Cara Mudah Menyiapkan Sinking Fund untuk Kurban

Huy...
Setelah sekian lama ngga ngisi blog, akhirnya semangatku muncul lagi.
Kali ini aku lagi kepengen bahas finansial, lebih spesifiknya : SINKING FUND untuk Kurban


Disini aku ingin bahas yang lebih ke arah praktek hitung-hitungan ya.
Jadi aku ngga akan jelasin definisi detail mengenai Sinking fund.
Intinya mah, Sinking Fund adalah Dana yang disiapkan dengan tujuan dan target yang sudah disiapkan. Jadi berbeda yaa dengan Dana Darurat. 

  • Perkiraan Dana untuk Kurban : 3.500.000 
  • Waktu yang dibutuhkan : 365 hari / 52 minggu 
  • Asumsikan ada waktu dimana kita belum siap menyisihkan dana, atau sebut saja gagal setor. Aku sih mengasumsikan sebanyak 2 bulan atau 60 hari atau sekitar 8 minggu. Jadi kita hanya punya waktu 305 hari atau sekitar 44 minggu.
Berapa uang yang harus kita sisihkan untu menyiapkan Sinking Fund ini?
Bila ingin sistem Harian, maka :
3.500.000 / 305 hari = 11.475. Pembulatan menjadi 12.000/ hari.

Bila inign sistem Mingguan, maka :
3.500.000/ 44 = 79.545. Pembulatan menjadi 80.000/ minggu. 


Kalau sudah dapat angka 'recehan' ini, kita jadi merasa lebih mudah untuk diraih ya.
Setiap hari berhemat 12.000 atau setiap minggu berhemat 80.000 InshaaAllah akan terasa lebih mudah kan.
Misalnya setiap kali mau pesen makanan dari luar, coba diingat lagi apakah dengan masak sendiri saya bisa berhemat dengan selisih mencapai 12.000? atau malah bisa selisih 50.000?

Kalau kita adalah penghuni kost yang ngga ada dapur dan mau ngga mau harus beli makanannya, bisa pertimbangkan untuk :
1. Langganan catering. Cari yang menyediakan langganan masakan rumahan. Ngga harus healthy catering kok, itu mah (biasanya) lebih mahal ya hehehe. Tapi kalau kondisi badan mengharuskan menjaga makan dengan aturan tertentu yaa itu mah beda cerita lagi ya.
2. Usahakan memilih menu atau restoran yang lebih murah. Ini mah udah otomatis sih ya hihihi. Tapi kayak aku pribadi nih, masih suka tergoda loh pengen makan masakan korea merk ini lah, jepang merk itu lah, fastfood lah..padahal banyak tempat makan lain yang selisih harganya lumayan jauh loh. Untuk porsi 1 orang aja bisa selisih hampir 20.000. Jadi melatih Otak dan Hati untuk memilih yang lebih murah itu bagi aku butuh latihan, proses berkelanjutan.

Itu baru berhemat dari makanan ya, yang jelas-jelas merupakan kebutuhan primer. Belum dari pulsa, transport, atau pembelanjaan kebutuhan tersier.

Inshaaallah. Kuatkan niat di awal.


Kalau yang sudah saya praktekkan pribadi, begini nih :

1. Kalau suami dapat bonus dari kantor, langsung sisihin untuk kurban, full. Pasti ngetawain deh. Lah ini mah ngapain bahas sinking fund? teteh mah enaak ada dapet bonus. Eitsss, aku tetep bikin loh sinking fund-nya. Tapi target tanggal diganti, ke tahun beikutnya lagi. Jadi dengan target waktu yang lebih lama, tabungan harian/mingguannya jadi lebih 'receh' kan. Lebih ringan.

2. Aku pilih sistem nabung cash mingguan di binder dan amplop khusus. Karena kalau di rekening itu suka takut kepake ngopi hahaha.. Nah trus kenapa mingguan? supaya bikin kolom / kotak penanda nabungnya ngga banyak, cukup 44 aja.

3. Penghasilan aku kan ngga pasti ya jumlah dan waktunya. Dari penjualan BUMBU GILING itu bisa dapet cash atau transfer. Dari YOUTUBE / BLOG / INSTAGRAM dan jualan di TOKOPEDIA selalu non-cash, ditransfer ke rekening. Kapan dapet penghasilannya juga ngga tentu.
Jadiiii setiap ada uang masuk, aku selalu langsung bagi ke beberapa pos.

Misalnya lagi dapet 500.000
200.000 diinvest lagi ke bisnis sendiri. Ini penjelasan detailnya di artikel lain ya.
50.000 nambahin ke Dana Darurat
50.000 masukin pos Barang Impian
50.000 nambahin sinking fund Kurban & Pajak Mobil
150.000 Gaji diri sendiri. Biasanya kupake buat jajan buku, atau baju, atau ngupi2. Skincare mah ada posnya sendiri ya.


Pada nyadar ngga diatas itu aku ada kata "nambahin" dan "masukin"? Bedanya dimana?

Nambahin : Pos ini sumber utama dan wajibnya adalah dari gaji suami. Dari aku penghasilan aku mah support aja, nambah2 biar bantu mempecepat mencapai target.
Masukin : Pos ini sumber utamanya adalah penghasilan aku. Kalau suami lagi ada THR atau bonus, naahh nanti disisihin buat nambahin ke pos ini.

sampai sini masih ngerti atau udah bobo?

Yaudah basically itu aja cukup sih ya untuk dasar-dasar perhitungan Sinking Fund untuk keperluan Kurban.  
Saya ngga pakai hitungan tabungan per bulan supaya terasa ringan dalam menyisihkan. Tapi kalau kamu type yang males update atau nabung tiap minggu (apalagi tiap hari) yaa berarti hitungan bulanan adalah jalan ninjamu, bestie.

Suit yourself. Pilih cara yang paling mudah untuk dijalani. Karena konsisten adalah koentji.
Kalau terasa agak ribet atau membebani, kita cenderung berhenti di tengah jalan.

Semoga hitung-hitungan sederhana ini membantu ya. Dan semoga memotivasi juga.
Pengen bikin hitung-gitungan apalagi nih?

Komentar

Postingan Populer