5 Desember 2016

Review : Studio Make Up Soft Blend Eyeshadow - Rich Fudge


Udah tanggal 6 Desember ajaaaa...
Rasanya baru bulan lalu main kembang api depan rumah ortu saya, barengan dengan kakak-kakak dan keponakan...huhuhuhuuu...
Time really do flies so fast... wait, no.. TOO fast!!

Artikel ini seharusnya masuk post bulan November, tapi karena satu dan lain hal yang top secret tapi urgent, akhirnya tertunda. Trust me, itu urgent banget dan ga bisa dihindari.

Move on.

This eyeshadow cought my eye on one of my matte eyshadow hunt a couple months back.
Bersamaan dengan temennya yang INI


Studio-Make-Up-Soft-Blend-Eyeshadow-Rich-Fudge

Yup, ini Studio Make Up Soft Blend Eyeshadow - Rich Fudge.
Hmmm...fudge....remind me of Chocolate fudge.. #ngacay


Studio-Make-Up-Soft-Blend-Eyeshadow-Review

Pas pertama lihat warna ini di pan, langsung kebayang bakalan keren bangetttt buat di crease, atau bahkan buat di seluruh lid.

Studio-Make-Up-Soft-Blend-Eyeshadow-Rich-Fudge
As you can see, Studio Make Up Soft Blend Eyeshadow ini ukuran pan nya lumayan besar.
Jadi bakal lamaaaaa banget habisnya hehehe..

Studio-Make-Up-Soft-Blend-Eyeshadow


Ini swatches nya :
Studio-Make-Up-Soft-Blend-Eyeshadow-Rich-Fudge-Swatches

1. Kiri : Tanpa eyeshadow base
2. Tengah : Dengan eyeshadow base nyx - skin tone
3. Kanan : Tanpa eyeshadow base tapi kuas dibasahi dengan sedikit air.

Mantap kaaann pigmentasinyaaa.. huhuy.. cinta deh
Teksturnya lembuuutt.
Saat pick up dengn kuas dia ngga banyak fallout, tapi tetap gampang dibaurkan kok.

Pokoknya aku mah suka suka suka hihihi...

Eh lupa, ada sedikit side note : Untuk aplikasi dnegan kuas lembab, walaupun pigmentasinya makin oke tapi saat dibaurkan jadi agak repot. Jadi sebaiknya saat mau baur, pick up lagi eyeshadownya dengan kuas lain yang kering.

Well, that's from me now. See you on nest post.
Tentang apa? brand apa? atau malah ga bahas beauty sama sekali?
Liat nanti aja yaaa..

Meanwhile,
Stay geulis, darling

10 November 2016

Review : Studio Make Up Soft Blend Eyeshadow - Very Black

I really really really love matte black eyeshadow.
Matte black eyeshadow yang ideal versi saya adalah yang suuuperrrrrr black dan dead matte, no hint of shimmer or sparkling. Just dead matte black. Dan mudeah di-blend tentunya.

Sayangnya selama bertahun-tahun wandering di dunia make up, belum nemu yang bikin saya komen : wow, I finally found the one.

Khusus shade hitam dan coklat, saya selalu beli single eyeshadow, walaupun di palet udah ada, tapi untuk crease ingin punya yang singles.

Masih inget kok eyeshadow hitam pertama saya adalah PAC, sayang ada sedikit shimmer.
Kedua adalah Make Over, hitam banget dan no shimmer tapi chalky dna susah banget di blend, plus dia warnanya memudar setelah 1 jam.
Ketiga nekat nyoba Viva, bagus banget teksturnya buttery gitu dan super black tapi harus aplikasi pakai jari kalau pakai kuas malah ngga ke-pick up sama si kuas. Ohya, setelah 1-2 jam dia ngeleber ke lingkungan sekitar.
Keempat sampai ke ketujuh, saya coba brand US yang umum dipakai MUA...dan saya ngga ngerti bagusnya dimana karena mereka hitamnya soft, almost need a hard work to make it appear. Tapi mungkin kategori black eyeshadow yang bagus tuh itu ya? kalau saya sih ngga.

Lalu saya menemukan ini :
studio-make-up-soft-blend-eyeshadow

studio-make-up-soft-blend-eyeshadow

Studio Make Up Soft Blend Eyeshadow. shade Very Black.
Setelah beberapa kali main ke counter Studio Make Up di TSM (Btw, BA yang namanya mba Ovy itu baik bingiitttt), saya ngga pernah ngeh kalau mereka punya shade matte black di koleksi singles nya. Karena selama ini nemunya yang shimmer dan foil doang.
Oh, mereka ada matte brown juga tapi itu dibahas di artikel lain setelah ini yaa

studio-make-up-soft-blend-eyeshadow-very-black

studio-make-up-soft-blend-eyeshadow-very-black

Nama shade nya tidak mengkhianati yaa hahahaha.. Very Black.
Pan size nya pas, dan lumayan dalam. Ini 0.7 oz / 2 gr. Buat saya ini lumayan besar buat eyeshadow.
Emang ngga sebesar PAC dan Make Over.

studio-make-up-soft-blend-eyeshadow-very-black-swatches

Penjelasan swatches :
Kiri : NO eyeshadow base, DRY brush.
Tengah : WITH eyeshadow base, DRY brush.
Kanan : NO eyeshadow base, WET brush.

No perfection, but so far I'm loving this.
1. Sangat sangat sangaaattt mudah di-blend. No effort deh buat ngeblend nya.
2. Awet dan diam di tempat. Tau kan berapa lama pengantin pakai makeup, nah selama itulah si eyeshadow ini bertahan diam di tempat dan ngga memudar.

Sayangnya, kurang dead black. Kurang hitam. Kurang kelam.
Bisa sih  di-layer untuk nambah instensitas kekelamannya, tapi atuhlah saya kan ingin yang sekali poles langsung : wow! hitam banget!. Gituuu...

Anyway, ada yang pernah nyoba ini? atau ada yang punya saran matte black eyeshadow yang lebih parah lagi bagusnya? please do let me know karena saya masih dalam misi pencarian si hitam ideal ini..


7 November 2016

Review : Make Up Revolution Essential Mattes 2

Assalamualaikum,

Anoter matte eyeshadow palette ^_^
yang awalnya butuh 1 matte highlight eyeshadow, berujung dengan beberapa palet matte eyeshadow..hihi...untung budgetnya emang masih ada..

When I'm obssesed of finding one (almost) perfect makeup, I tend to end up buying a group of similar things. But it's a good things right?
Saya jadi bisa puas nyobain langsung, ngga hanya mengira-ngira. Dan hasil review saya pun (mudah-mudahan) berguna buat yang baca.

Palette kali ini adalah Make Up Revolution Essential Matte.
Saya beli ini barengan dengan Make Up Palette Black Velvet Revolution  .

Which one I love more?
well...


Make-Up-Revolution-Essential-Mattes-2-Palette


Case palette ini berbahan plastik juga, sama seperti Make Up Revolution Black Velvet, tapi yang black velvet emang keliatan lebih mewah karena lapisan kainnya itu.



Make-Up-Revolution-Essential-Mattes-2-Palette


Saya suka dengan layout eyeshadow di palette Make Up Revolution Essential Mattes 2 ini karena vertikal dan slim. Buat saya, terlihat lebih profesional dan serius, cocok untuk MUA. Ini mah menurut saya yaaa hehehe..
Pilihan shade nya juga okey, range of natural colors and the combination of warm and cool.
Bebeapa shade mirip dengan Make Up Revolution Black Velvet dan   LA Colors Matte Eyeshadow - Tan Khaki 



Make-Up-Revolution-Essential-Mattes-2-Palette

Sama dengan temennya, di bagian belakang ada keterangan ingredients juga.


Daann ini swatchesnya :

Make-Up-Revolution-Essential-Mattes-2-Palette-Swatches

Pigmentasinya okey, padahal ini tanpa eyeshadow primer / base.
Unfortunately, beberapa shade agak chalky.
Daya tahan (dengan eyeshadow base) lumayan lah 4-5 jam masih diam di tempat, ngga ngeblend antara eyeshadow di lid dan crease. Kalau memudar sih iya lumayan.

Jadii...
Which one do I love more?
hmmm...
Beberapa shade teksturnya lebih bagus di black velvet karena buttery gitu. Di palette ini tekstur eyeshadownya less buttery, bahkan beberapa malah agak chalky.
Tapiii ini lebih okey pigmentasinya, bahkan tanpa eyeshadow base seklaipun.
So... I end up liking both of them.. Tapi ya beberapa shade aku suka dari black velvet dan beberapa shade suka yang dari essential mattes 2 ini..hihihi

Well, itu review berdasarkan nyobain sendiri dan ke kulit sendiri, hasil ke kulit lain mungkin berbeda ya. Tapi mudah-mudahan tetep ada manfaatnya artikel ini ditulis hihi..

Kalau ada palette Make Up Revolution lain yang recommended untuk dicobain, please do let me know, bisa komen disini atau instagram atau email. Thanks for reading this.

Stay geulis,darling.

Wassalamualaikum wr wb

2 November 2016

Review : LA Colors Matte Eyeshadow - Tan Khaki

Seperti yang udah terbaca di post-post sebelumnya, beberapa bulan belakangan ini saya lagi terobsesi sama matte eyeshadow.
Awalnya hunting eyeshadow untuk matte highlight di tulang alis.
Karena baru nyadar gitu, ternyata diantara semua koleksi eyeshadow saya (yang ngga begitu banyak), belum ada matte eyshadow yang kece buat highlight tulang alis.

Dan ternyata, hunting yang tidak didukung oleh unlimited budget itu menyakitkan yaa...hiks.
Banyaaakk pilihan yang bikin saya pengen klik "add to cart" (yes, I browse online). Tapi harganya maakkk....

Jadi kategori pun dipersempit dengan filter range HARGA hahahah..
Akhirnya ketemu deh beberapa pilihan... Daannn salah satunya ya ini :
LA Colors Matte Eyeshadow - Tan Khaki.

LA-Colors-Matte-Eyeshadow-Tan-Khaki


LA-Colors-Matte-Eyeshadow-Tan-Khaki

Harganya sangat sangat sangat terjangkau.
Saya beli di Makeupuccino hanya Rp. 60.000,-
Bikin happy kan harganya? dapet 5 shade dengan ukuran pan yang lumayan loh
(Maaf saya lupa ngga photo skalanya di telapak tangan, jadi ngga kebayang ya ukurannya).

Size paletnya mah travel friendly kok.
Bahannya ya standar lah, plastic box gitu.
Shade Tan Khaki ini menurut saya adalah yang paling wearable untuk daily makeup.

LA-Colors-Matte-Eyeshadow-Tan-Khaki

Cantik kaaann..
Buat saya pribadi nih.. emboss di permukaan eyeshadow itu menambah daya tarik hahahah
Waktu beli ini ngga banyak berharap kok. Dengan harga segini mah saya mikirnya : mudah-mudahan bisa ketolong sama eyeshadow primer / base.
Kalau gagal? yaudah jadi pemakaian pribadi saya aja buat daily.hehehehehe


Surprisingly, hasil swatch semua eyeshadow ini tidak mengecewakan loh.

LA-Colors-Matte-Eyeshadow-Tan-Khaki

Warna-warnanya flattering buat ke kulit yang warm, walapun warna tergelapnya (di paling kanan) itu termasuk warna cold.


LA-Colors-Matte-Eyeshadow-Tan-Khaki

LA-Colors-Matte-Eyeshadow-Tan-Khaki-swatches 

As you can see above, pigmentasinya biasa aja, jadi butuh a little more effort to pick up the colours.
Daya tahannya juga rendah, sekitar 2-3 jam warna-warnanya udah tercampur dan memudar.
Akhirnya saya pakai ini untuk wajah sendiri aja, ngga ke klien.
Buat pemakaian daily, palet ini okeeeee banget range warnanya. Dan menurut saya, karena gampang memudar jadi dia lebih aman dan "ringan" dipakai setiap hari. hehehe...make sense ngga?

Anyway, untuk harga segini, oke lah kualitasnya.
Ngga special, tapi ngga jelek. Just : Okay.
Will I recommend it? Well, 60.000 dapat 5 warna, bisa dipakai setiap hari, then Okeeeyy go buy this palette :)

So, have you tried this palette?

Stay geulis,darling
Wassalam

15 Oktober 2016

Review : Make Up Revolution Black Velvet

Assalamualaikum,

Masih di tema matte eyeshadow, salah satu hasil hunting saya adalah Make Up Revolution Black Velvet Palette.

Pas pertama lihat fotonya di website, langsung terdengar suara alunan gitar dan nyanyian : aku jatuh cinta..
(ngga bohong, emang pas lagi buka web, suami saya lagi nyanyi sambil main gitar di sebelah saya)
hehe...
hehe..
hehe...

Anywaaayyy... Tanpa banyak mikir soal kualitas dan lain-lainnya, saya langsung order aja.


make-up-revolution-black-velvet-palette

Maafkan kualitas kamera dan kemampuan foto saya yang payah ya..
The pic doesn't do any justice for this palette..seriously, kalau lihat aslinya, ini lebih bagus lagi.. cantik dan elegan gimanaaaa gitu.

Ini palet pertama yang saya beli karena kemasannya...murni keputusan diambil berdasarkan kemasan (dan karena mostly isinya matte sih).
Jadi ini palet cute pertamaku hehehe..

make-up-revolution-black-velvet-palette


make-up-revolution-black-velvet-palette-review
Add caption
Di bagian dalam ada plastik bening dengan nama-nama shade nya.
Saya kurang suka dengan yang begini, karena tiap mau cek nama jadi harus nyontek. Kenapa sih ngga tulis ada di palette langsung dibawah tiap shade?
Atau malah mending ngga usah pakai nama sekalian, toh ngga jual refill kan,
((kok sewot...))



make-up-revolution-black-velvet-palette-review

Size setiap pan nya juga lumayan besar. Cukup leluasa untuk pemakaian.
Ada 2 shade yang paling besar, 1 shade highlight dan 1 shade gelap untuk crease.


make-up-revolution-black-velvet-palette-review
Bagian belakang tidak ada lapisan velvet / beludru. Kemasannya case plastik biasa,
So I;m guessing bagian depan pun dibalik lapisan velvetnya adalah plastik.

Berikut ini swatches per barisnya ya :


make-up-revolution-black-velvet-palette-swatches
Baris 1


make-up-revolution-black-velvet-palette-swatches
Baris 3


make-up-revolution-black-velvet-palette-swatches
Swatches all
Hehehe...maaf ya.. ternyata foro untuk swatch baris ke-2 hilang, tapi untung ada swatches yang semua shade. Mudah-mudahan cukup ngebantu ya.

+++
1. Palet ini hanya 199rb. Okey, ngga murah sih...tapi ya ngga luar biasa bikin sesak nafas juga.
2. Teksturnya lembuuuut and buttery gitu. Terasa adem di kulit deh hihihi..
3. Pigmentation untuk beberapa shade oke banget, tapi sayangnya di beberapa shade lain kok missed banget.

---
1. Daya tahan rendah. Cuma sekitar 3-4 jam aja antar warna udah tercampur apalagi kalau jenis kulitnya oily.
2. Beberapa shade agak sulit diblend.

What I hope from this product :
1. Sepertinya lebih cocok kalau harganya 149.000 daripada 199.000 hehehehe...

So far, generally I love this palette.
Shade favorit aku adalah si warna biru tua yang ada di baris ke-3.

Well, mudah-mudahan swatches dan review ini membantu yaa.
Stay geulis, darling..
mmuacchhh

Review : Morphe 35OM (Matte)

Assalamualaikum,

Honestly, photo-photo di artikel ini udah masuk draft sejak sebulan yang lalu.
But somehow, artikelnya baru saya bikin sekarang hehehe..

Tau kan ya merk iniiii... buat yang suka baca-baca artikel blog saya, pasti orang-orang yang tahu merk yaa biasanya hehe..

Kalau saya sih agak telat ya ikutan nyobain eyeshadownya Morphe Brushes ini.
Karena saya pede banget ngerasa udah punya 252 pilihan warna dari paletnya Coastal Scents. ditambah beberapa singles eyeshadow, jadi saya mikirnya : ngga perlu lah beli lagi.

Tapi takdir berkata lain....
Sayapun dipertemukan dengan Morphe 35O Matte Palette ini.
(((apasih)))



morphe-35O-m-palette

Perlukah saya jelasin detail packagingnya?
Karena ini ngga ada specialnya sama sekali, hanya persegi hitam bahan plasti kdengan sablon brand didepannya.
Sama seperti palet eyeshadow Coastal Scents, PAC, BH Cosmetics, dll.
Ini nih yang bikin saya ragu sama brand ini, karena kotaknya serupa tapi tak sama dengan brand yang tadi saya sebutin jadi saya pikir ya kualitasnya juga mirip-mirip lah.

morphe-35O-matte-palette

Pas saya lihat pan size nya, sempet agak "wawww...lebih gede dari yang diperkirakan..okeeee".
Jadi pas towel-towelin kuas kesini ngga bakal mepet-mepet nyasar ke warna sebelahnya.

Dan ternyataaaa.... powdery bangeettttt...everytime I pick it up, selalu diekori dengan efek dramatis, debu-debu halus gitu.
But then again, all is forgiven when I saw the CRAZYYYY pigmentation.

Reaksi aku pas swatch, langsung "Whoooaaaa..kamana atuh gaya...tebel pisaaannn".
Okey, ngga gitu banget sih,
But you know what I mean.

Berikut ini swacthes warna-warnanya per baris yaaa

morphe-35O-matte-palette

morphe-35O-matte-palette-swatches
Baris 1

morphe-35O-matte-palette-swatches
Baris 2

morphe-35O-matte-palette-swatches
Baris 3

morphe-35O-matte-palette-swatches
Baris 4

morphe-35O-matte-palette-swatches
Baris 5
Kalau penasaran dengan hasil saat dipakai di mata, bisa cek instagram saya : letisiamaharani 
Disitu, setiap klien yang eye makeup nya matte nude or natural matte, pasti saya pakai si  Morphe 35O Matte Palette ini.

+++
1. Very pigmented and VERY easy to blend. Jadi saya bisa lebih cepat selesai saat makeup klien dan jadi sangat mudah untuk dapat hasil bauran gradasi yang halus. SELAIN ITU, pakai kuas makeup yang murah pun tetep okey loh hasil baurannya.
2. Isi palet ini banyak yang mirip shade nya, dan hampir semua bisa digunakan ke berbagai tingkat warna kulit.
3. Harga terjangkau. I'm not gonna say ini murah karena seri 35O itu harganya diatas seri lain.
4. Daya tahan okeee... di klien bisa bertahan 4-8 jam tergantung jenis kulit dan aktivitasnya. Btw ini pernah dipake prewed 12 jam loh, dan shade-shade nya ngga berpindah / nyampur sama sekali!

---
1. Powdery. Gampang banget ngebubuk dan terbang-terbang gitu.
2. Again, harganya. KEnapa terjadi diskriminasi harga huhuhuhu

What I hope from this product :
1. JANGAN DIBEDAIN DONG HARGANYAAAAA hhuhuhuhu...
Selisihnya bisa 100.000 lebih mahal daripada seri lain di brand ini.
Dan 100.000 itu bisa buat dapet 1 item kosmetik lain loh...seriously!

Well. semoga review dan swatches nya bermanfaat.
Buat yang galau, I say : buy this! you will not regret it.
Buat yang jual ini, I say : discount code please

Stay geulis,darling..mmmuachhh
Wassalam

20 September 2016

Review : Lamica Sponge

Another Lamica products.

Enak ya nyebutnya.
Lamica. Lamica. Lamica
Lama-lama saya inget plastik mika.

Menyambung posting sebelumnya tentang Lamica Brush Set , disini saya mau review tentang sponge nya.


lamica-sponge

Packagingnya sesuai brandnya, pake plastik mika. (sok tauuuuu...saya ngasal ya, jangan dimasukin hati).
Warna khasnya hitam-pink itu kece banget di mata saya mah.



lamica-sponge
Dry Sponge

lamica-sponge
Wet Sponge
2 photo diatas adalah perbandingnan ukurannya saat sponge dalam keadaan kering dan basah.
Jadi, seperti umumnya sponge, dia mengembang saat basah.
---abaikan jari buntet yang jadi alasnya---



lamica-sponge

lamica-sponge

2 photo terakhir itu saya nyoba close up supaya terlihat teksturnya dan pori-porinya.
Mudah-mudahan berhasil. (tapi sepertinya gagal...)

Anyway anyhow, saya langsung coba pakai. Kesan pertama adalah "yaahhh..." dengan mata sayu karena kecewa.
Tapi dipaksa lagi pakai tiap dandan. Akhirnya bisa bilang "okelah...kepake sama saya".

Ini alasan kenapa saya sempet kecewa tapi lalu yaaa okelah :

+++ :
1. Sponge nya saat kering terasa kaku tapi kalau udah dibasahin dan mengembang, dia jadi lebih bouncy-bouncy menggemaskan gitu.. jadi mempermudah aplikasi foundation.
2. Warna PINK. Like it.
3. Bentuknya yang mirip RT miracle sponge. Suka banget kalau ada bagian flatnya gitu, enakeun pisan buat aplikasi foundie dan bedak tabur.

--- :
1. Walaupun bouncy saat basah, tapi tetap masih ada sisa-sisa rasa kakunya dan foundie seperti agak susah "disalin" ke wajah. Jadi tekstur di dalemnya padat gitu. Well, to be honest, aku bandinginnya ke beauty blender sih.
2. Tidak ada case yang bisa dipakai ulang seperti case beauty belnder. Boc kemasan lamica sponge ini ngga bisa dipakai ulang. (menurut sayaaaaa)

What I hope from this product :
1. Less stiff. Gimana ya jelasinnya...jadi kayaknya pori-pori sponge nya itu terlalu padet jadi walaupun udah basah dan mengembang sehingga pori-pori meregang, tetep aja amasih ada rasa kaku, jadi aplikasi foundie ngga se-flawless beauty blender.
2. Bikin case yang bisa dipakai terus menerus dong plis plis plis ya ya ya..

Semoga review ini membantu ya.
Mmmmuachhh
Wassalam,
Stay geulis,darling

Review : Lamica Brush Set

Lamica.
Saya termasuk telat (banget) sih nyobain produk-produknya Lamica.
Waktu Lizzie Parra posting photo tentang brush nya mereka, saya masih yang "okey. Brush aku udah lebih dari cukup. I think I'll pass".

But then,
Beberapa bulan lalu.. yess, beberapa bulan lalu..tepatnya Juni.
Salah satu klien aku ngasi kado ultah ini buat saya!!
Sebenernya dia jadi klien saya tahun 2014 sih..hehe.. tapi Alhamdulillah hubungan silaturahmi tetap terjaga, malah dia jadi murid kursus makeup saya, dan jadi teman ngebahas beauty related things, terutama makeup hihihi..

Jadi, dia ngasi brush set dan sponge Lamica.


lamica-brush-set
Maafkan kualitas photonya yaa
Lucu ya packagingnya... atau warna pink nya sih yang bikin lucu hehehe



lamica-brush-set

Jadi, katanya ini tuh premium brush yang handcrafted with love dan menggunakan high quality material.
Really? iya kah? ah masa sih?



lamica-brush-set

Buat yang mau bertamu ke web dan instagramnya, silakaaannn...



lamica-brush-set


Nah ini penjelasan isi kemasannya. I like it when they put these on.
Walaupun kadang saya menggunakannya ngga sesuai aturan hehe..



lamica-brush-set

lamica-brush-set


lamica-brush-set

And above is how they looks like,
Maaf ya ngga ada photo close up satuan. Karena saya pikir dengan photo grup pun udah kebayang lah bentukan bulunya gimana.
Setelah dicoba-coba semuanya, I ended up loving them!!
Here's why :

+++ :
1. Bulunya sintetis dan lembuuuuutt..
2. It pick up product nicely. Mudah banget "ngambil" eyeshadow jadi ngga perlu pakai tekanan atau diulang-ulang.
3. Saat apply ke mata, karena bulunya lembut tapi lumayan padat jadi mempermudah banget ke proses blending eyeshadow. Pokoknya enakeun lah dipakainya.
4. Warnanya pink, it's eye-catching.
5. Sejauh ini (pemakaian kurleb 3 bulan) tidak ada bulu rontok, tidak ada bagian "leher" yang melonggar, batang kuasnya juga kokoh. (leher kuas yang saya maksud tuh yang si warna pink itu...apa ya istilahnya?). So, I consider this as high quality.
6. Harga ngga mahal. Honestly saya ngga tahu berapa harga set ini dan berapa harga satuannya. Tapi denger-denger sih ngga mahal. Saya sendiri belum browse webnya hihihi

Karena ciptaan manusia jadi tidak ada yang sempurna.. ada 1 point yang saya kurang sreg :
--- :
1. Tidak ada kode nomor dan nama'fungsi kuas pada batang.
That's it.
Walaupun di kotak sudah tertulis, tapi saat penggunaan, apa iya mau nyontek ke kotaknya dulu?
Mungkin Lamica berasumsi their buyer already know and understand the shapes and function for each makeup brushes. Tapi ngga ada salahnya lah ya nyablon kode nomor dan nama.. Very useful buat pemula atau buat yang masih awam dan hoream menghapalkan...

No scoring ya.
Saya mau coba ganti style review saya.

What I hope from this product :
1. Cantumkan kode nomor dan nama. Jadi membantu penggunaan daaaann mempermudah saat pengguna mau beli ulang ataauu memberi saran ke teman/keluarga/relasi/thread di forum/dll. Misalnya ada yang nanya ke saya, kuas buat crease yang enakeun dan murah apa ya? saya bisa jawab "cobain Lamica no.xxx geura. Enakeun pisan dan harga cuma Rp.xxx" instead of  "aku kemaren ada lamica yang enakeun tapi lupa euy nomerna, ngke lah diliat lagi pas ke studio/rumah". Dan si ngke-ngke (ntar-ntar) itu akhirnya terlupakan karena tertunda.

2. Instead of box, maybe bisa create packaging dompet. Ngga perlu yang keren, kalau mau hemat biaya kan bisa pakai model kantong serut aja, dan warna PINK. Jadi lebih exclusive, sweet, bermanfaat dan ngga nambah sampah dunia heuheuheu..

Lamica, please baca dong saran aku...kan lumayan tuh yang nomor 1, saran yang bisa bantu marketing hihihihi...

Anyway, semoga review dan photo-photo ini membantu buat yang masih ragu beli brush nya LAmica atau ngga. Kalau nanya saran saya sih beli aja, ngga rugi lah.
Tapiiii kalau mau nunggu mereka pasang kode nomor&nama dulu juga gapapa hahahaha...
(terus, gimana kalau ternyata pas saya posting ini, brush nya Lamica emang udah dikodein..hahahah kan malu...).

Wassalam,
Stay geulis,darling

My Life as a Blogger - how do you explain yourself?

How do you explain yourself?
Saat ada yang bertanya apa pekerjaan kamu.

I mean, buat blogger yang punya pekerjaan utama mungkin bisa jawab dengan pekerjaan utamanya itu, gampang.
Tapi untuk full time blogger atau yang menjadikan nge-blog sebagai profesi utama atau yang seriously consider themself as writer / blogger. Saat menjawab "saya blogger", pernah mendapat tatapan "hah?" ngga?

Karena, barusan banget saya mengalami 2 hal yang bikin saya sadar :
1. Beberapa anggota keluarga tidak tahu bahwa profesi saya selain MUA dan Perias Pengantin / Wedding Planner adalah : Beauty Blogger.
2. Dari kelompok keluarga yang saya sebut di no.1 beberapa diantaranya bahkan tidak mengerti apa itu blogger atau blog.

...
Whaaattttt...
...

Pengen banget ya saya ceritain kronologisnya, tapi karena saya cenderung terlalu detil kalau bercerita, jadi mending skip ya kronologisnya. Saya cerita kesimpulannya aja :

Selama ini mereka pikir : saya hanya bekerja merias Sabtu & Minggu saja. Senin sampai Jumat saya adalah full time housewife, That's why saya punya banyak waktu untuk masak, baking dan nongkrong dengan tetangga. ---wawww...---

Saat saya secara subtle berusaha menjelaskan bahwa :
1. Saya blooger, specialized in beauty related topic. Dan karena saya menganggap serius blog saya ini, saya menetapkan target untuk diri saya sendiri. Jadi ujung-ujungnya ya saya juga dikejar deadline. Apalagi kalau ada produk kiriman brand / olshop, beban tanggung jawabnya lebih gede kan,
2. Sebagai MUA-Perias Pengantin-Wedding Planner yang belum punya karyawan, jadi yaaaa saya handle semuanya sendiri. Dari mulai bikin dan mengumpulkan portfolio, ngutak ngatik paket, cari potential clients a.k.a marketingin jasa saya, setelah dapet klien yang deal pun saya sendiri yang handle administrasi, fitting, belanja keperluan persiapan wedding, bahkan bikin dan ngehias kotak seserahan pun saya loh. (Okey, bikin kotaknya mah ke pengrajin).
Intinya : Saya memang ngga terikat jam 9-5, tapi justru jam sibuk saya lebih dari itu.

Reaksi yang didapat hanyalah "hah?" atau "masa sih?".
So, you know what...sepertinya ngga masuk deh penjelasan saya, hahahaha

Ada yang pernah mengalami ini ngga sih?
Saya berusaha cuek dan lempeng dan meyakinkan diri sendiri bahwa : I don't have obligation to explain to them.

Tapiiii...(tanpa mengurangi rasa hormat kepada para full time housewife) :
Nyeri hate juga kalau dicap sebagai full-time housewife yang menggantungkan nasib hanya ke bahu suaminya.
Sebel juga dicap sebagai cewe yang "enak banget ga ada kerjaan, ga terikat jam kantor apalagi belum ngerasain riweuh ngurus anak".
Naik darah juga denger kalimat "pantesan bisa masak,baking dan kumpul ama tetangga, banyaaakk waktu luangnya" dan bla bla bla lainnya,
Mereka kan ngga tahu...jam-jam begadang yang saya lalui...demi supaya suami-rumah-kerjaan sebagai MUA-klien-kerjaan sebgaia blogger-dan kehidupan pribadi saya ngga ada yang terlantar atau terlewat..

Jadi kepanjangan ah curcolnya.
Semoga ngga terlalu berlebihan dan cengeng.
It would be great if you share your thought or maybe personal experience and how you handle it.

MMMuachhh

Wassalam,
Stay geulis,darling

19 September 2016

My Matte Collection

Assalamualaikum,

As you can read on the title, here are my matte collection.
Belinya ngga berbarengan ya...cuma bersamaan,,,hahahaha,,


matte-eyeshadow-palette


eh tapi seriously, ini ngga sekaligus belinya, tapi emang dalam waktu berdekatan aja,
Currently I'm obssesed with matte eyeshadows.Awalnya karena butuh banget eyeshadow untuk highlight brow bone yang matte dan ramah di dompet. Tapi berujung dengan plin plan milih yang mana, so I ended up picking these shadows.

As you can see, ada nyempil 2 eyeshadow singles yang BUKAN warna highlight. Itu dibeli karena mendadak nyadar saya juga butuh dark shades untuk crease,

Selama ini kan mengandalkan dari palet Coastal Scents yang 252 warna. Jadi selalu ngerasa ngga butuh eyeshadow lagi kecuali yang shimmer or foil. Setelah bosan dan mulai ngerasa ngga puas dengan palet CS 252 warna itu, barulah ngeh butuh banget matte terang dan gelap tapi in neutral color.

Jadi, hasil hunting ini akan saya review terpisah ya, satu persatu.
Si eyeshadow singles nya aja bakal direview terpisah,
Saya akan bahas harga, packaging, pigmentation, durability, dan swatches. Termasuk my personal opinion.
Semoga aja artikel review saya bermanfaat buat yang masih plin plan dan galau milih eyeshadow matte.

So, see you on next post!

Wassalamualaikum,
Stay geulis,darling,





9 Juni 2016

Review : Jafra Beauty Dynamics Malibu Miracle Mask

You know soulmate kan?
Buat saya, soulmatenya sabun mandi adalah body lotion or body butter.
Soulmatenya pasta gigi adalah mouthwash.
Soulmatenya shampoo adalah conditioner.
Jadi secara otomatis, soulmatenya facial scrub adalah masker.

(Disclaimer : Ini opini saya pribadi, tidak mewakili semua jenis kulit dan tidak  mewakili pendapat apalagi selera semua orang).

Setelah tahu facial scrub favorit saya selama 5 bulan terakhir, rasanya pas deh kalau dilanjut dengan bahas face mask yang dipakai setelah facial scrub itu.
Apa? belum tahu facial scrub apaan yang saya bahas? cek cek disiniiii ---> facial scrub favorit Letisia. Penting loh untuk dibaca..penting banget.

Jadi setiap kali saya exfoliate wajah saya dengan si facial scrub itu, walaupun setelahnya langsung terasa kenyal dan licin, saya selalu lanjut dengan masker karena ya itu tadi, saya anggap mereka soulmate hehe.. Lagipula di logika saya, exfoiate mengangkat sel kulit mati dan mungkin membuka pori-pori jadi sekalian aja dinutrisi dengan masker.

Masker yang saya pakai adalah JAFRA Beauty Dynamics Malibu Miracle Mask.
Bukan sengaja beli supaya matching dengan scrubnya yang sesama seri Beauty Dynamics yaa.
Tapi emang kebetulan aja dapet bonus gratisan dari Jafranya. Pengen tahu kenapa dan gimana kok bisa dapet gratisan dari Jafra? langsung chat via WA ya, biar ngga promosi disini hihihi.


Jafra-Beauty-Dynamics-Malibu-Miracle-Mask
JAFRA Beauty Dynamics Malibu Miracle Mask

Jafra-Beauty-Dynamics-Malibu-Miracle-Mask
JAFRA Beauty Dynamics Malibu Miracle Mask - tampak belakang

JAFRA Beauty Dynamics Malibu Miracle Mask - tampak bawah

JAFRA Beauty Dynamics Malibu Miracle Mask ini satu seri sama exfoliating scrub yang saya bahas di artikel sebelumnya, yaitu Beauty Dynamics. Di katalog aja mereka berdampingan dalam 1 halaman, kayak lagi di pelaminan.
Berhubung namanya panjang, kita sebut saja dia JAFRA Malibu Mask.


JAFRA Beauty Dynamics Malibu Miracle Mask - angle miring biar kekinian


 First off all, I love the packaging.
Biasanya I'm not a fan of white packaging, apalagi untuk kosmetik.
Tapi untuk skincare, justru putih itu rasanya clean dan elegan, dan kok bikin sugesti bisa membuat kulit jadi clean dan putih juga. Padahal ini TIDAK MEMUTIHKAN yaaa..

Anyway, dari bahan packagingnya ini terasa mahal walaupun bukan wadah kaca yang berat.
Eh tapi justru karena dia ngga terbuat dari kaca jadi enak buat dibawa travelling.



Bagian dalam ada pelapis diantara tutup luar dan segel dalam

Ini segel dalamnya
Oh ini ada segelnya di dalam. I don't know, saya suka seneng kalau skincare atau kosmetik itu ada segel, rasanya lebih meyakinkan aja produknya.



Jafra-Beauty-Dynamics-Malibu-Miracle-Mask
Tadaaaaaa
Teksturnya JAFRA Beauty Dynamics Malibu Miracle Mask  ini agak encer.
Ngga seencer hatiku saat jatuh cinta, ngga.
Dia creamy kok, tapi ngga thick creamy gitu. Jadi pas dioleskan, mudah banget diratakan di seluruh wajah. Buat 1x pakai, ngga butuh banyak untuk mengcover seluruh wajah. Tahu kan, permukaan pipi dan dahi saya tuh seluas apa.

Aromanya? hmmmm...agak susah ngejelasinnya. Jadi gini, dia ngga ada aroma harum floral ataupun fruity, ngga ada wangi menyengat, ngga bau obat or chemical, ngga juga berbau jamu. Tapi dia ada aroma yang mungkin kalau pertama kali cium, agak aneh.
Buat saya sih begitu nyium, langsung inget : susu almond mint?


Jafra-Beauty-Dynamics-Malibu-Miracle-Mask


Nah ini yang agak unik, sensasi saat dipakai.
Awalnya biasa aja, tapi semenit kemudian mulai terasa hangat dan akan semakin hangat selama beberapa menit selanjutnya.
BUKAN panas atau kebakar atau perih atau gatal atau cekit cekit ya, jangan lebay.
Benar-benar terasa hangat di kulit. Buat saya mah malah terasa nyaman.
Ini bukan type masker yang akan mengering dan mengencang. Malah setelah beberapa waktu dia seperti terserap oleh hangatnya kulit kita.

Setelah 20 menit, bilas dengan air hangat.
Saya sih karena ingin pori-pori merapat lai, bilasnya pakai air dingin. Padahal mungkin ada alasan khusus ya kenapa harus bi;as dengan air hangat.
Ohya, pakai masker itu jangan berlebihan ya. Maksimal 20 menit..yaah lewat lewat dikit jadi setengah jam mah ngga apa-apa deh.
Kenapa ngga boleh lebih dari 20 menit? itu saya jelaskan di artikel lain yaa..kalau ga sabar, silakan WA aja saya yaa.



Pemakaian pertama, setelah selesai pakai yang terasa itu kulit jadi moist banget, terasa kenyal, jadinya pengen elus-elus dan cubit-cubit pipi sendiri deh. Efek jangka pendek, kulit terlihat lebih cerah selama beberapa jam. Ini bukan pemutih ya, dan tidak pernah dijanjikan dapat memutihkan.

Cuma ya namanya kulit wajah kalau habis di-exfoliate lalu dinutrisi dengan masker, ya pasti langsung terlihat lebih cerah dari hanya sekedar cuci muka dengan facial wash.

What I think about this malibu mask :

Price point : ini harganya Rp. 240.000 dengan isi 50ml. So definitely more expensive than the scrub. But I got it for FREE. Tapi kalau misalnya ini saya beli, saya mendingan beli pakai harga member, diskon 30% jadi sekitar Rp. 168.000 ya? jauh kan, selisih 72.000
Saya pakai selama 3 bulan, 1x per minggu, hanya habis setengahnya. Pemakaian ngga pelit ya, biasa aja seperti photo saya diatas, jadi ngga terlalu tipis ataupun terlalu tebel.
Intinya, lebih worth it beli pakai harga member.

Does it work? nah ini nih..saya sih merasa cocok-cocok aja dan senang dengan hasilnya. Kulit saya terasa moist dan kenyal.
Tapi sepertinya kalau habis, saya ngga akan repurchase masker yang ini. ---atau purchase, since the first one is free---
Kenapa? karena ternyataaaa...ini dipersembeahkan kepada pemilik kulit kering dooonggg. So oily face like mine kurang disarankan.. Padahal saya ngga ngerasa jadi lebih berminyak kok, suer, beneran...
Akhirnya masker ini saya pakaikan ke teman-teman yang ingin coba gratis aja, barengan dengan exfoliating scrub yang saya bahas disini.   Dan saya beralih ke masker lain yang lebih cocok ke kulit berminyak/kombinasi seperti saya.

Recommended or not? Kalau kulit kamu kering, yes I recommend this. With or without the exfoliating scrub, this mask still works. Tetap bikin moist, lembut, kenyal, Memang better kalau pemakaiannya dikombinasikan dengan scrubnya ya, kan soulmate, kasian dong dipisahin. ---apasih---

Mau tanya lebih lanjut gimana bisa dapet gratisan atau sekedar pengen nyobain doang? feel free to contact me through WA.. ngga ada paksaan beli or join kok.. Saya seneng-seneng aja share experience dalam memakai produk-produk yang pernah saya review disini.
Ngga hanya produknya Jafra kok yang bisa kalian coba-coba di studio saya.


Stay geulis, darling

Post of The Month

Akhir Tahun 2022 : Sudah Punya Apa Saja?

Saat saya menulis ini, Tahun 2022 tersisa 19 hari lagi. Jujur, rasanya pedih ke hati. Juga takut. Pedih karena merasa ngga ada perkembangan ...

Yang Ini Juga Menarik...