Tampilkan postingan dengan label My Shopping Bag. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Shopping Bag. Tampilkan semua postingan

13 Desember 2015

My Experience @ Sociolla Pop Up Store (part 3)

Assalamualaikum,

hai...ngga kerasa tau-tau udah pertengahan Desember aja...

Jadi, ini update (dan part akhir) dari trilogi curhat aku yah.
Buat yang berminat baca curhat panjaaaanggg part-1 : klik disini.
Dan kalau masih berminat baca lanjutannya, part-2 : klik disini.

Jadiii...terakhir itu kan saya chat sama CS ya. Sebenarnya masih agak panjang sih chat bersama CS itu, tapi long story short, akhirnya pesenan saya udah masuk dan mereka langsung proses.

Tanggal 2 Desember 2015. 12 hari setelah soft-opening Pop Up Store PVJ.
Barang yang dinanti pun datang...
Hati udah senang doooongggg

Tapi oh tapi..pas dibuka...ada yang ngga komplit.
So, here's the deal, saya order Bioderma Starter Kit 2 pack.
Di photo ya gambarnya ada pouch dan isinya Bioderma 100ml plus 2 sample eye cream dan atau moisturizer.
Pas barang dateng dan dibuka, tanggal 2 Desember itu, hikssss dua-duanya ngga ada pouch.
Biasa aja sih pouch nya..ngga ada cetakan logo brand dll..modelnya pun biasa banget, dan ibaratnya kalau kita beli sendiri pun murah lah.
Tapi bukan soal nilai nominal si pouch.
Masalahnya cuma gap antara ekspektasi saat pesan dan saat barang datang.
Sebelum pengiriman pun ngga ada konfirmasi bahwa pouch out of stock or something lah.
Bahkan di website nya pun tidak ada keterangan bahwa kita dapat pouch hanya selama persediaan masih ada.
Jadi wajar dong berasumsi bahwa saya PASTI dapet pouch.

Kenapa sih saya rewel soal pouch??
Karenaaaa itu rencananya untuk giveaway akhir tahun du blog dan instagram sayaaaa...
Kan kalau udah 1 set gitu bagus aja dan rapih hehehe

Lanjut, karena emosi jadi bertambah tapi udah cape ngomel, ya saya posting aja di IG saya. Dengan photo real saat saya unboxing paket.
Dengan caption yang kurang lebih mirip lah dengan kalimat saya diatas.
I'm not expecting anything, makanya ngga ngehubungin CS.
Pokoknya I just want to let them know that I'm dissapointed,

Tiba-tiba, tring, ada email masuk. Dari Sociolla. Tepatnya dari CMO Sociolla, mba Chrisanti.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hi Letisia,

My name is Chrisanti, CMO of Sociolla.

Kami sungguh mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh Letisia. Ada beberapa kombinasi antara kesalahan teknis dari partner logistik kami (Kami bekerjasama dengan partner logistik baru yaitu J Express untuk pengiriman seluruh Bandung, karena mereka bisa melakukan pengiriman akan dilakukan dalam 1 hari saja, termasuk Sabtu & Minggu), dan juga koordinasi antara finance kami dengan team di Bandung yang menyebabkan ada nya delay di beberapa pengiriman yang ada. Khusus nya orderan Letisia, kebetulan juga, kami mengalami kendala supply untuk Bioderma Starter kit dari pihak Bioderma Indonesia, sehingga kami baru mendapatkan restock kemarin. 

Status orderan dari Letisia sudah kami kirimkan kemarin , menggunakan JNE dengan tracking number: 2833115620003 by JNE

Sebagai tanda permohonan maaf dan tanda apresiasi kami, anda berhak menerima satu voucher khusus ( code: xxxxxxxx ) dengan value sebesar Rp. 75,000 yang bisa anda gunakan untuk berbelanja di Sociolla.com (untuk semua product dan tanpa ada minimal transaksi ). Code ini hanya bisa digunakan oleh user / email yang anda pakai sewaktu melakukan pesanan terakhir. Code voucher ini berlaku sampai dengan 20 December 2015.
Sekali lagi, kami ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas pengertian dari anda, dan jika ada pertanyaan lebih lanjut, anda dapat menghubungi kami melalui email cs@sociolla.com atau telp ke 021-2931-9208 (Office hours). 

Thank you.

Kind Regards,
Chrisanti Indiana
CMO
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya seneng terima email ini. Karena jadi merasa didengar dan dihargai, walaupun belanja hanya 300.000an dan masih di Pink Clique.
Jadi sempet merasa berdosa dong uda posting di IG hahaha.

Tapi beberapa jam kemudian, dapet reply comment di posting IG saya.
Isinya permohonan maaf juga dan pemberitahuan bahwa Sociolla mengirimkan special package untuk givewaway saya.
Whaaaat....
Jadi makin merasa ngga enak dong hahaha.

Jadi saya reply email dan jawab komen di IG. Intinya saying thank you for their attention.

2 hari kemudian, sampailah si special package itu,,,yang isinya ternyata 2 paket Bioderma Starter Kit.
Huhuuuyyy...

Alhamdulillah...setelah hati mendung dan bibir manyun selama 12 hari...saya dapet double dari barang yang saya pesan (kecuali blush on studio makeup ya, itu barangnya ngga ada masalah, jadi ngga dapet ganti haha). Jadi para followers yag ikutan giveaway, ngga bakal kekurangan pouch Bioderma hahahaha.

Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillaahh.
Masalah beres dan cara Sociolla menyelesaikan komplain / masalah customer pun memuaskan.
I think I'm going to retract my statement before : No more pink boxes for me.
hehehe.

Thank you, Sociolla.

Buat reader dan atau follower, akhir tahun ini saya bakal ngadain giveaway yang lumayan banyak.
Udah ada bocoran mengenai salah satu hadiahnya kan, yaitu si Bioderma.
Stay tune untuk update nya yaaa.

Stay geulis, darling

29 November 2015

My Experience @ Sociolla Pop Up Store (part 2)

Lanjuuuttt curhatnya..

Jadi, setelah belanja didampingi SPG yang bikin gemes itu, akhirnya saya gesek debit BCA saya di pop up store itu.
Lalu SPG bilang, barang akan sampai 2-3 hari.
Karena itu hari Jumat, saya asumsi, dikirim Sabtu atau Senin jadi sampai dirumah Selasa atau Rabu (tidak menghitung Minggu).
Daaannn sampai detik ini, pas saya nulis kalimat ini, barang belanjaan saya tidak juga sampai dooonggg..(sekarang Senin 30 Nov 2015).
Gimana dengan Ria? oooh belanjaan dia sampai dengan selamat di hari Kamis lalu. Which is, hampir seminggu dari pembelanjaan
.
Saya penasaran akhirnya buka email saya, yang teregistrasi ke Sociolla.
Ternyataaa ada 2 email yang judulnya "Awaiting Bank Wire Payment" doonggg.
1 email untuk orderan tanggal 20 Nov 2015, yang SUDAH SAYA BAYAR dengan  debit BCA di hari yang sama, di lokasi pop up store.
1 email untuk orderan tanggal 21 Nov 2015, yang TIDAK PERNAH saya lakukan.

Lalu pada 28 Nov 2015, saya chat ke Sociolla di web mereka, menjelaskan masalah saya.
Isinya :


Dear Sociolla,
Jumat lalu, 20 November,saya datang ke pop up store di pvj dan melakukan pembelanjaan, dibayar dengan debit BCA. Saya diberitahu disana, barang akan sampai dalam 2-3 hari (tidak menghitung Miggu).
Tapi sampai hari ini, 8 hari dari pembelian, barang tidak kunjung datang.
Saya cek email saya, kok status masi "awaiting bank wire payment". dan ada order lain di tanggal 21 Nov yang tidak saya kenali karena tidak pernah saya lakukan.
Lalu barusan saya cek akun saya di Sociolla dan masuk ke "My Purchases" , yang ada hanya order yang tanggal 21 Nov (yang tidak pernah saya lakukan) dan berstatus cancelled. Justru pembelanjaan dan pembayaran yang saya lakukan pada tanggal 20 November malah tidak ada disini.
Saya sengaja tunggu sampai lewat 7 hari, karena berpikiran positif, barangkali masalah ada pada kurir. Tapi ternyata teman saya yang berbelanja berbarengan dengan saya, barangnya sampai pada hari Kamis.
Saya tunggu responnya secepatnya. Terima Kasih
 
Lalu baru dibalas hari ini, 30 Nov 2015, ke email saya.
Isinya :
 
 
Sociolla CS Team (Sociolla)
Nov 30, 11:37
Hi Letisia Aristi,
Terima kasih sudah menghubungi kami dan telah berbelanja di Sociolla.
Terkait pesanan kamu, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami mohon bantuan kamu untuk mengirimkan bukti pembayaran kamu ke payment@sociolla.com, sehingga Finance kami dapat melakukan pengecekan. Kami mohon maaf atas keterlambatan dan kekeliruan yang terjadi.
Silahkan menghubungi kami kembali jika ada hal lain yang ingin ditanyakan.
Thank you and have a nice day.
Regards,
Ika
Sociolla CS Team

 
 
Saya kesel bacanya, karena :
1. Mereka tidak ada tanggapan dan penjelasan apapun tentang order tanggal 21 Nov 2015, yang TIDAK PERNAH saya lakukan. Barusan saya cek di akun saya di Sociolla, status order yang ini kembali jadi Awaiting Bank Wire Payment. padahal kemarin tgl 28 Nov, sempat jadi cancelled.
 
2. Mereka suruh saya kirim bukti pembayaran ke finance Sociolla. Alasannya untuk pengecekan.
 
Jadi ini reply sari saya :
 
 

12:07 PM (1 hour ago)

to Sociolla
 


Dear Sociolla,
 
Sekali lagi saya jelaskan, saya melakukan pembayaran dengan Debit BCA di tempat, di pop up store PVJ.
Pada tanggal 20 November 2015. Itu 10 hari yang lalu. Saya sudah tidak simpan print out nya lagi.
KArena waktu itu saya berasumsi ini transaksi dengan perusahaan yang resmi dan sudah punya sistem yang bagus dan status pembayaran pun berhasil, uang saya di rekening sudah didebet.. Jadi tidak akan ada masalah.
Saya sangat kecewa, uang saya sudah keluar duluan, didebit ditempat, tapi sampai 10 hari barang tidak juga sampai. Dan malah saya yang repot disuruh scan dan kirim bukti pembayaran.
Malah sampai sekarang saya masih mendapat email "awaiting bank wire payment" seakan-akan saya punya hutang terhadap Sociolla.
 
Seharusnya finance Sociolla bisa cek sendiri di rekening Sociolla, cari transaksi uang masuk pada tanggal 20 November 2015, di pop up store PVJ, dari BCA a/n Letisia Maharani Aristi. jangan merepotkan customer.
 
Terima kasih.

 
 

Merasa saya berlebihan karena kesel disuruh kirim bukti pembayaran?
Well gini ya, posisi saya pembeli dengan rekening yang sudah didebet rekeningnya.
Sociolla adalah pihak penjual yang sudah menjanjikan barang akan dikirim.
Jadi, sekarang posisinya saya yang dirugikan.
Terus, saya juga yang direpotkan disuruh scan dan kirim bukti pembayaran.
Ditambah lagi, saya terus menerus diganggu dengan status "awaiting bank wire payment" untuk transaksi yang saya tidak tahu dan tidak pernah saya lakukan.

Finance Sociolla bisa cek sendiri, telusuri transaksi tanggal 20 November 2015 di pop up store PVJ, dari BCA a/n Letisia Maharani Aristi. Kok malah pembeli yang disuruh-suruh.

Sekarang, saya lagi chat dengan CS nya Sociolla, di web mereka.
Saya jelaskan (lagi) masalah saya,
CS nya mba Lula. Kata dia silakan tunggu, akan dilakukan pengecekan.
Barusan jawaban dia cuma "apakah bersedia menunggu kami hubungi kembali untuk update?" (bagi saya, maknanya, tunggu email info dari kami, yang entah kapan)

Saya jawab tidak bersedia, karena saya sudah terlalu lama nunggu.

Dan yang aneh apa coba...
Barusan orderan yang tanggal 21 Nov statusnya payment dong.
Padahal saya ngga melakukan oembayran apapun.

Sociolla ini benar benar aneeeeehhhhh...

Update lagi chat dengan CS-nya, ini kata dia:
Pesanan kamu pada tanggal 20 Nov 2015 dilakukan generate kembali oleh tim terkait kami dengan no order AHKLYMFRH sejumlah Rp. xxx.000 (Total rupiah sudah termasuk potongan diskon 100.000 untuk pemakaian voucher PVJ Opening Jumat.
 
Salah dooonggg...
Orderan ada yang salah jumlah itemnya. Total yang didebet dari rekening saya yyy.000 (lebih besar dari xxx.000)
 
Saya jawab dengan menjelaskan kesalahan jumlah orderan dan jumlah pembayaran (ada selisih 1 item senilai 100rb).
Dan saya meminta penjelasan :
1. Kenapa sociolla re-generate orderan saya?
2. Kenapa re-generate tanpa ada pemberitahuan/penjelasan ke saya sebelum saya komplain?
 
Kata CS :
Mohon tunggu sebentar ya Letisia, kami akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.
 
Okey saya tunggu...
Sambil nunggu, saya memutuskan : will NEVER ever ever ever ever shop there again...forever.
heheheheee...

Ooppsss.. update lagi..kata CS nya :
Hai Letisia terima kasih sudah menunggu.
Terkait pesanan kamu saat ini masih dalam pengecekan tim terkait kami.

Saya jawab :
Saya tunggu kepastian dan penyelesaian hari ini

Posting ini stop disini dulu ya..
Next di part 3 saya akan posting tentang penyelesaiannya.
Mudah-mudahan happy ending.

Note:
Posting Part 1 dan Part 2 merupakan curhat pengalaman pribadi saya.
Saya tidak pernah dan tidak akan menyarankan pembaca untuk tidak berbelanja di Sociolla. (I'm not a famous blogger or big influencer, anyway).
Kemungkinan besar ini saya lagi apes aja.

Jadi, dimanapun kamu belanja kosmetik dan skin care, just stay geulis, darling

My Experience @ Sociolla Pop Up Store (part 1)

Maaf, kali ini postingnya curhatan.

Tadinya post yang ini akan berisi topik laporan pandangan mata tentang Sociolla dan pop up store nya di PVJ, Bandung. Jadi, seharusnya temanya positif dan happy ya...namanya juga beauty blog, bahas yang hal yang cantik-cantik dan happy-happy ajaa

Tapi karena beberapa hal, sepertinya ini bakal jadi ajang curhat aja, dan bukan curhat yang positif.
Jadi, maaf ya...Hehe..

Oke, jadi Jumat 20 November 2015 saya ke pop up store-nya Sociolla di PVJ, Bandung. Berdua dengan temen kuliah, Ria.
Sangat excited setelah sebelumnya dapet email dari Sociolla, karena dijanjiin voucher 100.000, goodies bag dan free canapes&drinks. Hahaaa..lumayan ya belanja sambil ngemil.

Saya kira, pop up store nya bakal seperti pop up store lain yang pernah saya datengin..you know, where they bring the stocks and we can buy offline at the pop up store and bring the goods home at the same time. Seperti lazimnya toko offline, cuma ini mah tokonya sementara.

Tapi ternyata, mereka hanya display beberapa item, ngga terlalu banyak. Dan beberapa sample, ngga terlalu banyak juga. Dan belanja tetep harus online, di komputer yang sudah disediakan.

Sebelum cerita tentang belanja, mau cerita sedikit tentang SPG nya. I call them SPG, not BA,  beacuse thay didn't know a damn thing about cosmetics and/or brands that are available at Sociolla.
Setiap kali saya bertanya tentang sebuah produk, misalnya produk A ini asalnya darimana atau bikinan mana? jawabannya "Mmm..ini import. Semua produknya dari luar,bu". atau "Mm..sebentar ya" lalu mereka panggil orang lain, entah PR nya atau apanya Sosiolla lah.

I know, ini pop up store, pasti spg nya cabutan dari agency or something. Tapi at least pilih yang mengerti kosmetik dooongg...atau training dulu lah sekitar beberapa hari supaya mereka familiar dengan brand-brand yang ada di Sociolla, atau kasih note kecil untuk mereka bawa-bawa jadi contekan. Note nya cukup berisi hal dasar aja, misalnya brand apa aja yang ada di Sociolla, brand A berasal dari mana, brand B dari mana, brand apa aja yang sale,dll.

Dan hal lainnya, ada 1 SPG yang begitu ngeliat saya pegang 1 item, buru-buru nyamperin dengan bahasa tubuh seperti yang gelisah nahan pipis, dan ngomong "Bu, ini hanya display. untuk sample-sample silakan ke sebelah sana". Mungkin maksud dia, TESTER.

Ya kali...gw juga tauuu barang yang ngga ada tulisan TESTER pasti ngga akan dicolek-colek. Waktu dia ngomong gitu, jujur aja, deep down saya agak tersinggung, maksud saya, kok kayaknya saya ini baru pertama kali main ke toko dan tangan saya ini ngotorin barang-barang yang saya pegang. Seharusnya dia bisa bilang "Bu, kalau mau coba, ada tester di sebelah sana, silakan".

Btw, saya inget banget, waktu itu lagi megang palet apa tuh namanya dari The Balm yang apple-apple itu. Daaannn di kumpulan sample, NGGA ADA tuh tester si palet yang tadi saya pegang.
Ingin rasanya mendelik ke mba SPG itu dan nagih, "manaaaa testernyaaaa? manaaaaaa??!!". Dan ingin banget ngajarin dia perbedaan antara sample dan tester.

FYI, saya ngga keberatan dipanggil ibu. Udah biasa kok, dengan penampilan saya yang "sehat" gini,  emang mirip ibu-ibu sih hihihih...

Masih tentang SPG, saat proses belanja di komputernya mereka, setiap belanja pasti didampingi 1 SPG. Dan...oh my God...SPG yang dampingin saya dan Ria beneran bikin gemes.
Maaf ya, tapi dia lambaaannn dan sering nanya ke temen di sebelahnya. Akhirnya saya dan Ria yang browsing sendiri karena lebih cepet.  (which is weird, apa gunanya pop up store kalau display sangat terbatas dan kita tetep liat-liat barang dan order di website).

Saat order pun, setelah Ria beres order, dia ngga log out-in acoount Ria, jadi saat saya selanjutnya order, kode voucher ngga bisa dimasukin. Jadi saya harus ngulang dari awal lagi. zzzzzzz....

Enough tentang SPG, intinya rendah product knowledge, kurang sedikit etiket dan keramahannya, dan ada (ngga semua) SPG yang kurang menguasai website Sociolla.

Tentang PR atau panitia dll.
Ada beberapa orang disana, yang bukan SPG. Saya ngga tahu apakah mereka semua dari Sociolla atau ada yang dari pihak luar seperti EO atau apapun.
Yang pasti, hanya 1 (SATU) orang dari mereka yang ramah ke saya dan bersemangat menjelaskan produk ke saya. Sayang saya lupa namanya, pokoknya orangnya agak gendut gitu, wajah periang dan murah senyum. Kemungkinan dia PR Sociolla karena dia lumayan tahu produk.
Tapi yang pasti dia bukan PR Sociolla yang mengirim email undangan ke saya, karena di email dan WA kan ada fotonya si PR itu, nah bukan yang itu yang ramah ke saya.
Bignung ngga baca kalimat barusan? hahaha

Anyway, selain 1 orang yang tadi ramah ke saya, ngga ada lagi orang-orang disitu yang tampak ramah dan excited. Inget ya, saya ngebahas orang-orang yang kemungkinan dari Sociolla karena mereka ngga pakai seragam SPG dan mereka bukan pengunjung.
Sebenarnya ada 1 hal yang kerasa oleh saya dan sedikit membuat saya tersinggung, tapi saya bingung sebaiknya cerita disini atau ngga. Karena takutnya ada yang salah paham dan jadi menyinggung banyak pihak.

Ah ya kalau begitu...kita loncat dulu aja ke pengalaman belanja yaaa... tapi loncat ke Part 2 yaa..
Soalnya panjang ada live update..karena sambil ngetik blog post, sambil chat dengan CS Sociolla hahahah



---To Be Continued--

 
 
 

29 Oktober 2015

Product Review : Jordana Modern Matte Lipstcik (Ambition, Tease, Dare)

Trends do circle back, huh?
Ngga tau kalimat diatas bener ngga grammarnya.
Intinya, trend itu berputar balik ya? inget ngga jaman tante kita dulu, lipstick matte dengan warna bold seperti coklat, merah, mauve, orange bata itu sangat mendominasi, matching dengan alis segaris tipis..atau itu jaman kakak kita?
I don't know, but for me, it was my aunt's time.
 
Dan sekarang , 2015 is a year of matte. Saya juga kena demamnya, padahal bertahun-tahun bertahan sebagai glossy girl. I really really really love glossy lips. I don't knwo why, but whatever the trend, I always feel that glossy lips match my face.
 
 
Assalamualaikum..
Melanjutkan tema posting sebelumnya , yaitu lip matte.
Kali ini saya mau review dari Jordana Modern Matte Lipstick.
This is my humble opinion, so feel free to disagree ^_^
 
Btw, temen saya kemarin chatting, katanya sepertinya harusnya bikin product battle aja ya instead of review satu-satu.
Iyaaa sempet kepikir begitu. Tapi agak bingung, karena product battle untuk lipstick berarti harus bandingin shade yang sama, sementara saya pilih dari photo di website, jadi ada kemungkinan shade yang dipilih rada beda. Lagipula, saya pengen sekalian koleksi dan coba-coba untuk diri sendiri dan klien, so if I have 5 or 6 lipstick with the same shade, what good will it be?
 
 
Anyway, ini 3 lipstick Jordana yang saya beli :

 
Notice something odd?
I notice it when I do the photoshoot.
Yup, posisi print brand nya ada yang beda hehehe.
 
2 lipstick teratas (Ambition dan Tease) beda arah cetakan brand nya dengan lipstick yang terbawah (Dare). Makanya saat difoto, arah listicknya harus berbeda supaya tulisan Jordana - nya ngga terbalik.
 
Penting banget yaaaaaaa...hahahah
 
My hubby said : kamu punya mata yang teliti dan detai banget. Seringnya sih itu berguna, tapi sering juga itu bikin kamu butuh setahun buat milih sepasang sepatu doang.
Itu dia lagi hiperbolis, mengarah ke kejadian saat belanja seserahan sepatu.
Saya pengen sepatu pesta dari Donatello yang ada full tempelan bling-bling yang buricak burinong (kalau Sunda, pasti ngerti). Tapi butuh sampe pindah cabang Donatello untuk dapet sepatu yang ngga ada mata batu yang lepas atau longgar atau miring. Waktu itu di Bandung masih ada Donatello Setiabudhi dan Dago, dan stockist di GRiya / Yogya. Jadi kita keliling cabang sampai akhirnya nemu yang perfect. Tidak ada mata batu yang lepas / longgar / miring.
Dan menurut saya sepadan karena sampai sekarang (hampir 5 tahun kemudian) sepatu itu masih bertahan dan masih dipakai ke pesta ^_^
 
Back to Jordana,
So, I don't know why, but print brand-nya begitu.
Seharusnya factory consider this as a defect ya, karena biasanya QC pabrik itu detail banget kan ya? ini beneran nanya, karena saya ngga tahu..
Tapi dilihat dari segel dan bentuk dalamnya yang masih utuh, it's fine by me. Cuma jadi a little bloopers aja hehehe...
 
Okay, so here's the closer looks :
 


 
 
 
And here's the swatches :
 
 
18 - Ambition


04 - Tease

09 - Dare

The pigmentation are not crazy pigmented, but much much better than Purbasari and City Color.
They glide on easily and still moisten my lips, unlike Purbasari and City Color.
So far, between these 3 brands, I'm in love with Jordana.
Ambition and Tease became my daily lipstick.
 
Saya beli di Makeupindo dengan harga 59.000
Dan sepertinya akan pengen nambah shade lain hehehe..
 
Their overall scoring :
Packaging : 4. Plastik bening???
Pigmentation : 9. but considering the price, this could be a 10.
Staying power : 9. or 10. Udah dibawa makan minum, stain nya masi bold, ngga belang atau samar.
Another plus point? no chemical aroma, dan lembab banget. Dari awal ngga terasa kering dan lama-lama pun ngga kering.
Repurchase / buy another shade? YES YES YES. Affordable and has a good quality!
 
So...yeah... I kinda in love with this one.
Awal beli agak ragu, karena lihat kemasannya dan harganya.
Tapi pas pertama kali apply lipstick ini ke bibir, langsung agak "waw!!" ternyata warnanya langsung keluar dan lembab pula.
 
Buat yang masih ragu mau beli Jordana Modern Matte atau ngga,  langsung klik add to cart. Ngga akan nyesel. Buat high-end lipstick lover, lipstick ini ngga usah dilirik, harganya cuma 1/10 nya jadi kemungkinan bakal kalah dari kelelmbabannya dan daya tahannya. hehehe...
 
Buat yang iseng baca, semoga bermanfaat yaaa.
See on on my next post (tinggal 1 brand lagi yang belum dibahas).
 
Stay geulis,darling.
 
 
 

Product Review : City Color Be Matte Lipstick (Melon, Coral, )

 

Just like I said on my earlier post here , beberapa post ke depan akan bahas lipstick matte.
Sengaja banget beli beberapa brand demi bahan blog (dan demi diri sendiri juga sih...penasaran).
 
 
Assalamualaikum, geulis.
Setelah bahas lipstick matte dari Purbasari di post ini, sekarang move on ke brand selanjutnya, yang lagi lumayan booming juga di beberapa online shop : City Color.
 
Saya beli di Makeupindo dengan harga 65.000/pc.
Berdasarkan survey pribadi, ini harga termurah. Di olshop lain antara 70.000-80.000
 
Ada 3 shade yang saya pilih, tapi baru nyadar sekarang ternyata ada 1 photo yang hilang, untungnya bukan photo swatch, hanya photo close-up kodenya.
 
Buat yang belum tahu, this is what they look like:
 

 

Packaging standar, kotak plastik warna hitam, tulisan putih. Sayangnya tutupya plastik bening jadi kelihatan banget ini lipstick ngga mahal. Purbasari yang harganya setengahnya ini malah lebih bagus kemasannya. Bentuknya persegi, so that's a plus point for me.

Ohya, untuk posting yang ini saya photo di kamar hotel pas lagi nginep untuk job makeup wisuda ITB kemarin-kemarin. Tapi baru sempet posting sekarang hehehe.
Please excuse the poor lighting, photonya di meja kerja di kamar hotel dengan lighting dari lampu mejanya.

Well, here comes the swatches :



M! - Melon


M 13 - Coral




Diantara 3 shade ini ngga ada yang jadi favorit saya.
I mean, I like all of them, but none that I like the most.
Semua cocok ke bibir saya yang agak gelap.
Tapi kualitas warna dan daya tahannya payah bangeeett.
Maybe I'll try apply them with a little trick supaya lebih keluar warnanya dan lebih tahan lama.

Overall scoring :
Packaging : 5
Pigmentation : 6
Staying power : 6
Price : 6. Affordable but, still, it's over 50.000
Repurchase / buy another shade? NO.

Buat yang masih ragu, semoga bermanfaat. Yang udah ngebet pengen beli, silakan tetep beli aja karena ini hanya opini pribadi saya, bisa jadi karena pengaruh warna dan kondisi kulit bibir saya.

See you on the next post (masih bahas matte lipstick)

Stay geulis, darling,

Product Review : Lipstick Matte Purbasari (Diamond, Ruby, Zamrud, Crystal)

Yaaa yaa yaaa...
Udah telat yaa bahas lipstick matte keluaran merk ini.. hebohnya udah kelewat.
But still, I want to write about this matte lipstick.
Karena untuk beberapa post ke depan akan bahas lipstick matte, dari merk yang berbeda tentunya.
Brand yang dipilih untuk diposting disini bukan yang favorit saya, tapi yang sengaja saya beli untuk bahan blog, dan dipakai tentunya. Tidak ada high-end brand, semuanya dalam kategori harga terjangkau.
Dan tentu saja, si Purbasari harus masuk dong.

Dengan harga 32.000 (but in my case, only 28.000, bukan preloved), Purbasari bikin heboh dunia perlipstickan Indonesia, bisa jadi ada faktor Female Daily juga (mereka bikin artikel positif tentang lipstick matte Purbasari).

Dulu sebelum heboh, toko grosir langganan saya udah berkali-kali nawarin saat si matte nya baru keluar, tapi saya ngga tertarik karena denger merk-nya. In my mind, Purbasari identik dengan lulur mandinya, so when they launch matte lipstick (and other items), I honestly look down on them (the products, not the seller).
Setelah heboh, jadi pensaran deh hehehe.

So, I pick 4 colours based on picture they sent over BBM.
Hehe...males banget keluar rumah, dan udah langganan order via bbm lalu dianter ke studio deh.
Pilih warnanya agak ngasal karena niatnya buat coba-coba doang, dan sekali lagi, karena saya masih under estimate hehe.
Tadinya mau order semua warna yang lagi ready stock (waktu itu mereka punya 10 warna), mumpung harganya juga sangat sangat sangat terjangkau.
Tapi karena mikir mau beli juga dari brand lain, jadi nahan diri deh. Lebih baik punya hanya 3 - 4 dari beberapa brand, karena niatnya coba-coba kan.
Mungkin kalau cock dengan salh satu brand, baru deh ngumpulin........kalau ada duitnya.

Oh ya, ini lipstcik yang aku pilih :



 Mudah-mudahan photonya cukup jelas ya.
Saya pakai kamera pocket biasa dengan lighting rakitan sendiri.
I like the packaging. Kalau rada perhatian dengan posting-posting saya, pasti tahu kalau saya sukaaaaaa banget dengan packaging produk yang kombinasi warnanya Black - Gold.
For my eye, it's so classy, classic and elegant.


Here comes the swacthes :


EC 81 - Diamond
 
I must say, this probably my favorite one.
Bibir saya agak gelap, terutama pinggirannya.
Tapi shade yang ini warnanya bisa nutup gelapnya bibir.

 
 
EC 84 - Ruby
 
Not my favorite. Mungkin ngga cocok aja dengan warna kulit saya ya.
 
 


EC 87 - Zamrud
 
Weeeelllll...so so lah. No love or hate to this colour.
 
 
90 - Crystal

 
Terlalu pucaaaatttt
Tapi kalau mix dengan zamrud, jadi lumayan loh.
 
My scoring for this lovely local brand lipstick :
Packaging : 8,5. It's black-gold and has edges.
Pigmentation : 8. Sekali pulas juga langsung keluar warnanya.
Staying power : 5.
Price : 10. Karena murah banget.
Repurchase / buy another shade? YES. or... Maybe?
 
Any other plus point? yes. Aromanya. hmmm...how to describe it? pokonya cocok deh di hidung saya.
 
Dengan harga retail 32.000 , lipstick ini boleh nih jadi pilihan. Karena staying powernya agak payah, jadi bakal butuh touch up beberapa kali untuk seharian. But once again, it's affordable so it's okay kalau agak boros. I guess.
 
Semoga swatches dan my personal opinion ini bermanfaat buat yang masih bingung.
Let me know if you want me to review another shade from this brand, or maybe matte lipstick from another brand.
 
Stay geulis, darling


23 Oktober 2015

Haul and Quick Review : Real Technique Sculpting Set



Assalamualaikum...

I love make up shopping.
heheheheeeee

I also love RT's brushes.
They're affordable, high quality, and like their colours.
Black is a professional colour and fine by me, but sometimes it bored me. hehe

So, I've been eyeing an angled brush for contouring. Selama ini pakai masami shouko, dan lumayan lah, it does it's job well. But one is not enough,right? right? right??

Liat di youtube-nya Tati, she's using some high-end brush, lupa merknya. Kayaknya kok enak ya yang dia pakai itu flat banget, jadi bisa dipakai di pipi dan hidung.

Akhirnya iseng cari di Real Technique.
Daaannn menemukan sculpting set ini, seharga Rp. 300.000
Ada dijual satuan, tapi set jatuhnya lebih murah,

Ini aku beli di Makeupuccino
Barengan dengan 2 NYX wonder pencil dan 1 lip sealer Mehron.
Wonder Pencil sudah pernah direview di post yang dulu, dan lip sealer ini akan aku review nanti yaa kalau udah ditest berkali-kali.

Dibawah ini foto-foto detailnya yaaa :













Seperti brush RT lainnya, ini bulunya lembuuuuttttt. Dan warna pink-nya cantik ^_^
Sejak beli, baru aku pakai 3x ke klien.
Si angled brush ini agak gepeng dibanding masami, dan ngeblend really well. Memang amsih kurang flat / gepeng buat di hidung ya. But better than masami.
si fan brush mah biasa=biasa aja, just like any other fan brush.
Si setting brush, oke banget buat apply highlight powder.

Intinya, semua RT brush yang aku sudah pakai, bisa angkat produk dengan baik, bulunya lembut dan setelah berulang-ulang dicuci dia tetep lembut.

Sekali-sekali, ingin juga sih compare dengan high-end brand. Semoga ada rejekinya,soon. Amiiinn.

For the meantime, I'm gonna love and cherish my RT bruses, especially this angled brush. Sangat sangat sangat sepadan deh beli ini. Buat yang ngincer set ini dan masih ragu, I say go for it. Buy this set.

Stay geulis, darling.


19 Oktober 2015

Product Review : Blustone Avenue - Roci Scrub



Assalamualaikum..
Halo, neng-neng nu gareulis..

Ngga kerasa, jarak dari terakhir posting sampe sekarang, udah sebulan lewat dikit hihihi..
Alhamdulillah, karena rada paciweuh antara ngajar privat make up, handle klien make up, handle klien WO dan ngadain event kecil-kecilan, jadi my little page here a 'lil bit forgotten.
Anda bingung apa itu paciweuh? disitu gunanya google heheheeee..

Padahal udah ada 1 box full isi kosmetik dan skincare yang siap dibongkar, dicoba, dan dicurhatin disini.
Asik yaaaa ada 1 box full...kayak yang banyak banget gitu kan...ngga tau aja box nya ukuran apa hihihi...

Anyway, minggu ini ada beberapa hari yang agak lowong waktu, jadi sempet fotoin item-item yang udah dicoba beberapa kali dan udah pantes buat direview. Kalau yang baru 1x pakai sih belum cocok buat direview yah.

Kloter pertama adalah dari brand Blustone Avenue.
Found this brand by Instagram browsing, of course. Thanks to hashtags ^_^
Buka-buka Ig dia, kok kayaknya unyu-unyu dan refreshing yaaa..
Maksudnya refreshing karena dia home made dan natural. Karena kondisi kulit wajah aku udah 2 bulan ini memburuk banget dan lagi muak sama skincare yang sekarang dipake, jadi rasanya lagi pengen detox.

Akhirnya kontak-kontak si doi via Line... si Blustone Avenue maksudnya.
Ramah euy orangnya, dan sabar ngejawab pertanyaan aku. Walaupun sampe harus 2x kirim format pesenan (padahal bisa aja kan dia scroll chat keatas), tapi okelah gapapa, pembeli dia kan banyak, males aja kali scroll-scroll, lama-lama malah mata dia yang scroll keatas.

Ini foto rombongan yang aku order ya:

Ki - Ka : Dieteatox, Alkatone, Argan Oil, Roci Scrub

Close up for Dieteatox

Belum ada review untuk Dieteatox ini karena aku baru 2x minum. Tapi ini close up untuk lihat kandungannya


Main menu buat posting kali ini si Roci Scrub.
Singkatan dari Robusta - Cinnamon ya sepertinya.
Aku sukaaaa kemasannya, disegel dengan pembungkus yang bahannya bagus dan ngga gampang robek. Designnya mirip-mirip bungkus kopi yaa..dan vintage gitu. Like it.
Ini detail kemasan tampak depan dan belakang,




Daaaannn ini kandungannya :


huhuyy!! so many oils..


 Daaannn ada 2 oil favorit aku : Argan dan Coconut.

Oke, jadi ini baru 2x pakai, dalam 1 minggu.
Belum ada hasil signifikan terhadap jerawat aku. Tapi di bagian kulit yang bersih / sehat, udah terasa enaknya dari pemakaian pertama. Terasa lembuuuuutttt dan kenyal. Setelah selesai pun ngga bikin wajah kering karena dia banyak kandungan oil macem-macem tadi itu. Dan tenang aja, kandungan oil-nya ngga bikin wajah jadi lengket atau jadi berminyak banget. Just enough to moist your skin ^_^

Yaaa yaaa...emang ngga boleh ya scrub 2x dalam 1 minggu... tapi scrub yang ini bikin nagih deh.
Wanginyaaaaa... si kopi dan kayu manis tuh...akhhhh susah dijelasin pake kata-kata...
Pokoknya buat penyuka cinnamon, bakalan betah cium-ciumin wanginya.
Malah aku sampe jilat dikit hahahah..

Cara pakainya scrub roci ala aku, silakan dilihat dari photo-photo berikut ini aja yaa :
(WARNING : bakal ada photo wajah yang tertutup scrub hitam, jadi jangan kaget ya)

Pipi tampak kanan
Pipi tampak kiri






Cium-cium dulu wangi scrubnya sebelum dipakai, biar happy


Basahi wajah dengan Alkatone
Keep smiling. Walau wajah berlumuran gini,,





After. Pipi kiri
After. Pipi kanan


Daaann selfie sekali lagi setelah wajar mulus abis scrub



Simple, right?
Cukup basahi wajah dengan air biasa. Aku pakai alkatone karena baru beli dan pengen cobain hehehe.
Lalau lumuri dan goscok lembut wajah dengan si Roci Scrub ini, sambil dinikmatin deh wangi kopi campur kayu manisnya heheh.
Setelah itu bilas dengan air dan keringkan.
Karena ada kandungan minyaknya, jadi setelah selesai itu ngga ada perasaan kering dan kesat atau ketarik.
Justru lembut dan moist aja,

Efeknya terhadap jerwat daku? belum ada..secara baru 2x pakai aja gitu,. Tapi yang penting ngga ada reaksi alergi atau reaksi jerawat nambah pula.
So, I'm positive about this. Mudah-mudahan lah yaaa hehehe.
I will update after 1 month of using this, okay?
Jadi belum ada skor dulu untu ksekarang.

Eh kecuali packaging deng.. boleh deh dikasi skor 8. Tahan air nih. dan design vintage.

Sekedar tambahan info, ini detail foto produk lain yang aku beli di blustone avenue :







Argan oil rencananya mau aku pakai untuk rambut aku yang kering dan belakangan rontok parah.
alkatone ini katanya air alkali ber-ph 9. Jadi mustinya sih cocok untuk yang jerawatan ya.
We'll see.

Sekian dulu yaaa..semoga postingnya bermanfaat bagi yang masih ragu-ragu mau beli produknya Blustone Avenue.
I think, go for it. It's natural anyway.

Stay geulis, darling.

Post of The Month

Akhir Tahun 2022 : Sudah Punya Apa Saja?

Saat saya menulis ini, Tahun 2022 tersisa 19 hari lagi. Jujur, rasanya pedih ke hati. Juga takut. Pedih karena merasa ngga ada perkembangan ...

Yang Ini Juga Menarik...