target lainnya di kehidupan saya, you know lah, mentally and physically.

Ternyata semua itu saya tulis udah 12 bulan yang lalu hehehe

Bersama teman-teman dari Bandung Hijab Blogger saya mau bercerita tentang 2020-nya saya disini. But right now, sitting here in front of my laptop. I'm overwhelmed. 


Photo by Denise Karis on Unsplash

Iya saya kewalahan. Bingung mau memulai dari mana. Karena 2020 bagi saya tuh lumayan magical, banyak terjadi hal-hal di luar perkiraan saya.


Let's start from the beginning of the year.


Januari - Februari saya masih beraktivitas seperti biasa. Handle klien wedding, klien makeup, Catering, jual-beli Logam Mulia dan Perhiasan. Bahkan untuk 4 bisini tersebut saya udah bikin strategic planning untuk sepanjang 2020. Target transaksinya / penjualannya, jadwal social medianya, rencana rekrutmen, design dan budgeting promosinya daaaan lainnya.

Selain itu saya dan suami juga berencana untuk melanjutkan lagi program hamil setelah sempat break dulu.


Maret.

Saya berangkat ke Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Lebih tepatnya bukan 'berangkat" tapi pulang kampung. Walaupun saya ngga pernah tumbuh besar disana tapi ibu saya asli sana tulen. So I produly called myself orang Minang hehe.

Anyway, saya kesana untuk bantu mengurus pernikahan adik sepupu saya. Dengan senang hati dong pulangnya. Ya bekerja, ya liburan dengan keluarga juga.

\Saat itu saya ngga menyangka that it would be my last travelling for 2020.

Sadly, suami saya mendadak tidak bisa ikut karena sakit. Alhamdulillah bukan penyakit yang fatal, tapi sudah sangat mengganggu aktivitas regulernya.

Waktu itu rasanya hati saya terbelah 2. Harusnya saya ngurus suami. Tapi di sisi lain, walaupun ini pernikahan adik sepupiu, tapi ini tetap pekerjaan juga, harus profesional, ada tanggung jawab yang ngga bisa mendadak dibatalkan.

Begitu saya pulang ke Bandung, langsung antar suami untuk kontrol ke RS. Yang tadinya berencana hanya kontrol, melanjutkan obat yang habis, ternyataaa kita ngga pulang dong. Karena dokter bilang suami saya harus dioperasi besoknya. 

Oke. 

Buru-buru suami urus izin ke kantor, dan saya urus asuransi dan pendaftaran rawat inap dll. It was really a bad experience. Maksudnya, masalah ngurus rawat inapnya yang bad expreience. 

8 jam yang meresahkan,bund. 

Saya ngga akan cerita detailnya disini. Saya udah puas-puasin komplain di review google Rumah Sakit tersebut. Saya juga udah luapkan kekesalan saya di lokasi.

Okey, lanjut. 

Alhamdulillah operasi lancar. Dan tepat 2 hari setelah operasi, mulai berlaku WFH di kantor suami. Mulai disini nih saya bisa berkata ke diri sendiri : wow, there's a bless in disguise.

Kenapa saya bisa mikir begitu? Jadi, tadinya suami hanya izin 2 hari karena kata dokter ini luka operasinya ngga dijahit, harus sembuh sendiri dan ngga besar kok. Ternyata lebih besar dan lebih parah dari yang diperkirakan. Jadi sembuhnya akan lama dan penyesuain untuk kembali beraktivitas tuh lama juga.

Suami saya udah resah mikirin kerjaan. Ngga mungkin dikasih paid leave lebih dari 1 bulan. Kita hrus bersiap-siap ambil unpaid leave.

Jadi pas dapat pengumuman dari kantornya bahwa diberlakukan WFH selama 3 bulan itu aku dan suami sejujurnya lega banget. Bisa pemulihan tanpa ninggalin pekerjaan.

Alhamdulillah.

Bukan kami bahagisa dengan kondisi pandemi ya. Bukaaann. (lagipula, seminggu di Rumah Sakit tanpa boleh dijenguk itu rasanya sepiiii). Kami hanya merasa : masih ada kemudahan dan kenikmatan dibalik ini.


April - Mei - Juni

Suami masih proses pemulihan. Sementara pekerjaan saya satu persatu berantakan.

Klien wedding satu per satu mulai melakukan pembatalan atau pengunduran acara. Namanya perubahan acara, tentu berkaitan dengan budget juga. Mereka ingin refund sebagian atau refund full. Sementara di sisi lain, vendor-vendor keberatan untuk refund. Juga ada  masalah teknikal lainnya.

Dan karena belum pernah terjadi sebelumnya, di kontrak perjanjian kerja antara WO dengan klien dan antara WO dengan vendor, tidak ada pasal mengenai kondisi bencana pandemi.

Klien makeup pun mulai berubah-rubah tanggal dan konsep. Banyak yang berujung batal juga.

Klien catering event pembatalan semua. Go Food saya terpaksa tutup karena di komplek diberlakukan isolasi mandiri (yang menurut saya sia-sia karena agak "lucu" rulesnya) .

Rasanya saat itu : my life is falling apart. Oke mungkin lebay. Tepatnya : my business is falling apart.

Saat itu saya berpikir : 2020 saya seharusnya ngga begini. Seharusnya grafiknya naik walaupun landai, bukan terjun begini. Seharusnya..... Seharusnya..... Seharusnya....


Juli - Agustus - September

Suami masih pemulihan, luka operasi hampir seluruhnya menutup. Sudah mulai bisa beraktivitas normal. Status dari kantor masih Work From Home.

Usaha WO saya bagaimana? masih sama seperti sebelumnya tapi dengan tambahan kondisi baru : tidak ada klien baru.

Job Makeup bagaimana? masih sama juga, dengan tambahan : 2 klien baru. Ini rekor ter-sepi. 6 bulan hanya ada 2 klien.

Cateringnya gimana? Masih almost zero client,bund.

Selain itu, rencana program hamil di tahun ini yang awalnya direncanakan mulai di bulan April, terpaksa dibatalkan.

Di 3 bulan ini aku ngerasa ini titik dimana aku berbenah diri. Spiritually, Financially, Mentally. But definitely not physically.

Saya berusaha berhenti mengeluh, terus puter puter puter otak cari jalan. Perbaiki ibadah, perbanyak bersujud dan bersimpuh, terus menerus mohon diampuni dan ditunjukkan jalan. Berusaha lebih let go, lebih ikhlas.

Tapi secara fisik, saya malah lupa perhatiin. Dan tentu saja ada efek sampingnya dong. 


Oktober - November

Kami mulai merasa aneh, kenapa suami kok tidak kunjung pemulihan total ya? apa ada infeksi?

Kami kembali ke dokter. Daaann muncul masalah baru, jadi suami harus operasi lagi.

Oke, kembali urus izin ke kantor dan urus asuransi dan rawat inap.

Kali ini ngga pakai marah-marah karena dokter udah tahu saya komplain besar waktu operasi pertama.

Katanya sih sampai dibahas di rapat hehehe..

Tapi ada yang berbeda. Kali ini kami ditempatkan di poli anak. Karena ternyata sekarang RS tersebut diwajibkan menerima pasien Covid. Peralatan dan pelengkapan banyak dialihkan ke bagian gedung yang merawat pasien Covid. Jadi kamar untuk rawat inap Non-Covid pun berkurang.

Kondisi bisnis mulai bergeliat seiring new normal sudah mulai diberlakukan. Di grup WA vendor wedding tuh kita rameee banget ngebahas peraturan-peraturan baru yang rasanya terus menerus berubah atau bertambah. Bingung deh.

Alhamdulillah calon pengantin mulai berani berdatangan lagi. Klien yang dulu diundur sudah mulai ada yang dilaksanakan.

Catering mulai bernafas lagi.


Desember

Suami sudah hampir sembuh total. Akhirnya dokter mengetahui penyebab penyakit yang kemarin dan suami diberi obat yang tepat.

Kondisi bisnis membaik walaupun jauuhhh di bawah kondisi sebelum pandemi.

Sedihnya, Bandung kembali menjadi zona merah dan saya melihat masih banyak yang teledor dalam menerapkan protokol kesehatan di tempat umum.


Photo by Kelly Sikkema on Unsplash


Jadi... itu highlight 2020-ku.

Dibaca sekilas, bisnis terus ya yang saya bahas. Well, karena emang di sisi itu saya ngerasa banyak ketampar. 

Tapi diantara semua keluhan itu, saya sadar ada banyak nikmat yang kami dapat :

1. Di tengah banyaknya cerita tentang orang-orang yang terkena pemotongan gaji dan bahkan PHK, suami saya tidak terkena pemotongan apapun. Bahkan karena 10 bulan ini WFH, kami jadi lebih berhemat karena tidak ada biaya transportasi dan akomodasi. Alhamdulillah.

2. Walaupun 2x operasi, kami tidak keluar uang sepeser pun karena dicover oleh asuransi. Padahal biayanya hampir sama seperti program bayi tabung. Alhamdulillah.

3. Ternyata saya jadi sempet belajar bahas aasing baru, walaupun belum sampai level advance.

4. Saya bisa ikut banyak kelas baru di berbagai bidang : marketing, bisnis, human behaviour dan bahasa. Kelasnya online, tentunya.

5. Orang-orang di sekitar saya saling support bisnis satu sama lain. Saling mempromosikan dagangan teman, tetangga, saudaranya. It gives me warm feeling to see that eventhough each of them needs every penny, that did'nt stop them from helping and support each other. Bukan saling bersaing tapi malah saling membantu. 

6. Dan yang paling tidak tergantikan adalah : 24 jam bersama suami.

Hampir 1 dekade berumah tangga, kami bertemu hanya di weekend saja. Saya udah terbiasa jadi "weekend wife". Lalu Tiba-tiba 10 bulan ini kami "dipaksa" 24 jam bersama, di rumah mungil yang tiap berapa langkah udah liat wajah dia lagi dan dia lagi hahaha.

Dan lainnya yang tidak bisa saya tulis semua disini.

So, I choose to count my blessings. Selalu ada kemudahan dibalik kesulitan. Selalu ada kenikmatan dibalik kesusahan. Selalu ada pelajaran dibalik hantaman.

Dan setelah terus-menerus berjalan menuruni bukit sampai hampir ke dasar lembah, there's no other way but UP.

Bismillahirrohmanirrohiim,

Semoga 2021 menjadi tahun dimana grafik kehidupan kita membentuk garis keatas. Perbaikan di segala aspek hidup kita. Hantaman yang dirasakan semua orang menjadikan kita orang yang lebih kreatif dan tangguh. Aamiin.

Aminin bersama yukkk.

And with all that's written, I wanna say :

Thank you for the lesson, 2020.

It's been a great magical year. But I gotta move on to the next one.


19 November 2020

Spa Experience di Rumah (Review : Scarlett Whitening Bodycare)



Muter-muter dan guling-gulingan di dalam rumah udah jadi rutinitas sehari-hari aku selama beberapa bulan ini. Sekitar 8 bulan mungkin ya. Di rumah kami yang ukurannya sangat "luas" ini ada 3 spot yang selalu jadi sasaran aku dan suami untuk bersarang. Yaitu sofa, karpet dan tempat tidur tentunya. 

Suami yang masih WFH seringnya menguasai sofa untuk jadi tempat kerjanya. Alhasil, sofa kami yang memang sudah berusia sekitar 5 tahun pun mulai menyerah. Bayangin aja, 8 bulan belakangan ini dia dalam sehari sekitar 8-10 jam non-stop dipake duduk dan tiduran. Jadi sekarang kondisinya kalau kita duduk tuh bokong udah langsung bersentuhan sama rangka kayu di dalamnya hahaha..

Alhamdulillah...Walaupun spot didalem rumah itu mentok muter-muter disitu-situ lagi, walaupun sofa mulai jebol, kami ikhlas bahagia kok tetap #dirumahaja . Toh semua demi kebaikan diri sendiri dan keluarga kita. Lagipula kami yang menjalani Long Distance Marriage ini sejujurnya sangat menikmati kondisi work from home.

Tapi yaaa...ada tapinya nih.. aku ini kan manusia biasa yang sedari dulu memang sangat menikmati dan menyukai kegiatan nyalon, spa dan segala macemnya yang berkaitan sama pampering myself. Jadi selama 8 bulan dirumah aja tuh salah satu kegiatan yang aku rindukan adalah spa.

Kangen bangetttt dipijit, luluran, scrub sebadan-badan, dan lainnya. Bahkan sekedar ada di ruang remang-remang dengan wangi aromatherapy sambil dengerin musik lembut aja itu udah ngangein banget. 

Huhuhuhu...sempet sedih aku tuh...tempat spa pada belum berani buka kan ya.

Nah kesedihan aku akhirnya menghilang pas lagi scrolling-scrolling di instagram, aku menemukan lah 1 set produk body care yang kayaknya oke banget buat pampering myself at home..

Yaitu set bodycare dari Scarlett Whitening. Produk-produk body care ini ada 3 item yaitu : Body Scrub, Shower Scrub dan Body Lotion.


Jadi sejak awal aku cek-cek dulu kan harganya..eh buset..cuma RP. 75.000,- dong per itemnya. 

Iyaa cuma 75 rebuuu. Padahal isinya banyak. Shower scrub dan body lotion itu isinya masing-masing 300ml loh.

Malah kalau ambil yang 1 set isi 5 item, itu cuma Rp. 300.000,-.

Iyaaaa beneraann jadi cuma 60 rebu per item. Plus dapet exclusive box dan FREE GIFT pula.

Sengaja bagian gratisan digedein dan ditebelin. Itu kesukaan kita kaaann..

Selain harga dan size yang sangat murah hati, Scarlett Whitening ini packaging dan pengirmannya secure pisan.

Body lotionnya tuh ada penguncinya gitu di lehernya jadi ngga bakal kepencet-pencet dan ngebeleber kemana-mana. Bentuk pengemasan body scrub, shower scrub dan body lotion ini compact jadi mudah dibawa-bawa kalau kita lagi travelling atau staycation atau bahkan numpang mandi dimanaa gitu.

Pas pengiriman juga pengamanannya double. Leher botol dilakban, trus semua dibungkus bubble masing-masing dengan tebal. Jadi pas sampai di tangan aku tuh ngga ada setetes pun airmata..eh setetespun produk yang bocor. Ngga ada penyok-penyok. Alhamdulillah semua sampai dengan selamat dan utuh.

Satu lagi poin yang bikin aku yakin dan pede untuk langsung coba 3 produk dari Scarlett Whitening ini, yaitu sudah terdaftar di BPOM.

Okeyyy sepertinya untuk harga, packaging, dll udah cukup ya aku ceritanya.

Sekarang aku mau ceritain hasil aku cobain memanjakan diri aku pakai 3 item dari Scarlett Whitening ini. Aku review satu-satu ya biar jelas.


1. Body Scrub - Romansa


Scarlett-Body-Scrub-Romansa
Scarlett Body Scrub Romansa


Dari nama dan kemasan, udah kebayang ya niqmatnya ngerawat badan pakai body scrub Romansa ini.

MashaaAllah..body scrub ini wanginya lembut dan manis. Enaaak banget. Pas lagi pakai tuh aku seketika merasa lagi di tempat spa langganan aku. Karena di penciuman aku, type aroma wangi seperti ini tuh khas Spa banget.

Bagian the best-nya adalah butiran scrubnya ini haluuss jadi ngga ada rasa sakit saat dipakai. Walaupun halus, tapi tetap ampuh mengangkat sel kulit mati di badan.

Setelah pemakaian tuh badan auto lebih ringan 2 kilogram karena daki dan sel kulit  mati udah pada tersingkir hahaha..eh tapi bener sih aku merasa badan tuh lebih cerah dan ringan. Kulit mah udah pasti auto lembut ya. 

Setelah diselidiki, ternyata Body Scrub Romansa ini mengandung GLUTATHIONE dan VIT E yang terkenal ampuh untuk mencerahkan, melembabkan dan menutrisi kulit.


2. Shower Scrub - Pomegrante

Scarlett-Shower-Scrub-Pomegrante
Scarlett Shower Scrub Pomegrante

Warna ungu ini langsung menarik perhatian aku. Cantik dan cerah banget warnanya!

Aroma shower scrub ini manis banget tapi ngga annoying. Cukup lah porsi manisnya. Kayak senyum kamu......

.

.

.

Anywayyyy....

Bagian yamg paling aku suka dari Shower Scrub Pomegrante ini adalah teksturnya yang ada buliran scrubn halusnya. Jadi pas banget nih setelah kita gosok-gosok body scrub dan pretelin kulit mati dan kusam dari badan, dimaksimalkan lagi dengan shower scrub ini. Lembut kok jadi ngga ada tuh lecet-lecet kebanyakan kena scrub. Ditambah lagi, ini busanya rich jadi aduh berasa mandi tuh dimanjain banget deh.

Kalau ada bath tub ini bisa aku pakai berendem deh kayaknya. Soalnya busanya banyak udah mirip bath foam. Shower Scrub ini juga mengandung GLUTATHIONE dan VIT E yang melembabkan dan menutrisi kulit. Jadi setelah mandi juga ngga ada rasa kulit kering ketarik-tarik ya.


3. Body Lotion - Freshy

Scarlett-Body-Lotion-Freshy
Scarlett Body Lotion Freshy


Naahhh varian body lotion yang aku pakai ini adalah produk terbaru dari Scarlett Whitening.

Aku tuh penggemar berat body lotion, dan faktor pertama yang menentukan dalam pemilihan body lotion buat aku adalah wanginya dulu karena sangat mempengaruhi mood loh.

Jadi pas aku pakai lotion ini, asliiii langsung jatuh cinta sama wanginya. Karena persis pisan plek ketiplek sama wanginya Jo Malone English Pear & Freesia Eau De Cologne.

Tau sendiri kaaann gimana niqmatnya wangi itu? makanya sampai best seller dimana-mana.

Kalau aku coba jelaskan disini ,wanginya tuh segerrr dan somehow di kepala aku tuh kayak langsung mengingatkan ke masa muda. Mood langsung naik, seger dan semangat.

Naaahh wangi ini, ditambah sama manfaat body lotion, kebayang dong badan kita dimanjainnya kayak apa.

Selain wangi, karena Body Lotion Freshy ini mengandung GLUTATHIONE dan VIT E (sama seperti 2 produk sebelumnya) jadi semakin maksimal dong ritual pampering myself ini.

Aaahhh... Aku bener-bener merasakan Spa expreience in my own bathroom.

Ngga pake mahal, ngga pake keluar rumah

Scarlett-Whitening-Body-Care



Oya, aku bisa review begini bukan hanya dengan 1-2 kali pakai ya. Tapi ini pemakaian rutin selama 3 minggu. Shower scrub dan body lotion dipakai setiap hari. Sedangkan body scrub dipakai 3x seminggu.

Untuk channel pembelian ada Shopee ( Scarlett_whitening )Bisa langsung klik yaa biar kamu bisa segera merasakan yang aku rasakan. Karena 3 item bodycare ini perfect banget buat yang butuh me time atau pampering self time tapi tetap #dirumahaja demi kebaikan.

Btw, kamu masih tertib #dirumahaja atau mulai agak longgar nih? udah berani perawatan tubuh di luar atau sama kayak aku yang cari aman?

Sekian ya curahan hati aku hari ini. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Stay Healthy and Happy, geulis.

Mmmmuaachhhh

17 November 2020

Review : Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil


Merk Azalea memang udah ngga asing di telinga kita apalagi kalau sering main Instagram dan main-main keliling blog. Review dan testimoni dari produk-produknya Azalea Beauty Hijab banyak berseliweran disana. Varian produknya pun banyak, nyaris komplit from head to toe. Dari shampoo sampai krim untuk siku dan tumit.

Buat aku pribadi, ada kebanggan tersendiri memakai produknya Azalea, karena ini merk lokal yang diproduksi secara lokal juga daaann sudah ada label Halal dari MUI. Selain dapat manfaat perawatan, kita juga mendapat rasa aman.

Tapi kali ini aku mau bahas tentang salah satu produk yang multifungsi yaitu Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil .


Azalea-Zaitun-Oil-with-Habbatussauda-Oil
Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil 


Ini minyak zaitun untuk perawatan tubuh ya, bukan untuk dikonsumsi oral (diminum). Tertulis di packagingnya ini bisa digunakan unutk pijat dan lulur. Tapi namanya juga minyak zaitun jadi sebenernya bisa lebih dari itu. 

Aku pakai Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil untuk beberapa keperluan :

1. Sebagai first cleanser dari ritual double / triple cleansing aku. Zaitun oil ini efektif membersihkan make up.

2. First step juga untuk saat aku luluran. Sebelum pakai body scrub, aku ples dulu Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil . Hasilnya amaziiinggg. Butiran scrub terasa lebih lembut di kulit karena zaitun oil ini ibarat jadi barrier kulit. Dan setelah dibilas pun kulit jadi terasa lebih nyaman dan lembut.

3. Sebagai pelengkap body lotion. Kadang sebagai pengganti juga sih. Dioles di lengan dan kaki, dan di beberapa area seperti siku lebih aku konsentrasikan pijatannya. Cepat menyerap dan ngga meninggalkan rasa lengket.

4.  Salah satu oil di dalam campuran hair oil bikinan aku. 


Azalea-Zaitun-Oil-with-Habbatussauda-Oil
Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil

Pertama mengenal Zaitun Oil with Habbatussauda Oil dari brand ini sekitar tahun 2019. Awalnya aku kurang sreg dengan aroma wanginya. Kurang "zaitun" gitu aromanya, malah lebih ke wangi bunga. Tapi setelah dipakai ternyata wanginya melembut dan jadi lebih samar, lebih mudah diterima di hidung.

Berikut ini aku salin ingredientsnya ya :

Mineral Oil, Olive (Olea Europaea) Oil, Isopropyl Myristate, Fragrance, Caprylic / Capric Triglyceride, Nigella Sativa Seed Extract, Soybean Oil, Phenoxyethanol, Tocopheryl Acetate, BHT.


Azalea-Zaitun-Oil-with-Habbatussauda-Oil
Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil 

Nah jadi ini ngga murni Zaitun oil karena ada tambahan Habbatussauda oil. Nah seperti yang kita udah tahu, Habbatussauda ini banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan tubuh dan kulit. Jadi dnegan memakai Zaitun Oil with Habbatussauda Oil kita mendapat kebaikan dari 2 bahan yang wawww banget.

Buat aku pribadi sih, akan lebih senang kalau Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil ini ngga pakai fragrance, ngga ada wangi-wanginya. Biar aja aroma alami zaitun dan habbatussauda yang menonjol. 

Kalau kamu gimana? lebih suka body oil yang ada wangi-wanginya atau ngga?

Udah pernah coba Azalea Zaitun Oil with Habbatussauda Oil juga kah?

Share dong pengalaman kamu dengan body oil atau zaitun oil disini.

6 Oktober 2020

Menghasilkan Uang Melalui Blog


Berita gembira buat kalian tim rebahan yang masih tertib untuk #dirumahaja .

Sekarang, nyari duit pun bisa sambil gogoleran loh.

You know gogoleran? itu loh..... sleep-sleepan.

Nih dibawah ini contohnya :



Photo by Inside Weather on Unsplash

 


Jadiii...

Gimana caranya menghasilkan uang sambil selonjoran?

Ada banyak jalan menuju "dapat uang sambil rebahan".

Tapi yang saya bahas disini hanya salah satunya, yaitu melalui BLOG. Ini bukan cara instant dan bukan cara mudah juga. But at least ini salah satu ikhtiar.

Daripada rebahannya cuma buka-buka instagram, tik tok, dll hanya nontonin karya orang. Kuota abis, tapi ngga menghasilkan feedback berupa cuan. Mending create something kan.

Langkah pertamanya gampang kok , kamu cukup memulai dengan : Create a Blog.

Iya, bikin aja dulu blognya yaa.

Sebenernya profesi Blogger ini bukan cara baru atau ide baru sih. Tapi boleh lah ya kita bahas lagi salah satu cara menghasilkan uang ini. Karena momennya lagi pas nih, sis. Lagi kondisi begini, semua ingin mencari penghasilan tambahan, roda ekonomi harus terus berputar.


Okey kita lanjut ya.


Bikin blog nya dimana? 
Seperti yang kamu liat sendiri, kalau saya bikinnya di Blogspot..eh Blogger.
Walau sekarang namanya udah blogger.com tetep aja saya masi terbiasa nyebut blogspot hehehe..
Selain pakai Blogger ini, kamu bisa pakat platform lain kok semisal Wordpress.
Coba kamu banding-bandingkan sendiri mana yang kamu rsa lebih nyaman untuk kamu otak-atik.

Karena hubungan antara kamu dan blog-mu adalah hubungan jangka panjang, jadi pilihlah yang dirasa familiar dan nyaman.

Lalu, tetapkan tema.
Nah step ini bisa bahaya nih. Karena sebaiknya ngga sembarangan tapi kalau terlalu berlebihan dalam memikirkannya, bisa batal bikin blog karena ngerasa overwhelmed apalagi kalau kamu type orang yang banyak minat.

Memang kenapa tema kok harus ditentukan di awal?
Karena ini berkaitan dengan caramu menghasilkan uang dari blog.

Nah kalau kamu udah suka sama 1 type bahasan tertentu, bersyukurlah karena ngga harus linglung dan bisa langsung memulai.
Kalau kamu bingung karena terlalu banyak minat misalnya ingin bahas beauty tapi suka film juga. Ya sudah, masukin aja 2 tema tersebut di blog kamu, karena yang penting adalah : bikin aja dulu, nulis aja dulu.
Setelah yakin mau tema apa, tentunya langkah natural selanjutnya adalah menentukan Judul Blog.

Wuiiihh ini proses branding image juga nih. Choose your blog name wisely.
Bisa diganti belakangan sih tapi jangan terlalu sering. Bahkan kalau bisa jangan sampai pernah ganti.

Aku juga blogging dari tahun 2012, baru ganti judul di tahun 2019 (atau 2018?).
Dan berencana untuk tidak ganti judul lagi. Penasaran kenapa setelah sekian tahun ngeblog kok aku malah ganti judul blog?
Silakan klik artikel ini untuk cerita jelas dan detailnya.


Photo by Inside Weather on Unsplash



Okeee..bikin bog udah, tema dan judul udah. Sekarang saatnya mengisi blog kamu.
Isilah dengan jawaban yang benar.
eh...
Isilah dengan artikel atau postingan yang berkualitas. Kalau kamu membuat blog yang temanya sesuai dengan hobi atau passopn kamu, InshaaAllah membuat postingan adalah hal yang ringan.
Karena kamu seperti lagi ngebahas hal-hal yang emang biasanya kamu suka behas di kehidupans ehari-hari. Just like talking. Tapi isi pikiran dan omongan kamu itu diketik.

Naah tentu pertnyaan selanjutnya adalah kapan duit datang?
Dulu kita para blogger bergantung pada adsense. Ya, tinggal buat dan aktifkan akun adsense lalu pasang di blog kita. Cepat atau lambat, $100 pertama akhirnya akan diraih oleh kita.

Tapi diluar itu ada penghasilan yang bisa lebih "kerasa" dan agak lebih cepet daripada nunggui adsense masuk. Yaitu sponsorship atau bentuk kerjasama apapun dengan brand.
Tapi ngga bisa dibilang cepet juga sih ya. Karena brand baru meilirik kalau blog kita dinilai sudah cukup banyak pembacanya, bagus trafficnya.
That's why you blog content is important!
Ngga hanya kualitas konten blog kamu, tapi juga konsistensinya.

Saat blog mendekati kita, apalagi kalau di awal-awal, mungkin kita belum ditawari fee. Tapi biasanya free product dulu. Untuk kita review, kita ulas di artikel blog kita.
KAlau pekerjqan kita memuaskan, pasti lama-lama brand yang datang udah langsung nanyain Rate Card  kita.

Belum tahu rate card itu apa?
Nanti yaa dibahas di artikel terpisah. Atau kalau ngga sabar, boleh googling hehehe

Lalu dari blog ini, kamu bisa merambah ke Instagram atau Tiktok juga.
Langkah awal kamu bisa promote blog kamu di Instagram, rajin-rajin share link. Belum bisa swipe up? no problemo! share aja link di bio.
Ke depannya, kamu bisa dapetin review job di Blog dan Instagram loh.

Kembali lagi mengenai konten blog.
Kuncinya sederhana aja : Kualitas dan Konsistensi.

Konsistensi.
Buatlah jadwal posting. Apalagi kalau blog kamu masih baru, usahakan sebanyak mungkin.
Misalnya 3 artikel per minggu.
KAlau kejar tayang malah 1 artikel per hari hehehe
Supaya "perbekalan" blog kamu cepet banyaknya. JAdi saat brand lagi lirik-lirik, mereka ngga menganggap blog kamu tuh hampa.

Kualitas.
Membuat artikel sebanyak mungkin atau sesuai jadwal, bukan berarti ngasal ya isinya.
Usahakan setiap artikel itu memiliki manfaat. Baik itu review produk, review jasa, review lokasi, tutorial, informasi terkini dll.
Buatlah artikel yang jujur tapi terjaga tata bahasanya.
Kalau misalnya barang / jasa / lokasi yang kamu review atau ceritakan itu ngga memuaskan atau malah sangat mengecewakan, ngga perlu lah penghuni kebun binatang dibawa-bawa ya. Ngga perlu juga kata-kata yang sifatnya merendahkan. Ingat, tujuan tulisan kita itu supaya memberi informasi, memberi manfaat. Bukan menyebar kebencian.

Selalu menulis dari hati, curahkan isi pikiran yang sebenar-benarnya.
Blog ini milik kamu. Make it the best.

Jangan lupa, ada step 0 yang HARUS kamu lakukan sejak awal. Bahkan sebelum kamu mulai membuat blog, dan HARUS dilakukan setiap mau menulis, 
Yaitu : 
Ucapkan Bismillahirrohmanirrohiim. (bagi yang Muslim)


Well, goodluck yaa rebahannya. Semoga menghasilkan, semoga kamu bahagia selalu, dan sehat sehat terus. Semoga Corona Virus segera punah. Aamiin.

See you.

26 Juli 2020

Adakah Brightening Face Serum yang Halal dan Aman?


Aku seneng banget kalau dimintai rekomendasi face serum oleh teman-teman dan saudara. 
Bahkan ada juga DM dari follower Instagram. 
Karena aku sendiri termasuk serum addict yang ngga berhenti hunting face serum demi masa depan kulit wajahku.

Mereka yang nanya rekomendasi dari aku tuh tahu kalau aku skincare addict dan reviewer, jadi daripada repot (dan boros) beli untuk coba produk baru yang belum tentu berhasil, lebih baik tanya ke tukang nyobain skincare dan makeup kan hehehe

Dari semua yang minta rekomendasi, kebanyakan cari face serum yang bisa mengatasi :
Kulit kusam dan berkurangnya kekenyalan kulit.
Aku juga samaaaaa..nyari serum yang bisa bantu bikin kulit jadi lebih cerah dan lembap..

Tapi ada 2 faktor tambahan yang penting buat aku, yaitu : 
  • Halal. Sudah dinyatakan halal oleh MUI. 
  • Aman. Dalam artian isinya tidak mengandung alcohol, paraben dan parfum


Naah bagi aku, selama ini masih susssaaahhh nyari face serum yang bisa memenuhi 2 syarat diatas DAN juga ada efek ke kulit wajah aku.

Sampai…

Aku…

Menemukan…

Ini…!!




Azalea Brightening Face Serum




Azalea Brightening Face Serum
Yesss betul.. ini dari Azalea Beauty Hijab yang udah terkenal dengan produk-produknya yang Halal (bisa dilihat, semua produknya sudah terdapat logo Halal dari MUI), dan kandungannya yang aman (semua produk terdaftar di BPOM RI).

Pertama kali tahu tentang kehadiran Azalea Brightening Face Serum di dunia per-skincare-an,  aku langsung super excited pengen pakai karena berdasarkan produk lainnya yang udah aku coba dari Azalea Beuty Hijab itu semuanya memuaskan dan ada hasilnya.



azalea-brightening-face-serum
Azalea Brightening Face Serum

Alhamdulillah aku berkesempatan pakai brightering serum ini… and you know what? Sejak pertama kali banget pakai Azalea Face Serum ini, aku langsung jatuh cinta.

Hal pertama yang paling bikin terkesan : Cepat Meresap.
Jadi awalnya aku pikir karena teksturnya ini watery tapi kental jadi mirip semi-gel, bakalan ada sisa rasa lengket dan cepel gitu. Ternyata ngga doonggg. Ini ringan ke kulit dan dalam hitungan detik langsung “ditelen” sama kulit.
Seneng banget, jadi ngga takut mengganggu pemakaian produk skincare or makeup selanjutnya. Tapi walaupun cepat banget meresap, dia tetap bikin kulit berasa lembab dan kenyal.

Hal kedua yang bikin happy dari face serum ini adalah :
No Paraben, No Alcohol, No Fragrance.
3 ingredients ini adalah yang sebisa mungkin aku hindari dan hilangkan dari rangkaian skincare yang aku pakai.

Last but not least, Ini point ketiga yang ngga kalah pentingnya :
ingredients yang terdapat di dalam Azalea Brightening Face Serum . Serum ini mengandung  Vitamin C, Sodium Hyaluronate dan Olive Oil.
Vitamin C mampu membantu mencerahkan kulit wajah. Ini berita gembira buat yang suka ngeluh wajahnya kusam.
Sodium Hyaluronate dan Olive Oil diformulasikan untuk menutrisi dan menjaga kelembapan kulit wajah dan mengontrol minyak berlebih.

Nah 3 step yang aku lakukan dalam mengaplikasikan serum ini adalah :
Step 1, teteskan ke telapak tangan. Aplikasikan ke wajah secara merata
Step 2, pijat perlahan ke arah atas untuk penyerapan yang lebih maksimal. Pijat ringan ya! Biarkan kulit menyerap sendiri.
Step 3, gunakan rutin setiap pagi dan malam hari. Dalam perawatan kulit, RUTIN adalah koentji.

Sederhana banget kan?
Jadi buat kamu yang masih mencari serum yang bisa membantu mencerahkan wajah, mengontrol minyak berlebih dan menjaga kekenyalan kulit, aku rekomendasiin Azalea Brightening Serum ini.
Belinya dimana? Gampang banget! Tinggal ke SHOPEE aja.

Kalau lihat packaging, ini kelihatan seperti produk mahal ya. Botolnya kaca tebal berwarna putih buram dan di leher dalamnya itu ada pelapis karet lagi jadi super secure untuk menangkal bakteri masuk.
Padalah kalau kalian cek di SHOPEE , serum 30ml ini harganya hanya Rp 95,000 loh.
Ramah banget khaaann di kantong. Cantik ngga harus mahal.
Oya, nanti pas lagi beli serum ini di Shopee, sekalian beli facial wash dan skincare lainnya deh. Ngga bakal nyesel!
Okey deh, semoga review ini bermanfaat yaa.
Stay geulis, darling.
See you.


#AzaleaBeautyHijab #NaturalRadiantAndGlowing #AmazingBrightSkin 

30 April 2020

Tetap Waras Selama #dirumahaja

2020 adalah tahun yang cukup ajaib, sejauh ini.
Saya ngga pernah nyangka berita yang saya dengar hanya dengan setengah perhatian mengenai virus baru di negeri seberang sana, ternyata akan sangat luar biasa dampaknya.
Dalam hitungan bulan, semua rencana yang sudah diplot sejak jauh hari, berantakan semuanya.
Gara-gara virus yang ngga bisa dilihat dengan mata telanjang.

Buat yang belum tahu, saya menjalani 2 usaha utama. Wedding Organizer dan Kuliner.
Selain WO, saya juga berprofesi sebagai Make Up Artist.
Untuk 2020 ini klien yang sudah booking jasa Make Up dan jasa WO saya ada yang berencana mengadakan acara di bulan April, Juli, Agustus, September.
Ada klien Leins Wedding , ada klien Studio Rias Letisia , ada juga yang menyewa baju, ada makeup untuk photoshoot.
Semmmuaaaa klien yang di bulan April dan Juli, terpaksa diundur ke akhir tahun, bahkan ada yang batal. Beberapa yang di bulan Agustus pun sama.
Sementara karyawan yang bukan freelance tetap harus dibayar setiap minggu.

Untuk di Leins Kitchen lebih (agak) parah.
Go Food saya terpaksa tutup. Kenapa? padahal kan ngga ada larangan jualan.
Karena eh karena...komplek aku berinisiatif menutup gerbangnya untuk orang selain warga komplek.
Jadi kalau ada urusan apa-apa dengan pihak luar, ya janjian di pos.
Jarak dari rumah saya ke post sekitar 300-400 meter saja.
Tapi dagangan di Go Food adalah masakan rumahan. Rendang daging, soto ayam,dll.
Kebayang ngga gimana mau jualan kalau drver ngga boleh ke rumah aku?

Selain Go Food, klien catering yang untuk event pun batal sebatal-batalnya karena acara mereka pun batal.
Asisten untuk urusan catering memang semua freelance, mereka dibayar per hari dan per job.
Jadi saya merasa sedih udah ngecewain mereka, ngga bisa ngasih job.
Mostly mereka adalah ibu-ibu penunjang keuangan keluarga dan bahkan ada yang kepala keluarga. Strong women deh.

Honestly, 1 bulan terakhir ini adalah yang paling berat terasa oleh aku. Dari segi bisnis dan pencapaian diri. Merasa bener-bener ngga produktif.

Tapi.


Selalu ada sisi positif dan negatif dari segala sesuatu.

Sejujurnya, saya seneng jadi bisa barengan sama suami terus-terusan 24 jam.
Karena di kondisi normal, kami hanya ketemu di weekend.

Setelah awalnya kesel sama situasi, akhirnya memaksakan diri untuk ikhlas dan cari cara untuk bahagia.
Pokoknya gimana caranya jangan kesel melulu... kasian suami.
Cuma nanyain lakban dimana aja kena omel.
Maap yaaaa suamikuuuuuu...



So I ended up doing these things :

1. Belajar Bahasa Asing (lagi)
Hahahaha ini agak absurd sih.
Gara-gara "Money Heist" kuping aku jadi ngerasa enak dengan bahasa mereka.
Terus sempet kepikir pengen belajar. Tapi kalau kondisi normal, si rasa kepengen belajar itu hanya tinggal kepengen aja.
Kapan lagi waktu paling tepat?
Ya sekarang.
Sampai sejauh ini pengetahuan Bahasa Spanyol aku masih sangat pre-basic..malah kalau ada level pre-pre-basic, sepertinya aku di level itu.
Tapi aku happy...merasa ada achievement walau setitik.

Selain Bahasa Spanyol itu, aku juga buka-buka lagi buku aku jaman belajar Bahasa Korea.
Terakhir belajar tuh jaman kuliah (ngga usah nanya taun berapa kuliahnya).
Terus jadi berasa nostalgia gitu...
Berasa seperti sesuatu yang debuan di otak kembali digosok.


2. Menyelesaikan Buku
Bukan selesai menulis buku ya. Tapi membacanya hehehe..
Dalam 1 bulan ini aku berhasil menamatkan 7 buku.
6 fiksi, 1 non-fiksi.
Ngga amazing kalau dibandingin ke history membaca aku jaman gadis.
Bisa sehari 2 buku. Serius.
Tapi kalau baca buku pelajaran tuh 3 halaman udah ketiduran...kenapa ya.




3. Re-Arrange Furniture
Sebenernya bukan hanya atur ulang furniture ya.
Selain geser sana - geser sini, aku juga ngedandanin ulang.
Apa sih istilahnya...
Jadi furniture aku yang warna hitam, aku amplas dan cat putih.
Intinya gitu doang.

Alhamdulillah suami sabar ngeliat :
Rumah berantakan selama beberapa hari.
Istrinya mondar mandir mindahin furniture, ngerubah storage management.
Declutter, dll.
Padahal setiap hari kan dia kerja di rumah.

Hasilnya?
Not so bad.
Tapi ngga sebagus itu sampai aku mau post disini hasilnya hahahah



4. Declutter Declutter Declutter
Aku nulis sampai 3x karena saking banyaknya yang saya declutter dirumah.
Hampir semua sudut !
I'm not a minimalist  dan sepertinya tidak akan menuju kesana karena aku ngga merasa Minimalism = Tesya.
Mungkin kalau aku mah lebih ke simplifying life kali ya.
Menyederhanakan. Mengurangi.

So, di rak buku.
I manage to get rid of approximately 8 books.
Iya 8 buku aku dieliminasi dari rak.
Itu sedikit. Karena dulu pernah 18 buku dikeluarkan. Sadis.
Kalau ngikutin nafsu, butuh 3 rak buku ukuran medium untuk nampung semua koleksi buku aku.
Saya maksain harus cukup di 1 rak saja.
Nanti kalau rumahnya udah gedeeeee, I will dediczte 1 room for my personal library.
Salah sau cit-cita aku tuh punya perpustakaan sendiri hahaha

Lalu, di rak tv.
Puluhan DVD out. Sekitar 30an ada tuh kayaknya. Belum lagi CD photo dll.
I'm a movie freak, and a collector.
Sekarang dibatasi harus cukup dalam 1 laci aja kleksi film dan serial yang disimpan, berarti sekitar 40 judul. Termasuk 1 diantaranya adalah DVD pas acara nikahan aku hihihi..

Lalu declutter di dapur, lemari baju, laci elektronik, meja rias, dll.

Setelah berhari-hari mencicil declutter, rasanya capeeeee.
Tapi hati lebih ringan dan plong.
Rasanya kayak bisa bernafas dengan lega.
That's why normally aku rutin declutter tiap 2-3 bulan.
Selain karena takut dihisab, juga karena perasaan lega dan puas setelahnya itu loh.

5. GIVEAWAY
Last but not least. Aku ngadain giveaway di channel Youtube aku.
Ini juga salah satu bentuk usaha aku untuk tetap #tetapwarasselamadirumahaja
Rasanya seneng aja bisa bagi-bagi walau pun sedikit.

Kalau kamu mau ikutan, check video ini dan baca description box-nya yaa
Good luck!!




Well, that's it.
Sepertinya itu aja hal-hal major yang aku lakukan supaya tetap waras selama masa pandemi ini.
Sejenak melupakan keresahan karena merasa sangat tidak produktif.

Hal lainnya yang ngga signifikan tapi menghibur adalah :
Netflix dan Game di HP hahahah.

Mungkin kalian bisa share versi kalian biar #tetapwarasdirumahaja apa aja?
Dan jangan lupa sambil intip juga versi temenku Puspa , juga teman-teman lain dari Bandung Hijab Blogger karena tema artikel kali ini merupakan kolaborasi bareng mereka semua!

Stay geulis, stay healthy, and happy.

18 Februari 2020

A Better Me






Siapa yang paling bisa menilai apakah kita udah jadi orang yang lebih baik atau justru lebih buruk?
Siapa yang paling tahu sebenarnya kita udah di jalur yang benar atau justru lagi belok ke tikungan yang salah?
If you ask me, then the answer is : Nobody.
Karena setiap manusia menilai dari sudut pandangnya masing-masing.

Take me, for example.
Buat orangtua saya, semakin saya tua ya semakin kalem diri ini, jadi rada lebih eling dikit lah hihi..
Beda di mata beberapa teman saya, bisa jadi mereka menganggap saya jadi "ngga asik" dan ngga sefleksible dulu. Karena beberapa hal yang saya rubah seiring dengan bertambahnya beberapa hal yang saya ketahui.
Tapi di mata teman lainnya mungkin saya justru udah jadi orang yang rada bener dan lurus.
Everyone judging by their own point of view.

Jadi, point of view siapa yang mau kita gunakan?
Saya sih milihnya : My own POV.
Kamu juga pasti gitu kan? iya kan? iya aja lah..ngakuu..

Setiap harinya saya coba untuk jadi lebih baik, lebih baik, lebih baik.
And I decided, tahun 2020 ini, makna a better me versi saya adalah : a happier me.

Terus biar happy, kudu piye?
Rencananya sih kudu gini nih :

1. Let it Go
Ada orang yang pas lagi ngobrol, suka kurang terfilter dan berujung bikin kita dongkol? let it go.
Ada teman atau saudara yang bercandaannya menyayat hati kita? let it go.
Ada teman yang datang pas butuh, ngilang pas ga butuh? let it go.
Perbuatan beberapa orang di sekeliling kok nyakitin kita ya? kurnag menghrgai kita ya? Let. It. Go.
Jangan terlalu banyak curhat saat kita disakiti. Jangan banyak drama.
Nikmatin sesaat lalu katakan : ah udahlah biarin aja.

2. Kurangi Kepemilikan
Ini agak berkaitan sama kebiasaan declutter saya. Dari kecil tuh bunda saya selalu membiasakan  untuk bongkar dan seleksi besar-besaran setiap 3 bulan sekali. Itu berarti dari jaman belum mengenal kata Decluttering. 
Sampai sekarang kebiasaan itu terus berjalan. Malah saya lakukan 1x/bulan. Rasanya ada yang mengganjal aja gitu kalau belum declutter. Rasanya mumet liat barang banyak atau numpuk.
I'm not a minimalist. No. Honestly, I love stuff. I love having stuff around me.
Tapi yaaa..yang berguna dan terpakai.

Kebiasaaan declutter bulanan ini membantu saya untuk mengurangi kepemilikan.
Somehow, berkurangnya barang yang dimiliki membuat hidup terasa lebih ringan.
Ngga perlu menjadi seorang minimalist. Ngga perlu ekstrim merubah semuanya, atau ekstrim mengurangi setengah dari barang- barang yang kita miliki. NO.
Mulai dari sedikit dulu. Duh kalau saya jelasin detail, butuh post tersendiri nih.
Intinya mah, dengan berkurangnya tumpukan barang, berkurang juga rasa mumet.
Berkurangnya rasa mumet = B. a. h. a. g. i. a.

3. Bergerak
Sejak dari baru bangun pagi, sampai menjelang tidur malam, saya selalu usahakan banyak bergerak, apapun kegiatannya.
Stretch ringan saat bangun pagi, ini membuat tubuh hangat dan saat mulai beraktivitas, kaki ngga "kaget".
Lagi banyak pekerjaan di depan laptop atau hp, sesekali berdiri jalan bolak balik didalam rumah dan diselingin stretching lagi, ini membuat peredaran darah lancar dan mengurangi resiko terkena penyakit-penyakit yang disebabkan terlalu lama dalam posisi yang sama.
Pokoknya walalupun dalam sehari tidak keluar rumah, bergerak itu terus-terusan.
Biarpun jarangg olahraga karena terhambat kesibukan harian, badan tetap lincah dan ngga kaku karena terbiasa bergerak.
Jadi walaupun gendut, tapi lincah hihihi

Ini diluar aktivitas olahraga yaa. Itu beda bahasan.
Kenapa kok ngga olahraga?
Oh aku olahraga kok, tapi sejujurnya ngga sesering yang seharusnya.
Targetnya sih 30 menit per hari, dilakukan setiap hari.
 Realitanya : 30 menit per hari, dilakukan 2-3x seminggu hihihihi

Jadi ceritanya saya sedang dalam proses mencoba menjadi istri yang ngga banyak keluar rumah kalau suami lagi ngga ada. Kebetulan suami saya bekerja di luar kota dan pulang hanya saat weekend. Jadi selama Senin-Jumat saya berusaha apa-apa di rumah saja.
Kecualiii untuk urusan pekerjaan yang memang ngga bisa saya lakukan dari rumah.
Untuk Blog dan Catering, saya bisa banget kerjakan dirumah semuanya.
Tapi untuk urusan Make Up dan Wedding Organizer saya, ngga bisa sepenuhnya dari rumah.

Ujung-ujungnya saya jadi  lebih suka melakukan HIIT dan weightlift aja karena bisa dilakukan di rumah.
Padahal dulu sejak SMA saya tuh penyuka lari. Tapi sejak lari menjadi olahraga dan hobi yang trending, saya malah jadi ilfeel. hehehe..aneh ya.

Nah selama dirumah, saya usahakan ngga nyangkut di sofa nonton netflix seharian.
Panjang amat ya buat ngejelasin bergerak aja..dasar bawel hahahahah


Yaudah deh sepertinya 3 itu dulu saja yang sedang saya gencar lakukan ke diri sendiri.
Bukan resolusi 2020 karena dilakukannya sejak kisaran akhir 2019 kemarin.
Tapi mudah-mudahan bisa tercapai a happier me di tahun 2020 ini.

Karena kalau kita udah bahagia di dalam, kita bisa menyebar dan membagikan kebahagiaan ke orang-orang di sekitar kita. Inshaa Allah.

Dongeng di blog hari ini adalah hasil kolaborasi bersama temen-temen cantik di Bandung Hijab Blogger
Cek blog post lainnya dari mereka yaaa...pasti inspiring!!.

Stay happy, darling.
Mmmuachh

Review Hotel : The Papandayan - Bandung



Buat warga Bandung, nama Papandayan Hotel mah udah sangat tidak asing ya.
Termasuk salah satu hotel lama yang legendaris.
Beberapa tahun yang lalu di hotel ini terjadi pergantian management dan dilakukan renovasi.
Jadi walaupun ini termasuk hotel oldies, tapi dalamnya masih seperti hotel baru dong.

Kali ini aku review kamarnya saja ya, ngga dengan kolam renang dan area lainnya.
Karena biasanya yang pertama dicek orang sebelum booking kan kamarnya dulu hehehe

Check video dibawah ini untuk nonton room tournya ya!
Semoga bermanfaat




Nah disini, aku mau cerita pengalaman aku menginap di The Papandayan
Type kamar yang aku dapat adalah Classic. Kalau tidak salah ini type yang paling murah.
Tapiiiiii
Percaya deh, kita ngga bakal ngerasa sedang menginap di kamar termurah.

Space Kamar.
Kalau cek di 

16 Februari 2020

Review Hotel : Serela Merdeka Hotel - Bandung


Masih suka kurang yakin ngga sih mau pesen hotel via aplikasi?
Karena kadang realita tak seindah foto di aplikasi.
Ada yang udah ngga update fotonya, jadi pas dateng malah kecewa karena ngga sesuai harapan.
Ada juga hotel yang memang sedikit "bekal" fotonya di aplikasi tersebut jadi kita masih belum terbayang ukuran kamar, kenyamanan dan lain-lainnya.

Lobby Serela Merdeka Hoitel



Saya sih seringnya begitu. Ngga percaya sama foto yang di aplikasi. Karena beberapa kali saya merasa kecele berat.
Ujung-ujungnya saya cari review yang lebih real dan menyeluruh, ya dari orang-orang yang pernah menginap disana tidak lama sebelum saya. Maksimal 6 bulan sebelumnya deh. Supaya lebih akurat aja.

So for giving back to society, saya juga ingin menyediakan review yang akurat dan apa adanya saat saya menginap disana. Jadi pengunjung lainnya sebelum booking bisa dapat review yang lebih terbaru, sehingga infonya akan terus terupdate.

Untuk review hotel, saya memilih dalam bentuk video supaya lebih jelas, menyeluruh dan real.
Ini bukan pertama kali menginap di hotel, tapi ini pertama kali saya berani bikin review kamar hotel.
Kenapa nunggu berani dulu?
Karena sadar diri sama equipment, mbaaa masss

Modalku hanya kamera mirrorless, belum punya stabilizer hihihi
Jadi takutnya yang nonton lieur liat gambar goyang-goyang.

Tapi ngga apa-apa lah yaa..Kalau ngga mulai dari sekarang, ngga mulai-mulai dong.

Manggaaaa silakan ditonton video review Hotel Serela Merdeka Bandung.
Tinggal klik :



Lupaaa ngga bikin thumbnail yang mengundang hihihi

Jangan lupa subscribe, like, comment yaaaa

Thank youuuu


PS : 
Sebenernya ada beberapa photo yang nunjukkin beberapa spot di hotelnya.
But somehow aku ngga nemu file-file nya dan hanya nemu phpoto area lobbynya aja. huhuhu...
So, here goes nothing :






17 Januari 2020

16 Januari



Okey, post ini bukan dibuat tanggal 16 Januari.
Tapi karena saya lagi ingin bercerita tentang tanggal special ini jadi kita abaikan saja fakta bahwa ini ditulis pada 17 Januari 2020.

.
.
.

9 tahun yang lalu, somebody decided to take full responsibility of me.
Dia berani-beraninya menerima operan tanggung jawab dari ayah saya.
Tanggung jawab untuk memimpin, mendidik..dan menemani..dan lain-lainnya.

16 Januari 2011 adalah hari dimana saya merasa sangat bahagia.
Hari dimana saya merasa diperjuangkan, diinginkan, dicintai.
Dan tentu saja, hari dimana saya merasa sangat cantik hehehe

For me personally, 16 Januari mewakili puncak rasa bahagia yang solid.
I've decided : Ngga ada hal apapun yang bisa bikin saya down di tanggal itu.

Sampai sekarang, walaupun sudah 9 tahun berlalu, saya masih amazed aja.
Orang asing yang tadinya tidak mengenal saya sama sekali, kok mau ambil tanggung jawab sebesar itu.
Sampai sekarang, walaupun udah ribuan hari yang dilalui bersama, saya masih amazed.
Beneran ini teh suami saya? hihihi

Saat baru menikah, impian kami berdua banyak.
Punya anak, punya rumah, ganti mobil, and the list goes on.
Dan saat itu rasanya semuanya itu mungkin saja terjadi.
Everything is possible.

Saat baru menikah, after the party, masih ada fase honeymoon.
Walaupun kami ngga menjalani yang namanya honeymoon karena waktu itu udah abis budgetnya.
Tapi tahu sendiri lah..ada masa-masa dimana semua super so sweet.
Masa-masa dimana pisah beberapa jam aja kangeeennn hahahaha
Masa-masa dimana berkata I Love You pada satu sama lain adalah hal yang menyejukkan hati.
Saat itu, everything is beautiful and possible.

And then came along the first 3 years.
Wewwww...
Di masa-masa ini saya merasa lebih "mengenal" suami saya dan diri saya sendiri.
Beda pendapat, beda keinginan, dan sifat asli semuanya pada keluar.
Ditambah lagi beban terpendam lainnya : Belum dikaruniai anak.
Ah mantap dehhh
Di fase ini, kami mulai belajar kompromi, belajar nahan ego, dan belajar memaknai kalimat I Love You yang sebenarnya.

Tapi separah apapun berantemnya, atau sedongkol apapun kita terhadap satu ama lain.
Selalu ada 16 Januari bagi kami berdua.

Lalu 5 tahun berlalu
Pertengkaran sudah jarang terjadi.
Kami berdua sudah tahu batas masing-masing. Sudah kenal style dan selera masing-masing.
I think I can say that it's one of our best phase.
Tapi beban itu masih terasa. Selalu seperti ada yang kurang.
Iya betul.. Belum dikaruniai anak.
Banyak airmata di fase ini. Bukan karena pertengkaran.
Tapi karena rasa kurang itu.
Masih belajar ikhlas, belajar menerima.
Menerima kenyataan bahwa sahabat-sahabat kami sedang menikmati masa pertumbuhan anak-anaknya sementara kami rasanya masih di titik 0.

Tapi sesakit apapun hati kami,
Selalu ada 16 Januari bagi kami berdua..

Lalu 6 tahun..7 tahun berlalu...sampai sekarang, 9 tahun.
Kami sudah seperti sahabat baik yang terlalu mengenal satu sama lain.
I mean, we almost can read each other mind!
We depend on each other.
Rasa sayang atau rasa cinta itu sudah sulit kami deskripsikan dalam kata-kata.
Bahkan kalimat I Love You\ pun sudah jadi hal yang "numpang lewat" bagi kami.
And it's not a bad thing. Trust me.
We still respect and appreciate each other. And Love is definitely still there.

We may not the most romantic couple.
But we can't imagine not being with each other.

And as you know :  nothing is perfect, and there's no such thing as perfect couple with perfect marriage.
Kami masih saja merasa ada yang kurang.
Ada malam-malam dimana kami merasa sepi padahal lagi bersebelahan.
Saya ngga cerita ke dia bahwa saya lagi disengat rasa rindu..rindu jadi seorang Ibu.
Karena saya tahu, dia pun lagi merasa sepi.
Saya ngga bilang ke dia, bahwa ulu hati saya mendadak sakit setiap kali rasa rindu itu datang.
Karena saya tahu, dia pun merasa sakit.

Saya sudah tidak pernah menangis lagi karena rasa rindu ini.
Maksudnya, sudah tidak pernah menangis didepan suami.
Karena saya tahu, walaupun dia memeluk dan menghibur, sebenarnya dia juga sedih.

But honestly, we are happy.
Dan selalu ada 16 Januari bagi kami berdua.

Sejak awal pernikahan, di akhir sholat doa kami selalu sama.
Cita-cita dan rencana-rencana  kami di masa depan masih berdasarkan pada kondisi memiliki anak.
Usaha dan Doa selalu kami hadirkan. Kami berusaha memantaskan diri menjadi orangtua.
Tapi ada saat dimana kami sadar kalau kami pun perlu belajar menyiapkan diri.
Menyiapkan diri andaikata memang sampai akhir memang hanya ada kami berdua.

And we both decided, We are happy and grateful.
And will always be happy and grateful apapun takdir yang tertulis.
Selalu ada 16 Januari bagi kami berdua.

.
.
.
.
.

Rasanya tulisan diatas tuh ngalor ngidul ngelantur ngga jelas ya apa intinya.
Saya tulis secara otomatis aja...mengalir begitu aja.
Ngga tahu tujuannya apa, intinya apa.
All I know is, setelah nulisnya jadi lega.

Terima kasih sudah membaca tanpa menghakimi.

Stay happy and grateful,
Mmmuaachhhh

Post of The Month

Cara Mudah Menyiapkan Sinking Fund untuk Kurban

Huy... Setelah sekian lama ngga ngisi blog, akhirnya semangatku muncul lagi. Kali ini aku lagi kepengen bahas finansial, lebih spesifiknya :...