11 Maret 2021

Review Hotel : Tebu Hotel - Bandung

Masih di urusan perhotelan, kali ini aku mau review Tebu Hotel Bandung yang berlokasi di jl. Riau, Kota Bandung.
Sebelumnya, udah baca review aku tentang 'sodaranya" Tebu Hotel Bandung ?
Maksudnya, Grand Tebu Hotel. Kalau belum, bisa klik disini yaa untuk perbandingan. 

Jadi, Tebu Hotel ini kalau dari namanya aku nebaknya dia semacam adiknya Grand Tebu Hotel. Dan ternyata dari harga pun memang adiknya. Selisihnya 100.000-200.000 an lah.ta.

Jadi publich rate nya di kisaran 380.000 - 400.000 an (aku lupa tepatnya berapa).
Tapi, seperti biasa, tiket.com is my hero jadi bisa dapat harga 300.000 lewat dikit. Nett ya.

Di tiket.com hanya ada 1 type yang dijual.
Based on picture, aku merasa : okey, this is gonna be worth the price.

And oh I'm so wrong.

Langsung aku list yaa.

Pro tentang kamar dan hotel :
1. Lokasi tengah kota. Cukup strategis.
2. Harga murah. Apalagi kalau lewat tiket.com. Apalagi kalau ditambah promo-promo kejutan dari tiket.com. Apalagi kalau lagi masuk ke diskon tambahan kategori member. Itu loh yang Silver Member, Gold, dll. Saya masih di Silver jadi diskon tambahannya 10%. Bukan untuk semua pilihan hotel yaa. Beberapa aja. Kayaknya ganti-ganti tiap bulan.
3. Kamar bersih.

Kontra : 
1. Mulai dari pintu masuk. Posisi lobby ini tersembunyi ya, bukan menghadap jalan raya. Agak aneh nih. Jadi kalau kalian cari di google maps, seakan-akan Tebu Hotel ini masuk gang. Padahal kagaaaa. Pinggir jalan raya banget. Sebelahan sama D'Pavilljoen Hotel . Cuma yaa untuk ke lobby, masuk alleyway gitu hehehe.
2. Lobby yang tidak seperti lobby hotel. More like lobby motel? atau lobby hotel melati. Very small dan cuma ada 1 sofa "basa-basi".
3. Protokol Kesehatan "basa-basi". Ada meja yang tersedia hand sanitizer, tapi ngga ada orangnya!. Jadi aku (dan tamu lainnya yang datangnya berdekatan dengan aku) melenggang masuk tanpa pengecekan suhu. Cuma ya aku inisiatif aja pake hand sanitizernya hehehe.
4. Ada 1 securty yang standby didepan pintu lobby. Tapi saat saya turun dari lobby, ya dia diem aja. Ngga ada bantu buka pintu, menyambut, atau bahkan menawarkan bawain bareng. Asli cuma berdiri aja. Bahkan ngga ngukur suhu kek atau ngingetin hand sanitizernya ada di mejaq kek.
5. Petugas Front Office yang ngga seperti petugas FO. Hahahaha.. Bukan maslaah seragamnya yang casual yah..itu kan emang style dari perusahaannya. Tapi tutur kata dn bahasa tubuhnya ituuuu. Ngegemesin bangettttt. I pay for my stay there. So treat me like a guest please.
Nah jadi ternyata ngukur suhunya itu disiniiii...di meja Front Office, saat kita check in. Ksrena keperluan untuk ngisi formulir.
GUNANYA APAAA??
Kalau saya suhunya ternyata 39 dercel, lalau ditolak check in nya. Gunanya apa? I-m already in your building. I already touch your lobby couch, your pen, your FO bar.
6. Hand sanitizer yang dirempel depan lift, beberapa kosong. Bahkan yang di depan lift lantai lobby pun kosong.
7. Kamar sempit. Bener-bener minimalis. Tapi ini sudah diperkirakan karena sudah ada kan infonya di tiket.com.
8. Saluran TV banyak yang jelek penerimaannya. Jadi ngga bisa enjoy tv di kamar. Masalah TV ini mirip-mirip sama di Grand Tebu Hotel.
9. Kamar saya di lantai 8. Ribut banget! Ngga tau suara mesin apa dan bersala darimana. Pokonya ribut sepanajng saya tidur.
10. Dan ini ngga tau halu atau apa. Tapi saat nonton tv, samar-samar denger suara siulan. Ngga tau darimana. 
11. Ini salah satu yang paling nyebelin. Saya telepon mau order makanan, tidak ada yang angkat. Lalu telepon FO, malah ditanya udah telepon ke nomor room service nya belum. Padahal saya udah bilang "Saya telepon room service kok ngga diangkat ya? mau order makanan". TRus dia malah nanya gitu.
Akhirnya orderan dicatat oleh si mba petugas FO tersebut dan diakhiri dengan kata-kata "Oke saya coba cek dulu ya bisa ngga. Nanti ditelepon lagi ke kamar".
WHAT???
Cuma pesen kentang goreg, dia masih harus check bisa atau ngga. 
LAlu aku tunggu telepon yang dijanjikan itu.
1 jam. 2 jam. 3 jam. Sampai saya checkout, ngga ada tuh telepon ke kamar untuk mengkonfirmasi pesanan bisa atau tidak. Ada atau tidak.
Speechless owe...


Entah apa lagi point kontranya.
Kayaknya cukup segitu aja.
Ngga ada maksud menjatuhkan atau apa ya. Tapi da emang begitu yang saya rasakan. Apa adanya.
Percaya deh, aku termasuk golongan yang mendukung untuk meningkatkan kembali industri hospitality di Kota Bandung. Karena banyak orang yang nafkahnya tergantung disitu.
Tapi kalau begini kan sulit mau dukungnya...
Besoknya aja aku skip breakfastnya. Bodo amat deh rugi juga. Udah pengen buru-buru checkout aja.

Sepanjang umur saya staycation, ngga pernah tuh saya melewatkan kesempatan untuk request late checkout. Temen deket pasti tau hahahaha.
Tapi kali ini, saya malah pengen buru-buru keluar. Jam 10an aku udah checkout.

Well, sekian reviewnya. Nanti pas salse, aku upload video dan fotonya. Ngga banyak. Since akunya juga udah ngga semangat.
Semoga bermanfaat.

See you on my next curhat.

10 Maret 2021

Review Hotel : Grand Tebu Hotel - Bandung

 Perasaan baru mulai membiasakan diri nulis tahun 2021 instead of 2020.

Eeehh ternyata udah bulan Maret aja, dan pertengahan bulan pula.

Blog ini sangat ngga produktif hahahaha.

Padahal bahan konten banyak loh. Ngumpulin konten itu menurut aku gampang. Yang susah adalah ngedit dan finishing hahaha.

Anyway..kali ini (sesuai judul) aku mau review hotel lagi yah.

Ini masih fresh banget karena saat aku ngetik ini baru banget checkout hehehe.

Jadi hotelnya adalah Grand Tebu Hotel yang berlokasi di Jl. Riau, Kota Bandung. Pasti banyak yang familiar lah ya. Ini bukan termasuk hotel baru kok. Kalau dari peringkat, ini termasuk hotel bintang 4.

Biar ngga banyak kata pengantar, langsung aku list aja info generalnya ya.

Type kamar yang aku pilih : Superior Double. (queen bed).

Harga : Publish rate 504.000 (weekday). Tapiii aku book lewat tiket.com jadi hanya 409.000 nett.

Luas Kamar :

Type Kamar mandi : Shower only. Kaga ada bath tub. Kalau ingin bath tub, ada di type Suite. Tapii type Suite ngga dijual di tiket.com

Pro dari kamar dan hotel ini :

1. Luas kamar. Lumayan agak "bernafas". Ngga sekecil sodaraya : Tebu Hotel.

2. Design kamar. Klasik dan masih belum terlalu ketinggalan. Walaupun sebenernya aku lebih seneng hotel yang kamarnya full carpet, tapi yaaa si Grand Tebu Hotel ini ngga berkarpet tapi masih nyaman lantainya.

3. Harga masih masuk akal. Agak tinggi untuk sekelas kamar type seperti ini tapi posisi hotelnya kan di tengah kota ya, jadi agak "terbayar" dengan lokasinya.

4. The View. Saya dapat kamar di lt. 11 (kamar 1109). Jadi lumayan dapat city view dan sebagian view jalan Riau. Btw, untuk yang ingin type smoking room, yanlokasinya di lt.11 ya kamar-kamarnya.

5. Marketing baik banget. Ngebantu saat request late checout. Room Service Crew juga sangat sangat ramah. 


Kontra dari kamar dan hotel ini :

1. Kunci slot rantainya rusak. Kenapa tidak diperbaiki??

2. Lampu di area meja juga tidak menyala.

3. Petugas Front Office kurang hangat sambutannya baik saat check in maupun check out.

4. Petugas yang menerima telepon room service agak terlalu santai ngobrolnya ahahahah...gimana ya..terbiasa dengan sopan santun yang formal di hotel lain. ini malah gaya bicaranya seperti ke temen. Saat saya order minuman dan minta extra ice cube, dijawab "hmm..esnya ya..bentar saya tanya dulu" dengan nada yang sepertinya kurang suka kalau saya minta extra es batu..Saat dia menginfokan minuman yang saya inginkan habis juga bahasanya gimana gitu ya.... Ngga judes sih.. tapi ya kurang nyaman juga dengernya.

5. Sepertinya understaffed. Karena tidak ada bellboy. Saat saya turun dari mobil pun tidak ada yang menyambut sambil menawarkan membawakan barang. Karena hanya ada 1 security didepan dan dia sudah riweuh ngebantuin rombongan keluarga yang turun didepan saya. Saat check in juga petugas FO tidak menanyakan saya membawa barang atau tidak, butuh dibawakan atau tidak. Harus saya yang minta. Itupun yang antar adalah security.

6. Masih soal understaffed. Saat breakfast, banyak wajah yang muda dan sangat muda. Sepertinya trainee atau PKL atau apalah. Karena selain wajahnya muda-muda, cara tutur kata dan bahasanya pun tidak profesional. Keliatan bangettt masih hijau.

7. Pilihan channel TV sangat sedikit. Hanya 38 channel. Itupun mostly lokal. Film cuma HBO dan FOX Movies. Channel anak-anaknya ada gambar tapi suaranya desis doang. Channel FOX yang isinya series semua itu juga sama, ada gambar tapi suara desis doang. Jadi sama aja ngga bisa ditonton. Masih mending di Tebu Hotel, at least pilihan channel lebih banyak. Walaupun banyak yang penerimaannya juga rada kacau hhahah.

7. Kontra terakhir. Saya kan sudah request late checkout saat order di tiket.com. Begitu saya check in, langsung konfirmasi. Bisa kan late check out jam 1? Bisa. Keesokan harinya jam 11an saya telepon FO untuk konfirmasi lagi. Dijawab Bisa. Lalu jam 12an ada yang nge-bell kamar untuk bertanya : Mau extend atau check out hari ini? 

Itu sudah cara ngusir halus pertama kan. Lalu jam 12.30an DITELEPON KE KAMAR  untuk menanyakan hal yang sama : Mau checkout atau extend?

I mean...

Ini bukan pertama kalinya saya request late checkout dari hotel. Kalau bisa ya Alhamdulillah. Kalau ngga bisa yaudah belum rezeki.

Tapi ini mah dibilang bisa, kemudian untuk "diusir" secara halus sampai 2x !!

Sangat ngga worth it extra 1 jam dengan 2 gangguan hahaha..


Buat kamu mungkin poin-poin kontra saya ini ngga penting atau ngga berpengaruh terhadap keputusan pemilihan hotel ya. It's okay. We have different preferences.

Tapi semoga poin-poin Pro nya membantu kamu mengambil keputusan untuk menginap di hotel ini. Karena sesungguhnya, mungkin beberapa kontra ini terjadi karena kondisi penjualan kamar yang menurun akibat pandemi. Mungkin mereka understaffed karena perusahaan harus menghemat.

In the end, mari kita dukung industri apapaun yang lokal, yang kira-kira menyediakan lapangan kerja untuk penduduk lokal. Staycation sambil memakmurkan oramg kaya lokal kan gapapa. Karena kalau mereka makmur, jadi bisa ngegaji orang banyak juga hehehe.

Oya, aku ada video room tour singkat ya buat ngasi gambaran real kamarnya gimana.

Sayangnya aku ngga inget untuk foto-foto di hotelnya hehehe.




Btw, jangan lupa, order kamarnya lewat tiket.com yaaa.

Banyak promo, banyak harga cantik, banyak payment channelnya. Hidup lebih gampang (dan murah) deh lewat tiket.com mah hihihihi

See you on my next review!

Post of The Month

Akhir Tahun 2022 : Sudah Punya Apa Saja?

Saat saya menulis ini, Tahun 2022 tersisa 19 hari lagi. Jujur, rasanya pedih ke hati. Juga takut. Pedih karena merasa ngga ada perkembangan ...

Yang Ini Juga Menarik...