Review : Nu Skin Scion Whitening Roll-On

Kalau denger Nu Skin, identiknya dengan alat ajaibnya itu yah?
Well, maaf, saya ngga akan review itu dulu karena ngga punya alatnya.
Belum punya.
Karena ingin punya, tapi nanti yah..belum masuk priority list.

Produk Nu Skin yang dibahas kali ini adalah Nu Skin Scion Whitening Roll-On
Termasuk salah satu produk yang best seller dari Nu Skin.

Klaim yang disampaikan ke saya, dan yang umum saya baca di social media adalah :
Mencerahkan area ketiak yang menghitam, bahkan ada seller yang klaim memutihkan.
Menjaga ketiak tetap kering.
Mengharumkan ketiak, atau menjaga ketiak tidak bau.

Kurang lebihnya ya 3 point itulah yang diunggulkan.
Tentu kabita dongs...
Saya akhirnya beli, dan yang ada di photo artikel ini adalah botol kedua.


Nu-Skin-Scion-Whitening-Roll-On

Seperti biasa, komen kemasan dulu ya.
Warna putih dan body slim. Ngga repot dan ngga berat kalau dibawa travelling.

Tekstur produknya sendiri adalah liquid putih yang agak bening.
Pas dioleskan langsung bening kok.
Setelah pakai tidak langsung menyerap, butuh hampir 2-3 menit untuk benar-benar menyerap dan kering.




Nu-Skin-Scion-Whitening-Roll-On


Kenapa saya bisa sampai repurchase?
Well, karena :
1. Setelah menyerap. seharian emang tahan bikin kering area ketiak. Kalau roll on merk-merk yang umum di supermarket, saya ngerasa kurang kering.
2. Wanginya ngga kentara tapi tahan lama. Asli. Beneran tahan lama.
3. Harganya kalau ga salah cuma 70.000an. Lebih mahal dari roduk yang umum di supermarket, tapi ini lamaaaaaa habisnya.

Saya hanya akan bahas dari segi "rasa saat dipakai".
Saya ngga akan bahas soal kandungan bahan ya. Karena saya belum memperdalam pengetahuan di urusan bahan-bahan kimia dalam deodorant.

Dengan range harga seperti ini, dan kualitas saat pemakaian, menurut saya ini produk Nu Skin yang worth the price.
Tapiiii emang tetep kepikiran, harga jualnya aja segini, jadi berapa sebenernya modalnya dan berapa value bahan-bahan di dalamnya?
Apa saya sebenarnya membeli barang dengan kandungan dan kualitas yang sama seperti merk-merk yang umum di supermarket?

Nevermind those questions, itu berat, bisar saya aja yang cari jawabannya.

Stay geulis darling,
Mmmwaahhh

Komentar