Ternyata ini 5 Cara Mudah Menjadi Blogger Sukses, no.4 Bikin Kamu Tercengang!






Familiar dengan judul diatas?
Jangan dianggap serius ya judulnya..isi artikel ini jauh banget dari judul..hehehe

Tapi kali ini memang bukan post review produk kok.
Setelah sekian lama saya khususkan blog ini hanya  untuk review produk dan sesekali share photo makeup atau product battle, akhirnya saya putuskan untuk menyelipkan post / artikel yang bukan review.
People changes, so does blog contents :)

Jadi, di post kali ini saya mau sharing setitik tentang menjadi blogger.
Lebih tepatnya lagi, etika menjadi seorang blogger yang baik.
Setiap profesi itu mempunyai kode etiknya masing-masing, ada etika kerjanya dan norma-norma yang tertulis maupun tidak tertulis.

Kebanyakan (tapi tidak semua) blogger memulai membuat blog karena hobi, karena ada passion menulis, ada ide-ide atau pemikiran yang ingin dituangkan.
Lalu seiring waktu, mulailah dijadikan profesi. Blognya menjadi media yang menghasilkan uang.

Pada tahap ini, bisa dibilang blogger adalah profesinya, pekerjaanya. Artnya harus diperlakukan dengan profesional juga. Dari sini mulailah ada pihak luar yang mengajak bekerjasama yang melibatkan pertukaran materi.
Dari perusahaan memberikan fee, dari blogger memberikan post blog.
Itu bentuk sederhananya, tapi sebenarnya ada beberapa bentuk kerjasama lainnya.

Nah, kebetulan tanggal 12 Maret 2019 ada event yang diadakan oleh Katarasa (IG : @katarasaevent )
dengan tema acara " Personal Branding dan Etika Blogger"
Menarik kaaann tema eventnya.

Apalagi pembicaranya tuh 2 wanita super yang produktif.
Untuk tema "Personal Branding" ada teh Nurmala (IG : @nurmadotnet ) yang sharing tentang pentingnya personal branding, dan juga share tentang produk aplikasinya yaitu Halal Locals.
Di sesi ke-2 ada teh Erry (IG : @erryandriyati ) (Blog : www.bibi-titi-teliti.com) yang dengan khas gaya santainya sharing tentang etika seorang blogger.

Dari event ini aku ngerasa dapet banyak ilmu dan info baru tentang dunia digital dan personal branding.
Dan sedikit ngerasa "ketampar" dengan pemaparan dari teh Erry. hehehe

Karena teh Erry mengingatkan bahwa salah satu etika blogger yang harus dijunjung tinggi adalah :
Tepat waktu sesuai deadline.

Haduuhhh...saya tuh sering post di injury time karena nulisnya masih ngikutin mood, sering mengalami semacam writer's block.
Segitu dirumah ada wifi, tetep aja ngetik post mah lancarnya pas diluar...aneh ya.
Dasar...manusia.

Selain itu juga kita diingatkan untuk bertanggung jawab dengan apa yang kita tulis.
Arti tanggung jawab ini luas ya, mencakiup :
1. keaslian (NO plagiat).
2. Jujur. Misalnya  review produk ya jangan ngasal, tapi benar-benar berdasarkan pengalaman menggunakan, atau kalau membahas berita yang lagi viral sebisa mungkin kumpulkan fakta dengan benar, jangan malah menambah-nambah rumor aja.
3. Siap dengan reaksi pembaca bila kebetulan post kita ini tidak sesuai dengan pemikiran mereka.

Dari segi personal branding, teh Nurma share tentang besarnya pengaruh media sosial terhadap pencitraan diri kita. Internet dan khususnya media sosoal sudah jadi bagian dari hidup sehari-hari kita. Jadi hati-hati kalau posting sesuatu ya. Remember to think before you act.
Curhat-cirhat tuh ngga perlu lah di status WA atau di story IG. Atau kalau butuh penyaluran, ya disaring-saring lah bahasanya. Tapi curhat terbaik itu ke Maha Pencipta ya, bukan ke media sosial,

Sebisa mungkin apa yang kita share itu bisa bermanfaat buat yang baca.
Apalagi kalau kita ini karyawan atau sedang in-between-jobs a.k.a lagi ngelamar-ngelamar.
Pihak HRD sekarang suka kepo-kepo akun media sosial kita loh.
Gunanya? ya untuk menilai keprbadiannya. Kita bisa loh menilai secara general apakah seseorang itu mentalnya kurang matang atau kurang profesional.

Sekian sekelumit sharing mengenai personal branding dan etika blogger.
Semoga bermanfaat yaa.

Di bawah ini saya selipkan kenang-kenagan foto bersama penyelenggara dan peserta ya.

Stay smart, darling
Mmmuachh


Komentar