Tampilkan postingan dengan label Financial Planning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Financial Planning. Tampilkan semua postingan

2 November 2022

4 Tips Efektif Cara Mengatur Keuangan Usaha Kecil dan Pribadi

Disclaimer dulu yes.
Disini membahas cara AKU mengatur keuangan bisnis kecil aku. Jadi pasti tidak sempurna dan mungkin banyak yang tidak sesuai teori yang selama ini kamu temukan.
Dan untuk informasi awal, bisnis yang aku jalankan ini Jualan Jasa dan juga Barang.
Anaknya emang semacam sagala hayang. Pengen ngerjain ini, pengen jualan itu, daaan sebagainya.
Oke, jadi yang aku jalankan adalah :

1. Wedding Organizer (Leins Wedding)

2. Make Up (Studio Rias Letisia)

3. Jualan Bumbu Giling

4. Jualan tas dan dompet di Tokopedia dan Instagram.

5. Talent agency / management (Leins Management)

Dari  semua ini, belum ada yang penghasilannya fix atau tetap. Dan semua ini rekening tempat masuk uangnya tuh hanya 1 (satu) yang aku pakai, yaitu BCA.

Nah aku ini type orang yang royal. Ada berapa uang cash di tangan ya segitu juga yang abis. Uang di rekening dengan kartu ATM atau m-banking pun sama nasibnya. Jadi aku harus cari cara pengelolaan keuangan yang sesuai dengan aku.

Begitupun kamu ya. Jadiin artikel-artikel yang kamu baca sebagai referensi, kalau cocok ya langsung praktek, kalau kurang cocok ya modifikasi.

Jadi bagi aku, cara yang paling cocok adalah selamatkan dulu setiap uang yang masuk.

Kurang lebih beginilah 4 langkah efektif mengatur keuangan usaha kecil dan pribadi yang aku lakukan :


1. Siapkan pos-pos Pembayaran dan Penyimpanan. 

Untuk penyimpanan ini aku buat pos tujuan keuangan sesuai tujuan yang diinginkan. 
Buat aku dan suami, ini Pos Pembayarannya : KPR, Bulanan Dapur, Bulanan selain Dapur, Listrrik, Tagihan CC, Iuran Komplek, Uang Kost Suami, Bensin, Gaji ART, Zakat, Pajak Mobil, Service Mobil, Hura-Hura. 
Dan ini Pos Penyimpanan : Dana Pensiun, Dana Darurat, Dana Promil, Dana Kurban, Dana Hura-Hura besar.
Aku pribadi menambahkan : Dana Pengembangan Bisnis.

Untuk KPR, Bulanan Dapur, Bulanan selain Dapur, Listrrik, Tagihan CC, Iuran Komplek, Uang Kost Suami, Bensin, Zakat, Gaji ART dan hura-hura bulanan Alhamdulillah bisa dari gaji suami semuanya. Oya, hura-hura bulanan ini maksudnya untuk jajan makan dan ngopi diluar, nonton, jajan makan online. Gitu doang hura-huranya kami mah.
Untuk Pajak Mobil, Service Mobil, Dana Pensiun, Dana Darurat, Dana Promil, Dana Hura-Hura Besar ini kami isi cicil setiap gajian. Dari sisa pembayaran bulanan diatas, disebarlah ke pos-pos penyimpanan ini. Dan tambahan informasi lagi, Dana Hura-Hura besar itu maksudnya kalau kami ingin melakukan pembelanjaan besar ya, seperti gadget, liburan, dll.

2. Setiap aku ada transaksi penjualan, berapapun jumlahnya, SELALU LANGSUNG aku bagi.

Misalkan aku ada transaksi :
1. Laba bersih dari job WO 1.000.000
2. Fee bersih dari job Make Up 500.000
3. Penjualan Bumbu Giling 1.000.000
4. Penjualan Tas 1.000.000
5. Management Fee 200.000

Selalu aku bagi seperti ini :
30% Gaji diri sendiri
40% Jadikan petty cash operasional bisnis
20% Jadikan Dana Pengembangan Bisnis
10% Dana Penyimpanan Rumah Tangga 

Angkanya begini : 
1. Dari WO
Gaji Letisia 300.000
Dana Operasional WO 400.000 
Dana Pengembangan Bisnis 200.000
Dana Penyimpanan RT 100.000

2. Dari Make Up 
Gaji Letisia 150.000
Operasional 200.000
DPB 100.000
Dana RT 50.000

3. Penjualan Bumbu Giling 1.000.000
Gaji Letisia 300.000
Operasional 400.000
DPB 200.000
Dana RT 100.000

4. Penjualan Tas 1.000.000
Gaji Letisia 300.000
Operasional 400.000
DPB 200.000
Dana RT 100.000

5. Management Fee 200.000
Gaji Letisia 60.000
Operasional 80.000
DPB 40.000
Dana Penyimpanan RT 20.000

Jangan lupa, Dana RT maksudnya Dana Penyimpanan Rumah Tangga yang aku bahas di awal artikel yaa.


Terlihat ribet ya? sebenarnya tidak sih. Hanya saja karena ini banyak jadi panjang hehehe.
Untuk recehan kok serepot ini? Tidak apa-apa daripada cape kerja iya, duit sisa ngga ada.
Dan bagi aku, recehan puluhan ribu itu adalah rezeki, harus dikelola dengan baik.


3. Pembagian rekening tiap pos.

Rekening yang dipakai untuk menerima pembayaran dari klien dan customer hanya 1, yaitu rekening BCA. Tapi setelah itu aku bagi jadi rekening Gaji Letisia, Dana Operasional dan DPB (Dana Pengembangan Bisnis). 
Untuk Gaji aku biasanya tetap tinggalkan di rek BCA atau masuk ke Gopay atau bayar tagihan CC pribadi aku (yang isi tagihannya adalah Netflix dan pascabayar ponselku).
Untuk Dana Operasional ke rerening Bank Mandiri, dan untuk Dana Pengembangan Bisnis ke rekening BNI.

Nah disini ini kelemahannya rekening Dana Operasional  dan DPB aku, yaitu masih disatukan dari 5 bisnis ini. Jadi untuk memisahkan mana dana milik si WO, Bumbu Giling, Tas, dll ya aku harus mengandalkan PEMBUKUAN / PENCATATAN tiap bisnis ini.
Jadi aku harus benar-benar tidak terlewat membuat pencatatatan tiap transaksi. Aku punya BUKU KAS untuk setiap lini usaha. Ya betul, se-manual itulah aku hehehe

Dan karena aku suka keribetan, selain mencatat secara manual di Buku Kas, aku juga buat versi Excel di laptop. Hari gini, semua butuh backup.

Jadi, asli nih beneran ya, berapapun transaksi ya langsung aku pisahkan. Biarpun hanya 20.000. Kalau lagi ingin menghindari biaya transfer antar Bank, aku suka repotin temen hehehe. Minta mereka transfer dari rekening bank yang sama, dan aku ganti cash ke mereka. Biasanya kalau cuma puluhan ribu sampe 100.000-200.000 mah pada ngga keberatan. Karena suka ada yang butuh cash tapi males ambil ke ATM kan. Atau kalau ngga ada temen / saudara yang bisa direpotin, yaudah aku terima aja biaya transfer antar bank. Kasian kan, mungkin bank butuh buat bayar gaji, listrik,dll. Heheheheh

Atauuuu lakukan pembagiannya setiap tutup buku akhir bulan saja. Aku sih kurang cocok ya pakai cara ini karena suka terpakai uangnya. Makanya aku praktek pembagiannya SETIAP transaksi.

4. Pembagian yang untuk Dana Penyimpanan Rumah Tangga, bagaimana?
 Nah ini kan sebenarnya pemasok utamanya dari gaji suami, dan si ayang akutuh ngga minta aku untuk bantu isi. Tapi karena aku bucin, ya aku keukeuh ingin ikut ngisi. Ngga deng..bukan karena bucin.
Honestly nih..karena aku ingin ada 'harga diri' lah kasarnya mah. Ada peran gituuu hahahaha
Biarpun receh, aku tetep ikut ngisi.

Oke, jadi untuk Dana Pensiun kan kami simpan di BNI, jadi ini tinggal aku transfer. Untuk Dana Darurat ada dalam bentuk Logam Mulia dan di rekening suami, ini juga tinggal beli Logam Mulia atau transfer. Untuk urusan pajak mobil dan kurban, disimpan dalam bentuk cash jadi dimasukkan ke binder khusus. Binder ini isinya untuk hal-hal yang bisa dibayarkan dalam bentuk uang tunai.
Setiap aku ada menyisihkan untuk pos-pos ini dari tiap transaksi penjualan, aku masukkan ke salah satu pos saja, random tergantung situasi dan kondisi. Biasanya sih aku utamakan ke pos Dana Kurban dulu. Kalau sudah tercapai target dananya, ya aku pilih pos lain.

Wuih, panjang juga ya curhat kali ini.
Semoga waktu yang kamu luangkan untuk baca 4 tips mengatur keuangan usaha kecil dan pribadi ini ada manfaatnya.
Kalau ada yang masih terlewat atau ingin ditanyakan lebih lanjut, silakan komentar aja di bawah yaa.
See you!!

5 Agustus 2022

Cara Mudah Menyiapkan Sinking Fund untuk Kurban





Huy...
Setelah sekian lama ngga ngisi blog, akhirnya semangatku muncul lagi.
Kali ini aku lagi kepengen bahas finansial, lebih spesifiknya : SINKING FUND untuk Kurban


Disini aku ingin bahas yang lebih ke arah praktek hitung-hitungan ya.
Jadi aku ngga akan jelasin definisi detail mengenai Sinking fund.
Intinya mah, Sinking Fund adalah Dana yang disiapkan dengan tujuan dan target yang sudah disiapkan. Jadi berbeda yaa dengan Dana Darurat. 

  • Perkiraan Dana untuk Kurban : 3.500.000 
  • Waktu yang dibutuhkan : 365 hari / 52 minggu 
  • Asumsikan ada waktu dimana kita belum siap menyisihkan dana, atau sebut saja gagal setor. Aku sih mengasumsikan sebanyak 2 bulan atau 60 hari atau sekitar 8 minggu. Jadi kita hanya punya waktu 305 hari atau sekitar 44 minggu.
Berapa uang yang harus kita sisihkan untu menyiapkan Sinking Fund ini?
Bila ingin sistem Harian, maka :
3.500.000 / 305 hari = 11.475. Pembulatan menjadi 12.000/ hari.

Bila inign sistem Mingguan, maka :
3.500.000/ 44 = 79.545. Pembulatan menjadi 80.000/ minggu. 


Kalau sudah dapat angka 'recehan' ini, kita jadi merasa lebih mudah untuk diraih ya.
Setiap hari berhemat 12.000 atau setiap minggu berhemat 80.000 InshaaAllah akan terasa lebih mudah kan.
Misalnya setiap kali mau pesen makanan dari luar, coba diingat lagi apakah dengan masak sendiri saya bisa berhemat dengan selisih mencapai 12.000? atau malah bisa selisih 50.000?

Kalau kita adalah penghuni kost yang ngga ada dapur dan mau ngga mau harus beli makanannya, bisa pertimbangkan untuk :
1. Langganan catering. Cari yang menyediakan langganan masakan rumahan. Ngga harus healthy catering kok, itu mah (biasanya) lebih mahal ya hehehe. Tapi kalau kondisi badan mengharuskan menjaga makan dengan aturan tertentu yaa itu mah beda cerita lagi ya.
2. Usahakan memilih menu atau restoran yang lebih murah. Ini mah udah otomatis sih ya hihihi. Tapi kayak aku pribadi nih, masih suka tergoda loh pengen makan masakan korea merk ini lah, jepang merk itu lah, fastfood lah..padahal banyak tempat makan lain yang selisih harganya lumayan jauh loh. Untuk porsi 1 orang aja bisa selisih hampir 20.000. Jadi melatih Otak dan Hati untuk memilih yang lebih murah itu bagi aku butuh latihan, proses berkelanjutan.

Itu baru berhemat dari makanan ya, yang jelas-jelas merupakan kebutuhan primer. Belum dari pulsa, transport, atau pembelanjaan kebutuhan tersier.

Inshaaallah. Kuatkan niat di awal.


Kalau yang sudah saya praktekkan pribadi, begini nih :

1. Kalau suami dapat bonus dari kantor, langsung sisihin untuk kurban, full. Pasti ngetawain deh. Lah ini mah ngapain bahas sinking fund? teteh mah enaak ada dapet bonus. Eitsss, aku tetep bikin loh sinking fund-nya. Tapi target tanggal diganti, ke tahun beikutnya lagi. Jadi dengan target waktu yang lebih lama, tabungan harian/mingguannya jadi lebih 'receh' kan. Lebih ringan.

2. Aku pilih sistem nabung cash mingguan di binder dan amplop khusus. Karena kalau di rekening itu suka takut kepake ngopi hahaha.. Nah trus kenapa mingguan? supaya bikin kolom / kotak penanda nabungnya ngga banyak, cukup 44 aja.

3. Penghasilan aku kan ngga pasti ya jumlah dan waktunya. Dari penjualan BUMBU GILING itu bisa dapet cash atau transfer. Dari YOUTUBE / BLOG / INSTAGRAM dan jualan di TOKOPEDIA selalu non-cash, ditransfer ke rekening. Kapan dapet penghasilannya juga ngga tentu.
Jadiiii setiap ada uang masuk, aku selalu langsung bagi ke beberapa pos.

Misalnya lagi dapet 500.000
200.000 diinvest lagi ke bisnis sendiri. Ini penjelasan detailnya di artikel lain ya.
50.000 nambahin ke Dana Darurat
50.000 masukin pos Barang Impian
50.000 nambahin sinking fund Kurban & Pajak Mobil
150.000 Gaji diri sendiri. Biasanya kupake buat jajan buku, atau baju, atau ngupi2. Skincare mah ada posnya sendiri ya.


Pada nyadar ngga diatas itu aku ada kata "nambahin" dan "masukin"? Bedanya dimana?

Nambahin : Pos ini sumber utama dan wajibnya adalah dari gaji suami. Dari aku penghasilan aku mah support aja, nambah2 biar bantu mempecepat mencapai target.
Masukin : Pos ini sumber utamanya adalah penghasilan aku. Kalau suami lagi ada THR atau bonus, naahh nanti disisihin buat nambahin ke pos ini.

sampai sini masih ngerti atau udah bobo?

Yaudah basically itu aja cukup sih ya untuk dasar-dasar perhitungan Sinking Fund untuk keperluan Kurban.  
Saya ngga pakai hitungan tabungan per bulan supaya terasa ringan dalam menyisihkan. Tapi kalau kamu type yang males update atau nabung tiap minggu (apalagi tiap hari) yaa berarti hitungan bulanan adalah jalan ninjamu, bestie.

Suit yourself. Pilih cara yang paling mudah untuk dijalani. Karena konsisten adalah koentji.
Kalau terasa agak ribet atau membebani, kita cenderung berhenti di tengah jalan.

Semoga hitung-hitungan sederhana ini membantu ya. Dan semoga memotivasi juga.
Pengen bikin hitung-gitungan apalagi nih?

6 Agustus 2019

Finnce Talk vol.2 : The Power of Celengan






Never underestimate the power of uang receh.
You'll never know where those coins might take you.

Photo by Skitterphoto from Pexels 


Keajaiban Celengan.

Saya ingat banget dulu uang jajan saya per hari tuh recehan banget, uang koin.
Orangtua saya (note : ibu saya) ketat soal uang jajan.
Alhamdulillah saya lahir di keluarga yang berkecukupan, tapi uang jajan saya termasuk rendah levelnya dibanding temen-temen sekelas. It just the way it is.
Mau minta bonus / extra pun susaaaaaahh banget.

Jadi saya "terpaksa" nyisihin uang jajan harian saya. Supaya bisa beli yang saya pengen sesuai kemauan hehehe..
Setiap ada sisa uang jajan, masukin celengan.
Nemu uang receh di sudut manapun dirumah, saya klaim jadi milik saya dan masukin celengen.

Setelah sebulan saya nyisihin uang jajan di celengan, ada rasa puas saat saya buka celengan itu.
Saya bisa beli komik dan novel dari uang celengan.
(Note : jaman itu harga komik elex media komputindo 2500/pc, komik lainnya 3000an, novel Enid Blyton masih ada yang 5000an.)

Waktu itu saya amazed dan mikir "Waaah, nabungnya padahal dikit-dikit dari duit sisa, ngga kerasa nabungnya..tapi akhirnya bisa beli ini itu".

Jadi, saya itu mengalami yang namanya "sedikit lama-lama menjadi bukit".

Sejak itu, saya rajiiinn ngumpulin recehan. Selain nyisihin uang jajan, saya dulu suka mintain uang koin orangtua saya hehehe..

Sampai saya setua  sedewasa ini pun saya masih rajin nabung uang koin. Tapi hanya yang pecahan 1000. Di celengan lain saya nabung khusus uang 2000.
Karena saya masih percaya dengan keajaiban "lama-lama menjadi bukit" itu.

Masih ngga kebayang bagaimana kebiasaan kuno ini bisa memberi manfaat?
Well, kalau mengharapkan hasil yang instant sih ngga bisa ya. Namanya juga nabung, recehan pula hehehe..
Kuncinya disini adalah sedikit dan lama, jadi tidak membebani.

Photo by rawpixel.com from Pexels



Ada beberapa tips yang bisa jadi guide untuk menikmati The Power of Celengan ini.

1. Tetapkan Tujuan
Dalam urusan menabung dan investasi, langkah pertama adalah tentukan tujuan.
Udah kayak mantra deh. Tujuannya apa? Buat apa? Mau kemana? Buat kapan?

Untuk urusan nabung di celengan juga sama. Malah, kamu bisa bikin label untuk ditempel di celengan. Sebagai reminder untuk apa isi celengan itu. Bisa jadi motivasi juga kalau lagi ada saat-saat males nabung.

Boleh tulis tujuannya saja, misalnya "Liburan"
Atau tulis lebih detail : "Singapore 3juta, Januari 2020"

Pengalaman saya pribadi, semakin detail tujuannya maka semakin disiplin.
Karena setiap baca tulisan di label jadi kepkiran kira-kira berapa yang udah masuk, kekejar ngga ya.

Tapiiii.. ini tidak mengikat ya.
Kalau ingin sekedar nabung koin daripada kececer, ya ngga apa-apa juga.
Suatu saat si tabungan iseng ini bakal berguna kok.



2. Tentukan Nominal

Setelah celengan siap dan sudah tahu tujuan tabungannya apa, saatnya menentukan nominal.
Jangan mencampur beberapa pecahan uang. Kalau mau koin 1000, ya itu saja, jangan dicampur dengan koin 500 atau uang 2000an.

Jadi bisa saja kamu pakai beberapa celengan untuk pecahan yang berbeda atau tujuan yang berbeda.


Selain supaya gampang menghitungnya, ini berguna untuk menjaga kondisi uang juga.

Pecahannya bebas, mau uang koin atau kertas juga bebas.
Kuncinya adalah pilih nominal yang KECIL, pokoknya jangan membebani deh supaya bisa konsisten.


3. Setor dan Lupakan
Celengan sudah ada, tujuan sudah tahu, pecahan yang dipilih pun sudah.
Saatnya praktek.
Urusan menabung kecil seperti ini banyak godaannya karena harus sabar dan konsisten.
Kadang kita merasa ini recehan dan kalau sekarang diambil dulu dikit bisa diganti lagi besok, atau malah kita menunda nabung karena bisa dirapel besoknya.

Jadi, usahakan setelah nabung itu lupakan saja.
Maksudnya bukan lupakan nabungnya ya hehehe
Tapi lupakan sudah nabung berapa. Jangan dipikirkan berapa yang udah masuk.
Fokus saja untuk bikin celengan segera penuh.


Keliatannya ribet banget ya mau nabung di celengan aja kok ada step-stepnya.
Sebenarnya tanpa ngikutin tips diatas juga gapapa kok.





Intinya adalah jangan meremehkan The Power of Celengan.
Orangtua saya pernah menabung di 2 celengan tanah liat ukuran besar, hasilnya bisa untuk menambah bayaran naik haji.
Teman saya pernah liburan ke Singapore 3 hari 2 malam dari hasil menabung recehan di celengan.
Ada juga yang beli logam mulia dan perhiasan.

Who knows what you'll get from doing such a small and easy things everyday.

Selamat menabung!

20 Mei 2019

Finance Talk vol.1 : Pengaturan Keuangan Simple dan Efektif

Berat ya judulnya. Kebebasan Finansial.

Sebenarnya, makna dari Financial Freedom / Kebebasan Finansial itu sendiri apa ya?
Kalau menurut saya arti dari Kebebasan Finansial adalah :

1. Bebas dari Utang.
Kalaupun ada utang, itu adalah utang aset.

2. Tersedia dana dinign.
Dana dingin disini artinya kalaupun uang di dana ini hilang atau berkurangm tidak akan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan yang lain.

Financial Freedom versi Letisia adalah sesederhana 2 point itu.
Ini versi saya ya, opini saya. Bisa benar, bisa salah.

Kalau mau bahas finansial, akan luas cakupannya.
Jadi khusus topik finansial, akan saya bagi-bagi ke beberapa edisi artikel supaya terfokus ya.

Kebetulan di artikel Finance Talk #1 ini adalah kolaborasi bersama teman-teman dari Bandung Hijab Blogger. So, make sure to read their posts too. Karena menarik banget loh artikel-artikelnya mereka.
Beda sudut pandang dalam 1 koridor tema is always an enrichment.




Okey, supaya tercapai si kondisi Kebebasan Finansial ini, kita kudu kumaha??
Berikut ini adalah step-step yang aku create dan lakukan.
Ini semua didapat based on pengetahuan dan pengalaman probadi. Jadi pasti masih banyak kekurangannya ya. Pengetahuannya dari mana? dari BACA dan ikut kelas CFP.


1. Tentukan Goals.
Yess memang tujuannya kebebasan finansial yang berdasarkan 2 point diatas.
Tapi pada step ini ,tentukan tujuan yang lebih detail. Misalnya : Umroh bareng ortu atau pasangan, Lunasi KPR, Bikin dana darurat, Liburan ke Jepang, Dana program hamil, Dana pendidikan anak, dll.

Brainstorming aja dulu dengan diri sendiri, atau dengan pasangan kalau emang udah nikah.

Intinya, tentukan goals / tujuan / cita-cita. Lalu perhitungkan nominal yang dibuthkan untuk tujuan tersebut.

Kalau belum tahu mau pergi kemana tujuannya, bingung dong nyiapin berapa untuk bensin dan lainnya?



2. Priority List.
Step selanjutnya adalah bikin daftar prioritas.
Dari semua daftar tujuan itu, urutkan dari prioritas tertinggi ke terendah.
Tertinggi berarti paling urgent atau penting.

Kalau saya, 2 prioritas tertinggi adalah :

  • Memenuhi pengeluaran wajib bulanan.
  • Menyiapkan Dana Darurat.


Jangan lupa tandai juga mana Tujapa dan mana Tujape. Apaan tuh?.
Tujapa = Tujuan Jangka Panjang
Tujape = Tujuan Jangka Pendek

Tips : Dalam daftar Tujapa, jangan tambahin "masuk surga" ya. Ngga bisa dibeli pake uang,cuy.

Nah setelah bikin daftar prioritas, jadi ketahuan kan sebenernya tujuan-tujuan kita atau cita-cita kita tuh membutuhkan berapa duit.

Pada step ini, jangan lemes duluan kalau angkanya fantastis.
Tetap semangat dan optimis.


3. Count Your Blessing.
Bingung ngga kenapa ada step ini?
hehehe..

Maksi\ud saya mah : Hitung Pemasukan.
Pemasukan adalah rezeki / berkah. Rezeki itu harus disyukuri (count your blessing).
Jadi, ngitung pemasukan = count your blessing
😁😁😁

Pemasukan dibagi menjadi 2.
Penghasilan Tetap.
Penghasilan Tidak Tetap.

Pengasilan Tetap contohnya : gaji karyawan, biaya jasa langganan.
Penghasilan Tidak Tetap contohnya : blogger fee (ehm), jualan online, self-employed seperti designer, MUA,dll.

Bila pasangan salah satunya karyawan dan salah satunya self-employed, tetap masukkan penghasilan dari kedua belah pihak ya.

Kalau single dengan pendapatan tidak tetap atau pasangan tapi keduanya pendapatannya titdak tetap bagaimana?
Masukkan saja, ambil angka minimal yang biasa didapat.

Misalnya nih range penghasilan titdak tetapnya adalah antara 1.500.000 - 5.500.000
Masukkan saja 1.500.000 sebagai penghasilannya.

Kalau mau berani, ambil nilai tengah.
Masukkan 3.000.000 sebagai penghasilan. Lumayan, itung-itung menetapkan target ke diri sendiri.

Menghitung Pmeasukan ini sangat penting.
Karena step selanjutnya semua berpatokan kesini. (yaeyaalaahh)

Reminder : Berapapun total nominal penghasilannya, jangan lupa mengucap syukur.



4. Buat Pos Pengeluaran

Oke, ini step yang agak ribet. Kalau yang ngga bertekad, biasanya keburu males duluan.
Based on semua daftar tujuan diatas, ciptakan lah pos-nya.

Kalau saya prbadi, saya bikin rekening-rekening.

Bukan berarti 1 tujuan = 1 rekening bank ya.
Bisa saja 1 rekening untuk 2 goals jangka panjang, dan rekening lainnya khusus utnuk Dana Darurat.
Banyak deh pilihan mah. Nanti akan saya bahas lebih lanjut di artikel lain ya.

Nah setiap kali gajian atau ada fee masuk, LANGSUNG transfer ke pos-pos atau rekening-rekening yang sudah disiapkan.
Ingat ya, LANGSUNG DITRANSFER adalah koentji.
Jangan ditunda dengan alasan apapun.

Nah itu tadi 4 step simple dan efektif untuk mencapai tujuan-tujuan finansial kita.
Sudah aku terapkan ke diri sendiri.
Banyak godaannya, apalagi untuk saya yang penggemar tas dan suami yang penggemar jam.

4 step ini mungkin terdengar klise atau biasa banget yah.
Tapi cobain bener-bener dipraktekkin deh.
Dan sebenenrya bisa dibreakdown lagi ke step-step yang lebih detail. Tapiii...
Tapi panjang.

Jadi mending dipisah aja ya.

Oya untuk gambaran, saya buat ilustrasi contoh kasus.

Subjek 1 : Kate & William (menikah, belum ada anak)
Tujuan :
1. Dana Darurat senilai 6x pengeluaran wajib bulanan. (30.000.000)
3. Liburan berdua ke Korea tahun 2020. (45.000.000/2pax).


Total tujuan = 75.000.000
Penghasilan keduanya digabungkan = 8.000.000
Sisa Dana diluar kewajiban bulanan = 3.000.000

Berhubung Dana Darurat ini harus mudah diakses, jadi Kate memutuskan membuat rekening tabungan biasa. 

Untuk liburan, kalau hanya tabungan dirasa lama ya. Jadi diputuskan lah akan memakai 2 jalur investasi. Reksadana dan Emas (Logam Mulia).

Dari sisa gaji yang bisa disihkan setelah pengeluaran wajib, terdapat 3.000.000
Setiap bulannya Kate melakukan hal ini :

1. Mentransfer 1.000.000 ke rekening khusus persiapan Dana Darurat.
2. Membeli 2 gram LM. Harga saat ini di kisaran 680.000 - 700.000 per gram. (ini utnutk memenuhi tujuan no.2)
3. Sisa dari beli LM dipakai untuk beli reksadana. Kate beli reksadana di bank Mandiri dengan sistem installment. Dia daftar yang bulanan didebet 500.000. (ini juga untuk tujuan no.2) 
4. Kalau ada sisa lagi dari 3 step diatas, dia masukkan ke celengan. Iyaaa celengan. 

Kalau mereka dapat THR atau bonus dari kantor, langsung disishkan ke rekening Dana Darurat dulu.
Karena prioritasnya adalah mencapai Dana Darurat dulu. Baru deh liburan.


Naaahh dari ilustrasi diatas, jadi kebayang kan kira-kira kudu gimana?
Mau ilustrasi untuk yang single?
Okeee..dikasih contoh kasus ke-2

Subjek 2 : Neneng. (single, very happy, tinggal di ortu)
Tujuan : 
1. Dana Darurat 3x pengeluaran bulanan. (4.500.000)
2. Beli tas LV preloved. (7.500.000)
3. Liburan nyaman ke Singapore + belanja disana. (10.000.000)

Total Goals = 22.000.000
Penghasilan tetap = 3.500.000
Penghasilan Titak Tetap = 500.000 s/d 1.500.000
Sisa Dana setelah pengeluaran wajib = 2.000.000

Setiap bulan Neneng melakukan :
1. Setor 500.000 ke rekening Dana Darurat.
2. Beli reksadana sistem installment dengan autodebet 500.000/bln.
3. Beli LM 1 gram.
4. Kalau ada sisa, dia masukkan ke celengan. Iyaaa celengan.


Dari 2 contoh kasus diatas, mungkin ada pertanyaan :
Kenapa harus dipisah-pisah? kan udah ketahuan total biaya tujuannya, satuin aja di satu rekening?
Kenapa reksadana? kenapa emas? kenapa installment? kenapa autodebet? dan kenapa CELENGAN??
daaann pertanyaan lainnya.

Saya jawab di artikel terpisah ya.
Karena sekarang lagi ngebahas pengaturan keuangan simple dan efektif.

Semoga curahan pikiran saya ini berguna, bermanfaat dan membawa berkah.
See you on next post!!






Post of The Month

Akhir Tahun 2022 : Sudah Punya Apa Saja?

Saat saya menulis ini, Tahun 2022 tersisa 19 hari lagi. Jujur, rasanya pedih ke hati. Juga takut. Pedih karena merasa ngga ada perkembangan ...

Yang Ini Juga Menarik...