2 November 2022

4 Tips Efektif Cara Mengatur Keuangan Usaha Kecil dan Pribadi

Disclaimer dulu yes.
Disini membahas cara AKU mengatur keuangan bisnis kecil aku. Jadi pasti tidak sempurna dan mungkin banyak yang tidak sesuai teori yang selama ini kamu temukan.
Dan untuk informasi awal, bisnis yang aku jalankan ini Jualan Jasa dan juga Barang.
Anaknya emang semacam sagala hayang. Pengen ngerjain ini, pengen jualan itu, daaan sebagainya.
Oke, jadi yang aku jalankan adalah :

1. Wedding Organizer (Leins Wedding)

2. Make Up (Studio Rias Letisia)

3. Jualan Bumbu Giling

4. Jualan tas dan dompet di Tokopedia dan Instagram.

5. Talent agency / management (Leins Management)

Dari  semua ini, belum ada yang penghasilannya fix atau tetap. Dan semua ini rekening tempat masuk uangnya tuh hanya 1 (satu) yang aku pakai, yaitu BCA.

Nah aku ini type orang yang royal. Ada berapa uang cash di tangan ya segitu juga yang abis. Uang di rekening dengan kartu ATM atau m-banking pun sama nasibnya. Jadi aku harus cari cara pengelolaan keuangan yang sesuai dengan aku.

Begitupun kamu ya. Jadiin artikel-artikel yang kamu baca sebagai referensi, kalau cocok ya langsung praktek, kalau kurang cocok ya modifikasi.

Jadi bagi aku, cara yang paling cocok adalah selamatkan dulu setiap uang  yang masuk.

Kurang lebih beginilah 4 langkah efektif mengatur keuangan usaha kecil dan pribadi yang aku lakukan :


1. Siapkan pos-pos Pembayaran dan Penyimpanan. 

Untuk penyimpanan ini aku buat pos tujuan keuangan sesuai tujuan yang diinginkan. 
Buat aku dan suami, ini Pos Pembayarannya : KPR, Bulanan Dapur, Bulanan selain Dapur, Listrrik, Tagihan CC, Iuran Komplek, Uang Kost Suami, Bensin, Gaji ART, Zakat, Pajak Mobil, Service Mobil, Hura-Hura. 
Dan ini Pos Penyimpanan : Dana Pensiun, Dana Darurat, Dana Promil, Dana Kurban, Dana Hura-Hura besar.
Aku pribadi menambahkan : Dana Pengembangan Bisnis.

Untuk KPR, Bulanan Dapur, Bulanan selain Dapur, Listrrik, Tagihan CC, Iuran Komplek, Uang Kost Suami, Bensin, Zakat, Gaji ART dan hura-hura bulanan Alhamdulillah bisa dari gaji suami semuanya. Oya, hura-hura bulanan ini maksudnya untuk jajan makan dan ngopi diluar, nonton, jajan makan online. Gitu doang hura-huranya kami mah.
Untuk Pajak Mobil, Service Mobil, Dana Pensiun, Dana Darurat, Dana Promil, Dana Hura-Hura Besar ini kami isi cicil setiap gajian. Dari sisa pembayaran bulanan diatas, disebarlah ke pos-pos penyimpanan ini. Dan tambahan informasi lagi, Dana Hura-Hura besar itu maksudnya kalau kami ingin melakukan pembelanjaan besar ya, seperti gadget, liburan, dll.

2. Setiap aku ada transaksi penjualan, berapapun jumlahnya, SELALU LANGSUNG aku bagi.

Misalkan aku ada transaksi :
1. Laba bersih dari job WO 1.000.000
2. Fee bersih dari job Make Up 500.000
3. Penjualan Bumbu Giling 1.000.000
4. Penjualan Tas 1.000.000
5. Management Fee 200.000

Selalu aku bagi seperti ini :
30% Gaji diri sendiri
40% Jadikan petty cash operasional bisnis
20% Jadikan Dana Pengembangan Bisnis
10% Dana Penyimpanan Rumah Tangga 

Angkanya begini : 
1. Dari WO
Gaji Letisia 300.000
Dana Operasional WO 400.000 
Dana Pengembangan Bisnis 200.000
Dana Penyimpanan RT 100.000

2. Dari Make Up 
Gaji Letisia 150.000
Operasional 200.000
DPB 100.000
Dana RT 50.000

3. Penjualan Bumbu Giling 1.000.000
Gaji Letisia 300.000
Operasional 400.000
DPB 200.000
Dana RT 100.000

4. Penjualan Tas 1.000.000
Gaji Letisia 300.000
Operasional 400.000
DPB 200.000
Dana RT 100.000

5. Management Fee 200.000
Gaji Letisia 60.000
Operasional 80.000
DPB 40.000
Dana Penyimpanan RT 20.000

Jangan lupa, Dana RT maksudnya Dana Penyimpanan Rumah Tangga yang aku mention diatas yaa.


Terlihat ribet ya? sebenarnya tidak sih. Hanya saja karena ini banyak jadi panjang hehehe.
Untuk recehan kok serepot ini? Tidak apa-apa daripada cape kerja iya, duit sisa ngga ada.
Dan bagi aku, recehan puluhan ribu itu adalah rezeki, harus dikelola dengan baik.


3. Pembagian rekening tiap pos.

Rekening yang dipakai untuk menerima pembayaran dari klien dan customer hanya 1, yaitu rekening BCA. Tapi setelah itu aku bagi jadi rekening Gaji Letisia, Dana Operasional dan DPB (Dana Pengembangan Bisnis). 
Untuk Gaji aku biasanya tetap tinggalkan di rek BCA atau masuk ke Gopay atau bayar tagihan CC pribadi aku (yang isi tagihannya adalah Netflix dan pascabayar teleponku).
Untuk Dana Operasional ke rerening Bank Mandiri, dan untuk Dana Pengembangan Bisnis ke rekening BNI.

Nah disini ini kelemahannya rekening Dana Operasional  dan DPB aku, yaitu masih disatukan dari 5 bisnis ini. Jadi untuk memisahkan mana dana milik si WO, Bumbu Giling, Tas, dll ya aku harus mengandalkan PEMBUKUAN / PENCATATAN tiap bisnis ini.
Jadi aku harus benar-benar tidak terlewat membuat pencatatatan tiap transaksi. Aku punya BUKU KAS untuk setiap lini usaha. Ya betul, se-manual itulah aku hehehe

Dan karena aku suka keribetan, selain mencatat secara manual di Buku Kas, aku juga buat versi Excel di laptop. Hari gini, semua butuh backup.

Jadi, asli nih beneran ya, berapapun transaksi ya langsung aku pisahkan. Biarpun hanya 20.000. Kalau lagi ingin menghindari biaya transfer antar Bank, aku suka repotin temen hehehe. Minta mereka transfer dari rekening bank yang sama, dan aku ganti cash ke mereka. Biasanya kalau cuma puluhan ribu sampe 100.000-200.000 mah pada ngga keberatan. Karena suka ada yang butuh cash tapi males ambil ke ATM kan. Atau kalau ngga ada temen / saudara yang bisa direpotin, yaudah aku terima aja biaya transfer antar bank. Kasian kan, mungkin bank butuh buat bayar gaji, listrik,dll. Heheheheh

Atauuuu lakukan pembagiannya setiap tutup buku akhir bulan saja. Aku sih kurang cocok ya pakai cara ini karena suka terpakai uangnya. Makanya aku praktek pembagiannya SETIAP transaksi.

4. Pembagian yang untuk Dana Penyimpanan Rumah Tangga, bagaimana?
 Nah ini kan sebenarnya pemasok utamanya dari gaji suami, dan si ayang akutuh ngga minta aku untuk bantu isi. Tapi karena aku bucin, ya aku keukeuh ingin ikut ngisi. Ngga deng..bukan karena bucin.
Honestly nih..karena aku ingin ada 'harga diri' lah kasarnya mah. Ada peran gituuu hahahaha
Biarpun receh, aku tetep ikut ngisi.

Oke, jadi untuk Dana Pensiun kan kami simpan di BNI, jadi ini tinggal aku transfer. Untuk Dana Darurat ada dalam bentuk Logam Mulia dan di rekening suami, ini juga tinggal beli Logam Mulia atau transfer. Untuk urusan mobil dan kurban, disimpan dalam bentuk cash jadi dimasukkan ke binder khusus. Binder ini isinya untuk hal-hal yang bisa dibayarkan dalam bentuk uang tunai.
Setiap aku ada menyisihkan untuk pos-pos ini dari tiap transaksi penjualan, aku masukkan ke salah satu pos saja, random tergantung situasi dan kondisi. Biasanya sih aku utamakan ke pos Dana Kurban dulu. Kalau sudah tercapai target dananya, ya aku pilih pos lain.

Wuih, panjang juga ya curhat kali ini.
Semoga waktu yang kamu luangkan untuk baca 4 tips mengatur keuangan usaha kecil dan pribadi ini ada manfaatnya.
Kalau ada yang masih terlewat atau ingin ditanyakan lebih lanjut, silakan komentar aja di bawah yaa.
See you!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Haiii

Post of The Month

Cara Mudah Menyiapkan Sinking Fund untuk Kurban

Huy... Setelah sekian lama ngga ngisi blog, akhirnya semangatku muncul lagi. Kali ini aku lagi kepengen bahas finansial, lebih spesifiknya :...