2 April 2019

Ternyata ini 5 Cara Mudah Menjadi Blogger Sukses, no.4 Bikin Kamu Tercengang!






Familiar dengan judul diatas?
Jangan dianggap serius ya judulnya..isi artikel ini jauh banget dari judul..hehehe

Tapi kali ini memang bukan post review produk kok.
Setelah sekian lama saya khususkan blog ini hanya  untuk review produk dan sesekali share photo makeup atau product battle, akhirnya saya putuskan untuk menyelipkan post / artikel yang bukan review.
People changes, so does blog contents :)

Jadi, di post kali ini saya mau sharing setitik tentang menjadi blogger.
Lebih tepatnya lagi, etika menjadi seorang blogger yang baik.
Setiap profesi itu mempunyai kode etiknya masing-masing, ada etika kerjanya dan norma-norma yang tertulis maupun tidak tertulis.

Kebanyakan (tapi tidak semua) blogger memulai membuat blog karena hobi, karena ada passion menulis, ada ide-ide atau pemikiran yang ingin dituangkan.
Lalu seiring waktu, mulailah dijadikan profesi. Blognya menjadi media yang menghasilkan uang.

Pada tahap ini, bisa dibilang blogger adalah profesinya, pekerjaanya. Artnya harus diperlakukan dengan profesional juga. Dari sini mulailah ada pihak luar yang mengajak bekerjasama yang melibatkan pertukaran materi.
Dari perusahaan memberikan fee, dari blogger memberikan post blog.
Itu bentuk sederhananya, tapi sebenarnya ada beberapa bentuk kerjasama lainnya.

Nah, kebetulan tanggal 12 Maret 2019 ada event yang diadakan oleh Katarasa (IG : @katarasaevent )
dengan tema acara " Personal Branding dan Etika Blogger"
Menarik kaaann tema eventnya.

Apalagi pembicaranya tuh 2 wanita super yang produktif.
Untuk tema "Personal Branding" ada teh Nurmala (IG : @nurmadotnet ) yang sharing tentang pentingnya personal branding, dan juga share tentang produk aplikasinya yaitu Halal Locals.
Di sesi ke-2 ada teh Erry (IG : @erryandriyati ) (Blog : www.bibi-titi-teliti.com) yang dengan khas gaya santainya sharing tentang etika seorang blogger.

Dari event ini aku ngerasa dapet banyak ilmu dan info baru tentang dunia digital dan personal branding.
Dan sedikit ngerasa "ketampar" dengan pemaparan dari teh Erry. hehehe

Karena teh Erry mengingatkan bahwa salah satu etika blogger yang harus dijunjung tinggi adalah :
Tepat waktu sesuai deadline.

Haduuhhh...saya tuh sering post di injury time karena nulisnya masih ngikutin mood, sering mengalami semacam writer's block.
Segitu dirumah ada wifi, tetep aja ngetik post mah lancarnya pas diluar...aneh ya.
Dasar...manusia.

Selain itu juga kita diingatkan untuk bertanggung jawab dengan apa yang kita tulis.
Arti tanggung jawab ini luas ya, mencakiup :
1. keaslian (NO plagiat).
2. Jujur. Misalnya  review produk ya jangan ngasal, tapi benar-benar berdasarkan pengalaman menggunakan, atau kalau membahas berita yang lagi viral sebisa mungkin kumpulkan fakta dengan benar, jangan malah menambah-nambah rumor aja.
3. Siap dengan reaksi pembaca bila kebetulan post kita ini tidak sesuai dengan pemikiran mereka.

Dari segi personal branding, teh Nurma share tentang besarnya pengaruh media sosial terhadap pencitraan diri kita. Internet dan khususnya media sosoal sudah jadi bagian dari hidup sehari-hari kita. Jadi hati-hati kalau posting sesuatu ya. Remember to think before you act.
Curhat-cirhat tuh ngga perlu lah di status WA atau di story IG. Atau kalau butuh penyaluran, ya disaring-saring lah bahasanya. Tapi curhat terbaik itu ke Maha Pencipta ya, bukan ke media sosial,

Sebisa mungkin apa yang kita share itu bisa bermanfaat buat yang baca.
Apalagi kalau kita ini karyawan atau sedang in-between-jobs a.k.a lagi ngelamar-ngelamar.
Pihak HRD sekarang suka kepo-kepo akun media sosial kita loh.
Gunanya? ya untuk menilai keprbadiannya. Kita bisa loh menilai secara general apakah seseorang itu mentalnya kurang matang atau kurang profesional.

Sekian sekelumit sharing mengenai personal branding dan etika blogger.
Semoga bermanfaat yaa.

Di bawah ini saya selipkan kenang-kenagan foto bersama penyelenggara dan peserta ya.

Stay smart, darling
Mmmuachh


1 April 2019

Let's Talk About Life...




Hmmm...
Kali ini sepertinya bakal agak personal nih bahasannya. Dan mungkin setengah curhat.
Karena kali ini saya mau ngebahas tentang BIG Life Decision.
Keputusan BESAR dalam Hidup.

Sebenarnya dari kita mulai bangun tidur di pagi hari, kita sudah harus membuat keputusan-keputusan.
Mau langsung bangun atau lanjutin mimpi?
Mandi dulu atau sarapan dulu?
Sarapan apa?
Mandinya keramas atau ngga?
Dandan ngga?
Pakai baju yang mana?
daaaannn keputusan atas pilihan lainnya

Sampai kepada keputusan-keputusan besar, seperti :
Mau kuliah atau kerja?
Kalau kuliah, ambil jurusan apa?
Mau jadi pengusaha atai jadi karyawan?
Nikah sekarang atau ditunda?
Langsung program bikin anak atau ditunda?
Mau anak berapa?
daaannn lainnya

Istimewa sekali ya menjadi manusia.
Banyak pilihan, banyak kesempatan.
Di sisi lain, banyak pilihan = banyak keputusan.
Dan setiap keputusan menentukan jalan kita ke depan.

Diri kita yang sekarang ini, adahal hasil dari pilihan dan  keputusan-keputusan di masa lalu.

Dalam artikel kali ini saya mau bahas 3 keputusan besar dalam hidup saya, yang special.
Special bagi saya.

1. Mr. Right
Yes, ini salah satu keputusan besar dalam hidup saya yang sangat istimewa.
Tapi tahu ngga, jawaban atas pertanyaan "is he the one?" itu terjawab dalam sepersekian detik di awal pertemuan kami.
Iyaaaa beneran ngga bohong, pertama kali ketemu dia, dalam sepersekian detik dalam hati  saya seperti ngomong "oh yaudah kayaknya ini nih.."

But I won't call it love at first sight. Karena kami dikenalin temen, disuruh saling add di Facebook dan chat d Yahoo Messenger (YM).
Apakah ada yang tahu apa itu YM? hihihih...
Jadi sudah liat wajah lewat foto sih..
Tapi sekitar sebulan hanya chat tanpa ketemuan langsung, jadinya ya deg-degan juga pas pertama dia mau ke rumah.

Saya berhari-hari istikharah minta diberi jawaban.
Doa saya simple :
"Kalau dia baik untuk saya dan keluarga, mohon dimudahkan dan dilancarkan.
Kalau tidak baik, mohon segera dijauhkan."
I don't want to waste time, the clock is ticking.

Jadi pas hari itu dia ke rumah saya untuk ketemu pertama kalinya, saat dia didepan rumah saya dan saya jalan ke depan untuk bukain pagar.
Saat itulah Allah memberi jawaban. Hanya dalam sepersekian detik. Ngga nyampe sedetik.
Allah Maha Mendengar, Allah Maha Besar.

Saya pengen cerita detail tentang jalan kami sampai ke pelaminan, dan juga hal-hal tentang menjalani pernikahan. Tapi terlalu special, saking specialnya sampai saya pengen cerita di post terpisah.


2. Leaving a Promising Career
Saya pernah kerja di beberapa bidang, dan lintas industri.
Pernah ngajar, pernah di gallery, dan terakhir yang agak lama di bidang marketing dan keuangan.
Di bidang keuangan, saya bekerja di bank, asuransi, gadai.
Karir saya di bank lumayan menjanjikan. Ada beberapa pilihan kesempatan perkembangan karir, yang indah penghasilannya dan jaminannya. Pokoknya bright pathway deh.

Tapi di sisi lain, saya juga punya impian. Lebih tepatnya, saya punya banyak impian.

Setelah minta izin suami, saya langsung memutuskan resign dan fokus mengikuti passion saya.
Ini keputusannya diambil dalam waktu cepat karena saya takut kalau saya ngga maju sekarang, saya ngga akan pernah maju.
Saya yakin rezeki saya tidak akan tertukar, apapun pilihan hidup saya dalam menjemput rezei.

Apa sebenarnya passion dan impian saya?
Well, that's another story in another post.

Memutuskan resign ini salah satu keputusan hidup yang besar bagi saya.
Bekerja di bank memberi saya banyak ilmu, banyak pengalaman, dan banyak sertifikat..hehehe..
Biarpun keliatannya "hanya" gini-gini aja, Saya ini sudah sertifikasi WAPERD dan CFP. #bangga .
Dan kata boss saya, emang harus bangga, karena susah dapetnya.

Tidak familiar dengan singkatan WAPERD dan CFP? mangga, bisa cek di google yaa..
Kalau udah ngerti dan pengen konsul, boleh langsung japri.. Saya seneeeeng bahas financial planning kok.

Anyway, saat akhirnya meninggalkan karir, banyak yang menyayangkan keputusan saya.
Saya seperti meninggalkan kesempatan emas tanpa sebab, tanpa alasan.
Tapi hati saya udah bulet dan suami mendukung.

Pada dasarnya saya punya prinsip :
"Nyebur aja dulu, nanti juga tangan-kaki maksa buat ngapung".
I believe in MY survival instinct.


3. Changing Something

This is not my BIGGEST life decision, but this is my LATEST big decision.
Setelah 7 tahun, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan perubahan dalam blog saya.

Awalnya blog ini sudah ditekadkan utnuk murni menjadi beauty blog, dan mayoritas isinya review produk. Sangat sedikit (atau malah hampir ngga ada) tutorial.
Pokoknya saya ingin blog ini jadi salah satu patokan saat orang nyari review produk kecantikan.
Judul blognya aja udah In My Beauty Case ya.

Tapi setahun belakangan, minat saya untuk review produk turun drastis.
Bukan karena saya kehilangan minat pada dunia makeup dan skincare dan bodycare and/or all of things related to beauty industry.
Bukan juga karena saya bosan menulis, atau bosan mencoba produk dan menceritakan hasil percobaan saya.
Bukan. Bukan. Bukan.
Ada hal lain yang saya masih ragu, cerita atau ngga ya disini. Takut menyinggung beberapa pihak.

Anyway, seiring dengan menurunnya semangat saya nulis review produk, saya malah menemukan yang lain.
Saya kembali menggali dan "menemukan" the old me.
Tesya yang dulu.
Tesya yang (ke)banyak(an) minat dan impian.
Tesya yang jatuh cinta dengan buku. Hampir segala jenis buku.
Tesya yang pernah ingin jadi sutradara karena jatuh cinta dengan film, terutama film berat dan aneh. (kecuali horror, it's a big NO NO)
Tesya yang very into art in many kind.
Tesya yang suka ngecoblak and wants to be heard, but also likes to listen.
Tesya yang over-shared everything.
Tesya yang juga suka menyendiri menikmati buku.
Tesya yang diem-diem suka pergi sendirian ke art gallery just to stare at 1 painting or sculpture and interpret it in her own ways.
Tesya yang suka nonton di bioskop, sendirian.

Akhirnya saya memutuskan, I have to do something. Kalau ngga, ini blog nanti isinya "kewajiban". Bukan lagi passion. Bukan sesuatu yang saya tulis dengan tulus. Karena tulus mah lagi manggung di jakarta... krik krik kri...

And I decide, the first step is to change the blog.
Mulai dari artikel ini dan post-post selanjutnya, blog ini akan lebih random.
Masih ada beauty stuff tentunya, I will NEVER leave that.
Tapi selain itu akan ada tema lainnya. Belum tahu apa. Mungkin review buku, mungkin film, mungkin curhat, mungkin ini, mungkin itu, banyak seekaliii....
Semoga perubahan ini memberi penyegaran. At least for me.

We'll see.
Life is full of choices anyway.

Jangan lupa cek postingan temen-temen aku dari Bandung Hijab Blogger karena artikel ini dibuat berdasarkan collab dengen mereka, dan postingan mereka very inspiring!

Semoga post ini bermanfaat buat yang baca, semoga terinspirasi untuk tidak takut dan tidak menyesali setiap keputusan yang diambil.


Remember to :
Believe in YOUR own survival instinct.
Nyebur aja dulu, nanti juga tangan-kaki maksa buat ngapung.




Tapi nyeburnya di yang dangkal dulu yaaaa ;)


Post of The Month

Cara Mudah Menyiapkan Sinking Fund untuk Kurban

Huy... Setelah sekian lama ngga ngisi blog, akhirnya semangatku muncul lagi. Kali ini aku lagi kepengen bahas finansial, lebih spesifiknya :...